"Tuhan Aku Lelah"

"Tuhan Aku Lelah"
suap suapan


__ADS_3

dentuman lagu yang begitu keras dari tempat itu, manusia manusia bersorak gembira sambil berjoget ria.


ya, jaynan sekarang berada di club malam bersama Hansa sekretaris nya.


" tolong ambilkan lagi aku minum" pinta jaynan.


" maaf tuan tapi anda sudah minum terlalu banyak, nanti pak kevin mengetahui rencana di balik pernikahan anda jika anda mabuk di malam pertama anda tuan."


jaynan menghembuskan nafas lelah lalu bersandar di sofa club tersebut " Hansa.."


" iya tuan"


" apakah aku salah memperlakukan istriku seperti ini? apakah aku sejahat itu hansa?" lirihnya dan air matanya pun terjatuh begitu saja.


hansa tau di balik sikap bosnya yang dingin dan angkuh, jaynan juga memiliki sisi rapuh. sama seperti ketika ibunya jay meninggal dunia 4 tahun yang lalu jaynan mengunci pintu kamarnya selama 1 minggu dan terus menangis.


sampai pada suatu hari ayah nya tak mendengar suara tangisan dari kamar itu.


semua khawatir atas keadaan jaynan yang seminggu ini mengurung diri di kamar tanpa makan.


dengan terpaksa akhirnya pak kevin mendobrak pintu kamar jaynan. kamarnya sangat berantakan semua barang pecah tak bersisa.


lalu tatapan pak kevin tertuju pada jaynan yang sedang tergolek lemas di tempat tidur dengan keadaan yang begitu menghawatirkan.


hansa tersenyum" tuan jika saya boleh memberi saran, sebaiknya anda lebih bersikap lembut pada nona karena bagaimanapun terlepas dari kontrak pernikahan itu anda tetap suami nya di hadapan tuhan dan negara " saran hansa.


jaynan menggelengkan kepalanya " aku tak sanggup jika harus bertatap muka dengan nya, karena aku banyak melukai dia bahkan di malam pertama kamipun aku meninggalkan nya sendiri di hotel, entah apa yang sedang di lakukan gadis itu sekarang" ujar jay sambil menatap langit langit klub malam tersebut.


" tapi tuan ini sudah jam 1 malam mungkin nona sudah tidur"

__ADS_1


jaynan teringat jika syifa tak makan apapun sore tadi ketika ia meninggalkan nya.


" ayo pulang ke hotel, aku cemas pada nya karena dia belum makan apa apa sejak siang tadi" ucapnya sambil berdiri.


hansa tersenyum dalam batinya kau sudah mulai mencintainya bos .


jaynan dan hansa pun berjalan menuju mobil, dan mereka pun menjalankan mobilnya.


sesampainya jaynan di depan pintu hotel " cepat kau pesankan makanan dan bawa ke sini!" titahnya.


hansa hanya mengangguk lalu berjalan meninggalkan jaynan. saat hansa sudah tidak terlihat lagi jay langsung membuka pintunya.


melihat syifa yang sedang tertidur di atas sajadah nya jaynan hanya tersenyum kecut lalu menghampiri syifa.


jaynan duduk di lantai memandang syifa yang sedang tertidur begitu damai ada jejak air mata di pipi mulusnya.


tangan jaynan terangkat lalu mengelus kepala syifa." maafkan aku, aku takut kau berharap lebih dari pernikahan ini, karena sesungguhnya aku belum bisa untuk melupakan luna. maafkan aku karena terlalu banyak mengukir perih di hatimu.


syifa membuka matanya secara perlahan ketika jaynan sudah masuk ke kamar mandi.


terima kasih mas bagaimana pun kau masih peduli padaku, walau pun kau sudah terlambat *mencegah hatiku untun mencintai mu.


dengan tersenyum manis* syifa kembali memejamkan matanya karena jaynan sudah membuka pintu kamar mandi.


tak berselang lama ketukan pintu terdengar jaynan pun membuka pintu dan mengambil makanan yang di bawa hansa.


" pulang lah ini sudah larut malam, besok kau handle semua pekerjaan ku aku ingin cuti 2 hari "


" baik tuan" hansa pun pergi dari sana.

__ADS_1


jaynan berjalan ke sofa lalu menaruh makanan dan berganti baju. lalu jay berjalan menghampiri syifa dan berjongkok.


" bangunlah" ucapnya sambil menggoyang kan Tubuh syifa.


syifa pun membuka matanya " ada apa ?"


" makanlah aku tau kau belum makan dari siang" ujarnya lalu duduk di atas sofa.


syifa mengangguk dan membuka mukenanya, lalu berjalan menghampiri jaynan.


syifa duduk di sebelah jaynan tanpa menoleh syifa langsung menyantap makanannya.


kriuk...perut jaynan berbunyi nyaring sampai terdengar oleh syifa. syifa tertawa kecil lalu menatap wajah jaynan yang mukanya memerah karena malu.


syifa pun menyendokan nasi dan lauk " aaaaaa" perintah syifa agar jaynan membuka mulutnya.


jaynan jadi salah tingkah sendiri dan terpaksa membuka mulutnya karena memang dia sudah lapar.


syifa terus menyuapi jaynan hingga makanan yang berada di atas nampan sudah habis tak bersisa lalu syifa berjalan menaruh nampan di meja dekat kamar mandi.


melihat jaynan yang sudah berada di atas kasur syifa bingung sendiri harus tidur di mana.


" ayo tidur"


" hah"


" tidurlah di sebelahku tapi jangan harap aku menyentuh mu".


" iya"

__ADS_1


syifa pun berjalan naik ke atas ranjang lalu tertidur membelakangi jaynan.


__ADS_2