"Tuhan Aku Lelah"

"Tuhan Aku Lelah"
fakta


__ADS_3

aku , safira dan jay pun turun dari tangga menuju meja makan, terlihat nenek sedang tersenyum di meja makan menyaksikan kami yang seperti keluarga kecil yang bahagia.


" ayo, cepat kesini,, nenek sudah lapar,,ayo cicit nenek, sini duduk deket nenek" ujarnya.


safira melihat ke arah ku dan aku tersenyum dan mengangguk, mengiyakan ucapan nenek, dan safira pun berlari menuju kursi yang ada di samping nenek.


aku berjalan beriringan bersama jaynan, kami duduk bersebelahan. aku menyentongkan nasi ke piringnya.


" mas mau lauk apa?" tanyaku, aku lihat dia agak sedikit terkejut dengan inisiatif ku tapi mau bagaimana lagi di hadapan keluarga jaynan aku harus memperlihatkan rumah tangga ku baik baik saja.


" cumi saja" jawabnya.


aku langsung mengambil cumi dan memberikan nya pada jaynan.





aku hanya memasak masakan rumahan saja, tak mewah sama sekali.


" tumben bibi masak segini banyak?" ucap ayah kevin pelan tapi semua orang masih bisa mendengar nya, aku hanya tersenyum menanggapi ucapan beliau.


" tante tita kemana nek?" tanyaku.


" katanya tadi mau arisan sama temen sosialita nya, biarkan saja anak itu nenek sudah pusing dengan sikapnya itu" jawabnya malas.


aku hanya ber oh ria!.


" mommy, fira mau ikan bakarnya"


" yaudah sini piringnya mommy ambilin"

__ADS_1


aku pun mengambil seperempat bagian ikan bakar yang ada di piring itu. lalu memberikan nya pada safira.


" makasih mommy"


aku hanya mengangguk sambil tersenyum, " makanya jangan belepotan ya!"


safira hanya mengangguk dan menyantap makanan nya kembali. kami pun sama sama melanjutkan makan.


author POV.


selesai makan asisten rumah tangga tampak berjalan menghampiri kami dan menaruh buah buahan di atas meja.


" saya suka banget sama ikan bakarnya, kapan kapan bibi buatkan lagi untuk saya ya"


" maaf tuan tapi ikan bakar tadi bukan buatan saya tapi buatan non syifa sendiri." jelas nya sambil menundukkan kepalanya takut takut dia kena marah karena mengizinkan majikannya memasak sendiri.


nenek pun tampak terkejut begitu pun dengan jaynan dan ayah kevin.


" iya nek, maaf soalnya tadi syifa bosen di kamar karena mas jay sama safira tidur, kebetulan syifa tadi ke dapur terus liat bibi lagi siap siap masak jadi yaudah syifa bantuin aja." jelasnya


" ternyata mantu ayah jago juga ya masaknya, sama seperti mendiang ibu nya jay."


syifa melirik jaynan yang sedang asyik memakan anggun nya.


" cuma segini doang yang syifa bisa yah, hanya masakan rumahan" jelasnya.


" justru ayah suka yang makanan rumahan kayak gini, kalo yang ke western²an ayah udah bosen."


" yaudah nanti syifa masakin ayah lagi,,apa ada request menu" tanya syifa bercanda.


ayah jay tertawa kecil " nanti tolong masakan ayah rendang yah, soalnya sejak mendiang ibu nya jay meninggal ayah sudah jarang memakan menu itu "


syifa mengangguk " iya ayah"

__ADS_1


selesai bercakap cakap mereka menuju ruang tamu untuk mengobrol sambil menonton TV.


jaynan pergi ke ruang kerjanya, sedangkan nenek pergi untuk beristirahat karena memang usia nenek sudah tidak muda lagi, safira sedang bermain di taman belakang.


" nak, kamu sudah lama menjadi singgle parent?" tanya ayahnya jaynan.


" kurang lebih 4 tahun yah" jawabnya.


" selama 4 tahun, apakah kamu tidak mencari pengganti ayahnya safira, safira butuh kasih sayang seorang ayah nak, atau kamu masih trauma dengan pernikahan kamu?" tanyanya serius.


tuhan, bagaimana ini apakah aku harus jujur saja, toh bohong pun tidak ada pahalanya.


" ayah...mmm..itu.."


" apa nak,,? kenapa gugup begitu?"


syifa menggaruk pipinya yang tak gatal, bingung pikirnya harus menjelaskan dari mana terlebih dahulu.


" ayah sebenernya syifa belum pernah menikah"


" apa?" raut keterkejutan nya begitu nampak di wajah nya. " bagaimana bisa?"


" safira itu bukan anak biologis syifa yah,,, dulu ketika syifa berumur 24 tahun syifa menemukan sepasang suami istri yang kedapatan menabrak pembatas jalan di dekat kontrakan syifa dulu, Alhamdulillah safira selamat karena di lindungi oleh ibunya, tapi kedua orang tua safira tak tertolong karena lukanya cukup parah, jadi mereka meninggal di tempat kejadian" jelasnya panjang lebar, terasa plong di hati syifa ketika sudah menceritakan rahasia yang dia jaga selama 4 tahun ini.


pak kevin mematap menantunya dengan bangga,,, zaman sekarang wanita mana yang mau di beri gelar janda tapi dia belum menikah sama sekali hanya untuk membesarkan seorang anak yang bukan darah dagingnya sendiri.


" ayah bangga sama kamu nak" ucapnya sambil mengelus rambut syifa.


" tapi syifa mohon yah jangan biarkan siapa pun tau, termasuk mas jay yah plis"


" iya ayah janji".


mereka pun kembali berbincang bincang sampai akhirnya pergi ke kamar masing masing.

__ADS_1


__ADS_2