"Tuhan Aku Lelah"

"Tuhan Aku Lelah"
frustasi


__ADS_3

2 hari kemudian


syifa memasuki gedung Pratama group, berjalan menuju kantor dengan gugup dan gelisah, hari pertunangannya besok sedangkan dia tak tau harus bagaimana.


' tuhan bagaimana jika mia tau aku akan menikah dengan seorang presdir? apa dia akan marah? atau senang? lalu bagaimana kalo dia nanti ke rumahku dan mengetahui kalau sesudah menikah aku akan pindah rumah dan dia tak tau ?.......grrrrrrr.. ayolah tuhan takdir apa lagi ini...!!!!'


syifa berjalan masuk ke ruangannya dengan pikiran yang masih berkecamuk.


syifa duduk di mejanya tanpa menoleh kepada ke 3 sahabat yang sedari tadi memperhatikannya dengan heran.


" woy napa lagi lo ? perasaan tuh muka gak ada bagus bagusnya 5 hari ini " ujar mia.


dan Jimmy pun menimpali " hooh gue liat lu kayak ada banya fikiran gitu kenapa sih? cerita kali ama kita !"


mendengar pertanyaan beruntun dari sahabat nya syifa hanya bisa menghela nafas panjang dan mendesah frustasi.


' *gue belum siap cerita guys, maafin gue '


syifa* pun berkutat kembali dengan berkasnya tanpa menjawab pertanyaan dari sang sahabat sedangkan mia dan Jimmy sudah harap harap cemas ingin mendengar cerita dari sang sahabat tapi nihil, syifa tidak membuka suara sama sekali ,


"oh iya fa,,,pak kevin tadi nyariin lo !" ucap Jimmy.


syifa menyernyitkan dahinya " mau apa ? "


Jimmy hanya mengangkat bahu nya dan mencebikan bibirnya tanda tak tahu.


syifa kembali mendesah frustasi dengan keseharian nya sekarang yang baginya penuh beban.


syifa kembali berkutat dengan berkasnya yang menumpuk di atas mejanya.


jam menunjukkan waktu makan siang tapi tidak ada tanda tanda syifa akan beranjak makan sedangkan ketiga sahabatnya sedang memperhatikan syifa yang hanya sibuk dengan berkas berkasnya.


mia hanya mendengus sebal " fa makan gak?" tanya nya sambil berdiri merapihkan mejanya dan menghampiri syifa.


syifa menoleh dan menggelengkan kepalanya " duluan aja nanti gue nyusul " jawabnya

__ADS_1


" yaudah deh, kita duluan ya " ucap mia sambil menepuk bahu syifa.


syifa tersenyum dan kembali berkutat dengan pekerjaannya, sedangkan teman temannya sudah berjalan keluar dari ruangan mereka.


drrrr....drrrrrt... notifikasi pesan.


syifa membuka pesanya yang dikirim oleh calon suami kilatnya.


' *ke ruangan saya sekarang!'


cih*....


syifa menghembuskan nafas beratnya lalu berdiri dan berjalan menuju ruangan presdir.


dalam perjalanan syifa hanya melamun membayangkan bagaimana dia bisa hidup dengan balok es tersebut.


syifa sudah sampai di depan meja sekretaris " permisi mbak, saya di suruh presdir ke ruangan nya " ujar syifa.


sekretaris pun berdiri dan tersenyum " bapak presiden sudah menunggu di dalam silahkan masuk " ucapnya.


" sama sama"


syifa berjalan menuju pintu dan membukanya, syifa berjalan menuju meja presdir tapi langkah kakinya berhenti ketika syifa melihat 4 orang pria yang ada di ruangan tersebut sedangkan dia sendirian.


" permisi pak ada yang bisa saya bantu?" tanyanya sedikit gugup.


jaynan yang mengetahui suara tersebut langsung menatap syifa.


" kemari"


syifa mendongkakan kepalanya samil melotot . siaga 1 pikirnya.


" kau sudah berani memelototi ku hah " suaranya agak meninggi.


syifa yang sadar akan expresi nya kembali menormalkan wajahnya " maaf pak" ucapnya sambil berjalan menghampiri jaynan dengan 3 pria di sambingnya. syifa tau yang satunya adalah sekretaris han tapi 2 orang yang menatapnya sedari tadi dia tak kenal sama sekali.

__ADS_1


" malam nanti bersiaplah, nenek ingin menemuimu dan safira" ucapnya ketus.


syifa kembali mendokakan kepalanya " kenapa?" ucapnya spontan.


jaynanpun mendesah kesal " nenek ingin mengenalmu dan safira, nanti malam saya jemput jam 7 malam "


syifa hanya mengangguk paham.



" wah cantiknya calon istrimu jay"ucap dimas


sedangkan jaynan hanya mendengus sebal dasar Playboy fikirnya.


Riko pun membenarkan perkataan dimas " iya kayak anggota blackpink itu loh,,,eh kamu baru lulus sekolah ya ?" tanyanya.


sedangkan syifa hanya terkekeh dalam hati, apa seimut itukah aku pikirnya.


" umur saya sudah 28 tahun pak "


riko dan dimas yang mendengar penuturan syifa begitu terkejut ternyata umur mereka tidak jauh beda.


" kok kayak baru keluar SMA yah, kirain gue si jay pedofil" ucap riko dan langsung mendapat lemparan buku dari jaynan.


" brengsek lo"


sedangkan riko dan dimas tertawa terbahak-bahak.


" oh iya kenalin gue dimas dan ini riko kita sahabat jaynan dari kecil " ucapnya sambil menunjuk riko yang melambaikan tangannya pada syifa.


" ah.,, salam kenal nama saya syifa " ucapnya sambil membungkuk badanya.


syifa pun kembali menatap jaynan " apa ada yang ingin bapak sampaikan lagi pada saya? jika sudah tidak ada saya akan kembali bekerja lagi" lanjutnya.


" pergilah" datar.

__ADS_1


syifa pun membukukan badannya dan pamit kembali ke ruangan nya.


__ADS_2