
syifa di bawa ke rumah sakit Medika permata.
syifa menempati kamar melati nomor tiga.
syifa membuka matanya, melihat ruangan yang penuh dengan warna putih dan berbau obat, mata menangkap sosok yang ia sayangi selama ini sedang tertidur menggenggam tangannya.
syifa mengangkat tangannya dan mengusap rambut mia. terasa ada yang menyentuh mia pun mengerpkan mata nya dan bangun, melihat sahabatnya yang tersenyum kearahnya mia pun iku tersenyum.
" udah bangun? " tanya mia. " laper gak?"
syifa menggeleng dan memeluk sahabatnya itu . nyaman rasanya ketika syifa sudah aman dan berada di dekat sahabat nya itu, syifa pun melepaskan pelukannya.
" fa gue mau nanya, tapi lo harus jawab jujur" ucapnya.
" tentang gue hilang kan?" tanya syifa dan langsung di angguki oleh mia.
mengingat itu syifa meneteskan air mata, " gue di jual sama alex ke om om, di jadiin tawanan hiksss....gue di pukulin sama om om itu hiks... istri pertama nya yang bantuin gue keluar dari rumah itu hiks... sekarang gue gak tau nasib bu daniah kayak gimana hikss.."
mia pun ikut menangis melihat wanita yang selalu tegar kini begitu rapuh. " setelah lo sembuh gue janji bakal penjarain alex"
" mi gue kangen sama ibu panti lo telpon ibu asih ya"
" astaghfirullah sorry gue lupa, Sangking bahagia nya lo pulang sampe lupa ngabarin bu asih , bentar ya"
mia menelpon Bu asih untuk datang ke rumah sakit karena syifa sudah di tentukan, betapa bahagianya bu asih mendengar kabar itu,bu asih langsung bergegas menuju rumah sakit.
sesampainya di meja resepsionis bu asih menanyakan kamar yang syifa tempati dan bergegas menuju kamar melati.
bu asih membuka kamar syifa, melihat anak angkatnya yang penuh luka bu asih langsung memeluk nya " kemana aja kamu nak,? hiks....ibu nyariin kamu hiks....ibu sayang sama syifa jangan tinggalin ibu lagi hiks...hiks..."
syifa pun menjatuhkan air mata, " hikss..bu syifa jangan juga sayang ibu,, hiks" syifa melepaskan pelukannya.
__ADS_1
menyeka air mata bu asih " ibu jangan nangis bantu syifa sembuh oke. "
bu asih pun mengangguk dan kembali memeluk syifa.
mia sedang bertemu dengan dokter, meminta dokter untuk memfisum keadaan syifa saat ini , dokterpun mengiakan.
mia menelpon ayahnya agar membantu dirinya menyelidiki alex William,
" hallo dad" sapa mia
" ada apa anak dady?"
" Dady tolong bantuin mia jeblosin Alex Wiliam ke dalam jeruji besi, sahabat mia udah di aniaya dan di jual sama dia dady.
" ok tuan Puteri dady, dady suruh deny menyelidiki semuanya oke"
" thank you dady"
" waalaikum salam"
______________________________
2 bulan kemudin****
syifa sudah sembuh total baik sikis maupun psikisnya. menjalani terapi prikologis, dan penyembuhan tubuh , kini trauma nya sudah berangsur angsur membaik.
alexpun sudah di jebloskan oleh mia ke dalam jeruji besi beserta heru angkasa.
Alex William di penjara selama 6 tahun
heru angkasa di penjara selama 10 tahun
__ADS_1
dan pengawal yang membunuh bu daniah di penjara seumur hidup.
di rumah mia syifa sudah rapi ingin menuju kantor polisi,
" yakin lo fa mau ke sana?" tanya mia ragu.
" gue yakin lo tenang aja" jawabnya .
syifa dan mia pun bergegas masuk ke mobil. sesampainya di sana syifa sudah kuat dan mantap untuk bertatap muka dengan pria brengsek yang tega menjual nya .
syifa dan mia pun duduk menunggu kedatangan alex.
" mau apa lo ke sini?" tanya alex sambil duduk.
" apa kabar Alex William? apakah nyawan hidup di dalam jeruji besi" tanya syifa menyeringai menatap tajam pada Alex.
mia mendongkakan matanya melihat syifa yang begitu menyeramkan.
wiiiiw...temen gue ? serem amat.batin mia
" bukan urusan lo" jawab alex ketus
" cih...tuan alex William selamat mendekam di jeruji besi " ucap syifa, lalu meraih tangan mia dan berlalu pergi
" sialan lo brengsek, gue bakal balas dendam sama lo liat aja" gumamnya menyeringai.
syifa pun menghembuskan nafas lega setelah keluar dari kantor polisi.
" fa lo keren banget tadi kayak wonder woman" ucap mia dan mengacungkan 2 jempol nya.
" hehe....semoga aja abis ini gak ada masalah lagi ya mi" lirih nya.
__ADS_1
amin