"Tuhan Aku Lelah"

"Tuhan Aku Lelah"
kesal


__ADS_3

keesokan paginya syifa sudah berada di depan kantornya, melihat ruangannya yang masih sepi , syifa duduk di ruangannya sambil terus melamun.


mia Jimmy dan dion yang datang bersamaan melihat sahabatnya yang sedari tadi hanya melamun pun menghampiri nya.


" woy udah dateng loh?" tegur mia .


syifa pun menoleh kepada ketiga sahabat nya , " keliatannya " jawabnya datar.


mereka pun menyernyitkan dahinya heran " lo kenapa sih sensi mulu, lagi pms ya ?" tanya mia.


syifa pun kembali menoleh pada teman temannya. " kagak."


" lah trus.." tanya jimmy.


" lagi pengen aja ".


mereka pun hanya mencebikan bibirnya pertanda tak percaya.


" ya udah jangan ngelamun lagi fa tar kesambet lagi " sarkas dion.


mia pun menoleh pada dion " tumben ngomong " gumam mia tapi masih bisa di dengar oleh dion.


" gue juga manusia yah bisa lah kalo ngomong mah " balasnya.


mia pun memutar bola matanya malas " cih,, paling lo sehari ngeluarin 2 kata ok sama iya doang ."


syifa yang sedang melamun pun terganggu dengan pertengkaran mereka " bisa diem gak,,ribut mulu kerjaan nya udah bangkotan juga " teriak nya kesal.


mereka pun terkejut dengan teriakan syifa tiba tiba " wooow santuy bro gak usah ngegas,,nyok kita balik aja takut macan betina ngamuk " ajak mia sedang kan syifa hanya mendengus sebal .


syifa pun kembali berkutat dengan pekerjaannya sampai waktu menunjukkan tengah hari .


" guys maksi yuk,,dedek laper nih " ucapnya manja.


syifa terkekeh kecil " ok "


sedangkan mia hanya mendengus sebal " cih jijik gue,,,iye dedek,,dede tomi "

__ADS_1


mereka pun berjalan keluar ruangan baru selangkah lagi akan memasuki lift tiba-tiba ada suara yang memanggil syifa.


" nona syifa bisa ikut saya sebentar "


syifa menoleh pada laki laki yang memanggil nya. " ah tuan han ,,,ada yang bisa saya bantu?" tanya syifa canggung sedangkan mia Jimmy dan dion hanya menonton saja tanpa ingin menimpali karena tau sipat sekretaris han yang dingin.


" nona di suruh presdir ke ruangan nya "


syifa pun menganggukan kepalanya lalu berbalik menghadap sahabat sahabat nya.


" gue ke ruangan Presdir dulu ya , kalian makan duluan aja "


mia hanya mengangguk tanpa suara karena masih ada sekretaris han di sana.


" mari nona saya antar " ajaknya dingin.


'nih orang gak sekertaris gak bosnya, kayak kutub utara dinginnya.


syifa mengangguk dan berjalan di belakang sekretaris han .


syifa membuka pintunya perlahan dan berjalan menuju meja presdir.


" ada yang bisa saya bantu pak ?"


jaynan menyodorkan paper bag berisi makanan tersebut. " makan."


" hah ..." ucap syifa tanpa sadar sambil melongo melihat jaynan seperti orang b*go.


jaynan mendengus sebal ," makan dulu baru saya akan bicara ." perintahnya dengan suara sedingin es batu.


syifa mengangguk dan memakan makanan yang di berikan jaynan kepada nya.


********


sedangkan di cafe sahabat syifa menatap satu sama lain .


" kenapa syifa di panggil presdir ke ruangan nya?" tanya jimmy memecah keheningan.

__ADS_1


mia menggeleng " gue juga kagak tau "


" apa jangan jangan syifa mau di pecat " ucap jimmy sontak mendapat lemparan sendok dari mia.


" mikir b*go kalo ngomong. maen asal aja kalo ngomong."


" ya gue kan cuma nebak "


" tapi tebakan lo gak akan mungkin kejadian "


dion yang kesalpun akhirnya angkat bicara " bisa gak lo berdua diem,,, kuping gue budeg denger kalian bertengkar mulu "


*******


selesai makan syifa membereskan kembali mejanya dengan cekatan lalu duduk kembali.


" pertunangan kita seminggu lagi "


sontak syifa membulatkan matanya tak percaya " apa..." pekiknya kaget.


" kenapa cepat sekali pak ?"


" turuti saja perintah saya atau kau ku pecat " ancamannya sedangkan syifa hanya mendengus sebal.


" ok,,,tapi bapak harus meminta restu dulu pada anak saya" Jawabnya.


" ok bukan masalah besar " ucapnya sambil mengambil laptopnya .


" sekarang kamu boleh pegi " lanjutnya.


syifa yang sedang jengkel dengan perilaku bosnya hanya menatap sebal dan berlalu tanpa salam, sepanjang perjalanan syifa terus ngutuk bosnya. sampailah di depan ruangannya syifa mengatur napasnya dan berjalan duduk di kursi kerjanya.


mia yang melihat syifa sudah datang pun menggeser tempat duduknya agar lebih dekat dengan syifa " lo di ruangan presdir ngapain ?"


"gue lagi bahas peluncuran produk bulan depan." bohongnya.


mia hanya ber oh ria dan kembali bekerja.

__ADS_1


__ADS_2