
DION ANGGARA
syifa bergegas menuju perusahaannya karena hari ini syifa akan presentasi di depan bosnya langsung.
syifa berlari masuk ke ruangannya.mia yang melihat syifa berlari tergesa gesa hanya nggelengkan kepala .
" woy santuy bae,,, meeting nya masih 1 jam lagi " ujar mia pada syifa.
" gue gugup nih mi ,,,kan ini kali pertama gue presentasi di perusahaan ini di depan bos lagi " ujarnya gusar.
" wow... Asyifa Nur Sabrina yang lulus terbaik UI mana nih,,, biasanya juga sombong.."
" ck ini urusannya beda anabel,, ini di depan bos lo bayangin" ujarnya Sambil sengguncang guncang tubuh mia.
" eh markonah , pala gue pusing " teriak nya
syifa pun melepaskan tangannya dari bahu mia " sorry kelepasan "
Jimmy dan dion menyernyit heran.
" lagi ngapain " ucap mereka berbarengan.
mia dan syifa menoleh ke sumber suara " nih si lebay mau presentasi aja heboh banget " ujarnya.
dion menoleh ke syifa " kenapa pa ?" tanyanya.
__ADS_1
" enggak cuma gugup aja "
" santai syifa ku sayang bang Jimmy selalu ada untuk neng syifa " ujarnya sambil mengedipkan mata.
" ih sumpah jijik banget gue jim...hati hati lo fa di cekek erep erep loh sama jin yang ada di tubuh si Jimmy."
seketika tawa mereka menggelegar di ruangan tersebut kecuali Jimmy yang merengut sebal.
syifa pun menghentikan tawanya. " udah yuk ke ruang meeting sebentar lagi mulai " ujar syifa.
mereka pun memasuki ruangan meeting bersama. ketika semuanya sudah hadir termasuk presdir Davin haris Pratama yang kira kira berusia 55 tahun.
syifa maju dan mempresentasikan hasil pekerjaannya selama 2 hari ini, dengan percaya diri syifa mempresentasikan pekerjaan nya tersebut.
prok..
prok..
tepuk tangan orang orang yang menghadiri meeting tersebut, syifa tersenyum bangga akan presentasi nya.
" wah anda sangat luar biasa nona,,, ternyata saya mempunyai karyawan yang begitu cerdas" tukas presdir.
syifa pun tersenyum " anda berlebihan memuji saya pak," ucapnya merendah.
pak presdirpun tersenyum bangga.dan beralih menatap semua yang hadir dalam meeting." meeting hari ini cukup sampai di sini terima kasih " ucapnya lalu pergi keluar ruangan termasuk yang lainya.
" gila lo fa kerreeeeeen,,,jadi makin cinta deh " rayu Jimmy sambil mengedipkan matanya.
__ADS_1
" ih ogah gue,, yu mi nanti gue ke cekek erep erep lagi." jawabnya.
mia tekekeh geli melihat raut wajah Jimmy yang masam " ya udah yuk "
" yayang kok gitu sama abang " teriaknya sambil berlari ke arah syifa dan mia.
mereka pun kembali dengan kertas kertas di meja kerjanya. sampailah waktu makan siang, mereka berbicara bincang sambil makan.
" eh...bukannya 2 hari lagi presdir Davin bakal di gantiin ya sama anaknya ?"
" kalo dari berita sih iye " jawab dion datar.
" gue denger presdir yang mau gantiin pak davin masih muda loh " tukas mia
" terus...? tanya syifa datar.
" ya kali aja gituh nyantol di hati dedek " ujar mia .
" ck...inget juna loh,, masalah sama juna aja belum kelar luh"
" isssh...bawel " dengus mia kesal
" ca elah ngambek dia,,, makannya jangan di gatung terus dong kayak terasi aja " ujar Jimmy.
mia melirik tajam ke arah jimmy." die loh , atau gue sobek mulut loh. "
" sadis amat neng "
__ADS_1
" udah biruan makan, jam makan diang udah mau abis nih " ujar dion.
mereka pun kembali ke kantor setelah makan siang.