
jam menunjukan pukul 12.00 para tamu dari kalangan atas mulai berdatangan.
tak ada 1, pun teman kantor syifa yang hadir karena ini permintaan dari syifa sendiri agar pernikahan ini di rahasiakan dari para pegawai kantor jaynan.
syifa kembali duduk di pelaminan setelah berganti gaun pengantin.
gugup, tentu saja karena walaupun pernikahan ini tersembunyi dari karyawan kantor tapi banyak kolega bisnis ayah kevin dan jaynan yang di undang.
syifa pun menyalami mereka satu persatu, walaupun lelah tapi apa boleh buat.
syifa melihat dimas, Melly, riko, dan kayna berjalan menghampiri mereka.
" selama bro akhirnya lo kawin juga, doain gue cepet nyusul juga ya" ujar dimas lalu menepuk pundak jaynan dengan tersenyum lebar. sedangkan yang di tepuk hanya tersenyum kecut.
" thanks udah mau dateng" .. jawabnya.
" selamat ya fa, semoga samawa ya." ujar Melly dan kayna.
__ADS_1
syifa tersenyum manis" makasih ya mbak kayna sama mbak Melly udah mau datang" ucapnya sambil memeluk mereka berdua.
" yaudah kita kesana dulu ya fa, ayo sayang " ujar meli Sambil menggandeng tangan dimas.
mereka pun turun dari pelaminan tak berapa lama jaynan turun dari pelaminan untuk menghampiri kolega bisnisnya.
syifa yang melihat hal tersebut hanya tersenyum kecut, bahkan untuk bicara pun dia tak sudi dengan ku.
syifa kembali duduk kemudian matanya mencari di mana keberadaan anaknya.
ternyata safira sedang makan bersama nenennya jay.
ketika syifa menoleh ke samping ternyata ada 1 wanita yang sedang memperhatikannya dengan tatapan marah dan kebencian.
ya syifa tau, dia adalah wanita yang benamparnya beberapa bulan yang lalu di taman.
wanita tersebut menaiki pelaminan lalu menatap tajam syifa.
" cih... ternyata cuma begini penampilan nyonya muda Pratama, kenapa selera jay begitu buruk. atau ...apa kah kau menjual tubuhmu padanya." seulas senyum yang di perlihatkan nya terlihat seperti mengejek syifa.
syifa ingin sekali menampar wanita yang ada di hadapannya ini dengan membabi buta.tapi , ini pernikahan nya jangan biarkan orang berfikir buruk tentang dirinya karena akan mengurangi citra suaminya di hadapan kolega bisnisnya.
__ADS_1
" maaf nona,,bukan kah anda yang selalu mengejar ngejar jaynan ya..eh maksud ku suami saya" ucap syifa meledek.
muka bella terlihat merah padam " apa kau bilang barusan ******,,cih...kau hanya di anggap pembantu berkedok istri oleh jaynan kau tau" ucap bela dengan marah lalu turun dari pelaminan.
syifa tersenyum kecut " apa yang kau katakan memang benar aku adalah pembantu berkedok istri" ucap syifa lirih lalu kembali duduk.
sedangkan bella dengan amarahnya lalu menhampiri tante tita yang sedang bersama istri istri dari rekan bisnis ayah kevin.
" wah cantik ya pengantin wanita nya cocok sekali dengan jaynan" ujar bu indah.
" iya yah jeng gimana anaknya nanti ya pasti sempurna banget " kali ini bu dina yang berbicara.
mendengar pujian y di lontarkan oleh ibu ibu tersebut tangan Bella terkepal kuat
" tapi sayang jeng dia janda anak satu,,dia juga dari kalangan miskin" ucap tante tita yang menatap syifa jijik sedangkan yang di tatap sedang tersenyum.
" ah masa sih,,ko gak kayak janda anak satu ya." ucap bu dina.
" kalo gak percaya tuh liat anaknya lagi sama ibu saya di sana " ucap tante tita sambil menunjuk safira yang sedang di gendong oleh neneknya jay.
dan ya,,,fakta tersebut sekarang menjadi trending topik di dunia maya dan juga dari kalangan bisnis.
__ADS_1