
hari yang begitu cerah untuk memulai pekerjaan, syifa masih berkutat dengan pekerjaannya .
" fa ke ruang meeting,, produk yang lo usulin udah di rancang" ucap dion sambil menyerahkan berkas meeting.
" ok, don tolong bantu gue buat kerjain perencanaan produk tinggal lo salin aja dari berkas itu" ujar syifa sambil menunjuk map merah yang ada di meja nya.
" oh ok,,,good luck ya buat meeting nya " ucapnya sambil mengangkat jempol .
syifa tersenyum dan mengangguk " thank ya,, gue pergi dulu " ucapnya sambil menepuk pundak dion dan pergi.
syifa berjalan menuju ruang meeting duduk bersebelahan dengan mia yang lebih dulu sampai.
cklleeeek...
pintu ruangan terbuka menampilkan sosok yang angkuh datar dan sedikit arogan.
lelaki itu duduk tanpa sepatah katapun membuat ruang meeting hening bagaikan di kuburan.
" meeting di mulai dilakukan bagian perencanaan " ujarnya datar.
syifa pun maju dan mempresentasikan dengan percaya diri menjelaskan detail produk yang siap di luncurkan 1 bulan lagi itu.
__ADS_1
mendengar presentasi dari syifa semua orang bertepuk tangan terkecuali jaynan , syifa pun duduk kembali di meja nya.
" ok jadi meeting kali ini selesai " ujarnya dan berlalu pergi dari ruang meeting, orang yang ada di sana bisa bernafas lega karena bosnya sudah pergi.
" Gila fa gue hampir gak bisa nafas liat muka tuh presdir nyeremin banget " ucap sambil mengibaskan ngibaskan tangan ke mukanya.
" gue salut sama lo fa, presentasi lo lancar banget tadi kayak tol andara,, padahal tadi tuh presdir ngeliat loh kayak mau nerkam lo"ujarnya menatap syifa yang hanya diam sedari tadi mendengar cerocosan mia.
" makannya otaktuh pinter dikit napah , jangan cuma gosip yang lo tau " ujarnya dengan senyum mengejek. sedangkan mia hanya mendengus kesal .
cklleeeek...
" selamat siang pak " ucap syifa dan mia berbarengan sambil membungkukan badan mereka.
" ah iya selama siang,,, emmm ...mia .." ujarnya agak gugup.
"iya pak,. ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.
" eummm...itu ... nanti kamu makan siang di mana ?"
syifa pun agak terkejut " emmm.. di cafe depan kantor pak "
__ADS_1
" oh boleh saya ikut?"
syifa pun tersenyum" boleh pak"
pak Kevin pun tersenyum senang " ah.. nanti saya jemput kamu di ruangan kamu,,, saya pergi dulu yah,,permisi.." ujarnya den berlalu pergi.
" akhhhh,," teriak mia heboh ,,, sedangkan syifa hanya bisa menutup telinga nya.
" aduh mi bisa gak kalo ngomong pelanan dikitu,,,bisa budeg lama lama gue temenan sama loh " gerutunya sambil menatap tajam mia.
" aduh pokok nya gue gak peduli,,, akhhhh. .pak Kevin yang ganteng dan jomblo modusin loh,,, aduh syifa Lo beruntung banget sih " ujarnya heboh.
syifa hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabat nya itu. " denger ya mia Anastasya seorang Asyifa Nur Sabrina masih tetap fokus untuk bekerja dan membesarkan safira"
mia pun merengut sebal " ya kali lo gak nikah nikah ?"
" gue bakalan nikah tapi bukan sekarang gue mau fokus dulu bahagiain safira, gue mau dia jadi anak yang Sholeh dan berpendidikan " ucapnya tersenyum bangga membayangkan sang anak.
mia pun tersenyum melihat sahabatnya yang selalu tetap tegar karena sang anak" yaudah yuk "
mereka pun kembali ke meja kerjanya dan kembali berkutat dengan berkas berkas nya yang amat melelahkan
__ADS_1