
krrrriiiinggg.....alarm syifa berbunyi.
hoooaamm...
syifa bangun dan melihat jam menunjukkan pukul 05.00 dia bergegas mandi, setelah mandi syifa menjalankan solat subuh.selesai solat subuh syifa masih terduduk.
" ya Allah hari ini, hari pertama ku bekeja , tolong lancarkanlah semua pekerjaan ku ya Allah untuk membiayai malaikat kecilku.." pintanya meneteskan air mata.
sebenarnya banyak lelaki yang mendekati syifa karena wajahnya yang cantik dan tubuhnya yang sempurna tapi syifa selalu menolak mentah mentah karena syifa memilih membesar safira terlebih dulu karena fikirnya belum tentu laki laki yang mencintai nya belum tentu akan mencintai anaknya.
syifa membuka mukenanya dan merapihkan bergegas ke dapur untuk memasak sarapan untuk safira.
syifa memang memiliki bi marni tapi tugas bi marni hanya mengurus safira tugasnya pun hanya dari pagi hingga syifa pulang bekerja saja.
sesudah membuat sandwich dan susu panas, syifa bergegas menuju kamar safira untuk membangunkannya.
" nak..." ucapnya sambil menggoyang goyangkan tubuh safira " bangun sayang...mandi yuk.." ujarnya.
" hoooaamm....mommy.." seraknya khas bangun tidur.
" mandi yuk syifa kan mau sekolah,," ujarnya.
safira mengangguk dan masuk ke kamar mandi, setelah memakaikan baju dan mengepang rambut safira, mereka bergegas menuju meja makan , setelah sarapan bi Marni datang dan mengantar safira menuju sekolah nya.
syifa bergegas menuju kamar merapihkan penampilan nya , sesudah semua selesai syifa mengunci pintu karena kunci cadangan ada di bi marni, syifa memesan taxi online dan melaju menuju persahaan Pratama group.
sesampainya di depan gedung pencakar langit syifa menatap gedung tersebut dan tersenyum.
bismillah...ya Allah semoga semua nya lancar. batinya
sifa memasuki perusahaan banyak yang menatap syifa, ada yang tersenyum ramah, ada yang matapnya sinis dan masih banyak lagi tatapan yang lain tapi syifa tak menghiraukannya karena niatnya hanya untuk bekerja. syifa pun berjalan menuju meja resepsionis.
" maaf bak, ruang devisi satu di mana ya ?" tanya safira ramah.
" oh mbak naik lift khusus karyawan yang di sebelah kiri ruang devisi 1 ada di lantai 3" ujarnya.
syifa pun tersenyum " terima kasih" resepsionis tersebut hanya tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
syifa berjalan menuju lift , menekan angka 3.
ting..
lift terbuka syifa agak bingung mau memasuki ruangan yang mana.. tiba-tiba ada suara bas di belakang tubuhnya.
" cari apa ya mbak ?" tanya pria tersebut
syifa terkejut dan berbalik menatap lelaki tersebut ." maaf mas saya mau ke ruangan devisi 1 " tukas syifa
sang pria tersenyum." karyawan baru ya, kenalin gue dion satu Devisi sama loh.." ujarnya
syifa pun tersenyum " oh,,nama saya syifa pak " jawab syifa
" yaudah yuk sayang antar"
" terima kasih"
sang pria hanya tersenyum, mereka berjalan beriringan, sesampainya di ruang devisi satu syifa melihat sahabatnya .
" miaa..." ucap syifa agak keras .
mia pun berlari memeluk syifa " akhirnya dateng juga yuk duduk,," ajaknya
mia mengandeng tangan syifa menuju meja kerja syifa, sedangkan dion kembali ke meja nya. kalo Jimmy jangan di tanya di masih terpaku dengan wanita cantik tersebut.
" selamat kerja ya fa gue mau balik dulu ke meja gue, banyak kerjaan soalnya." tukasnya
" oh iya, proposal buat cek analisis pasar dan strategi lo kerjain ya 2 hari lagi lo presentasi di rapat marketing." lanjut
" ok..."
syifa berkutat dengan pekerjaannya hingga memasuki waktu makan siang.tapi syifa tetap sibuk dengan komputer nya.
mia menghampiri syifa yang masih sibuk " fa maksi yu,,perut gue demo MPR DPR nih " ajaknya.
__ADS_1
syifa mentap sahabat " ok yuk "
" jim , dion itut kagak " teriak mia
" ikut..." teriak mereka berdua.
mereka memasuki kantin perusahaan, memesan makanan, setelah berbincang lama akhirnya makanan mereka datang.
" selamat makan " ujar mereka
mereka pun memakan makanan masing masing.
" oh iya fa,,, umur lo berapa sih,, kecil kecil udah kerja? " tanya jimmy.
" 28 " jawabnya
mendengar penuturan syifa Jimmy terbatuk batuk karena terkejut. syifa langsung menyodorkan air minum, Jimmy pun meminumnya.
" biasa aja kale " ujar mia.
" lo yakin umur lo 28?" tanya jimmy tak percaya. syifa hanya mengangguk.
" gue fikir umur lo baru 20 gitu "
" hehehe... orang bilang sih gitu,, tapi umur gak bisa boong cuy..anak gue aja udah gede " ucapnya
uhukk uhhuk..
kali ini bukan Jimmy yang batuk tapi Dion.
" pelan pelan dong yon, gue tau lu patah hati " ucapnya sambil menepuk punduk dion.dion hanya mendengus kesal meatap mia yang di balas cengiran oleh mia.
" what jadi loh udah nikah.." tanya jimmy.
" lebih tepatnya di singgle parents..." ucapnya datar...
Jimmy dan dion hanya mengangguk angguk kan kepalanya.
__ADS_1
selesai makan siang mereka kembali bekerja, berkutat dengan berkas berkas yang begitu melelahkan.