
adzan subuh teleh berkumandang, membangunkan syifa yang tengah tertidur.
syifa membuka mata perlahan, tapi matanya langsung melotot seketika, bagaimana tidak syifa dan jaynan sekarang tengah berpelukan entah kemana guling yang memisahkan jarak di antara mereka.
Syifa frov
aku mencoba untuk mengangkat tangan jaynan yang berada di atas perutku.
rasanya aku ingin nghilang dari keadaan ini sangking gugupnya.
dan akhirnya aku bisa menyingkirkan tangan nya, aku bangun dan langsung pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan diri.
damn,,, dan ternyata aku tidak membawa baju ganti sama sekali sungguh sial bukan, aku sampai tidak habis fikir dengan kebodohanku, di waktu yang segenting ini bahkan aku melupakan hal yang paling penting.
" ya Allah semoga jay belum bangun"
dan dengan perasaan yang campur aduk aku keluar dengan hanya mengenakan handuk, dan ternyata Tuhan masih berpihak pada ku jaynan masih terlelap dalam tidurnya.
aku pun buru buru berganti pakaian dan menjalankan kewajiban ku sebagai seorang muslim.
saat aku hendak membuka mukena ku tiba tiba jaynan bangun dari tidur nya dan langsung menanyakan jam.
" jam berapa sekarang?" tanyanya dengan suara yang agak serak khas bangun tidur.
aku menoleh " jan setengah 6 pagi " jawabku.
aku agak sedikit gugup karena jaynan terus menatapku sedari tadi. karena aku bingung aku memberanikan diri untuk bertanya.
__ADS_1
" emm,, setelah ini kita mau kemana?"
dia beranjak dari tempat tidurnya lalu duduk di sofa dan memberikan ku tanda untuk ikut dengan nya duduk di sofa.
aku duduk dengan nya satu sofa tapi jarak kami agak sedikit berjauhan.
" hari ini kita pindah ke rumah baruku."
" apa Safira ikut juga" tanyaku agak ragu.
" tentu saja" jawabnya.
tak sadar aku pun tersenyum pada nya, karena aku fikir jaynan tidak semenyeramkan yang di bilang orang orang.
" aku mandi dulu, cepatlah berkemas nanti kita pulang dulu ke rumah ayah untuk menjemput safira, selesai itu kita langsung pergi ke rumah baru." jaynan pun berjalan menuju kamar mandi.
aku mengangguk lalu segera berkemas seluruh barang aku dan jaynan.
aku sempat terkejut ternyata jaynan sudah berada di hadapan ku ketika aku sedang bermain ponsel ku.
" tolong ambilkan handphone ku" titahnya lalu dia duduk di sofa.
aku pun langsung mengambil handphone nya yang berada di laci dekat ranjang.
" nih"
" duduk"
__ADS_1
aku pun kembali duduk satu sofa dengan nya karena memang hanya ada satu sofa di kamar itu.
tiba tiba jaynan melempar kembali handphone nya padaku, dengan sigap aku menangkap handphone yang seharga puluhan juta tersebut.
" masukan nomor barumu!"
aku pun menghidupkan handphone nya tapi ternyata di kunci.
" emmm,, password nya apa?" tanyaku agak ragu.
" 301116" jawabnya.
aku sempat terkejut karena itu adalah hari dimana aku dan jaynan menikah tapi aku tak mau berfikir terlalui macam macam mungkin dia hanya asal memasukkan password saja pikirku.
aku pun langsung mengetik nomerku dan memberikan nama " syifa" di kontrak nya, lalu menyerahkan handphone tersebut pada jaynan.
" ayo kita berangkat" akaknya.
"iya"
aku membawa tas kecil yang berisi baju ku dan baju jaynan tapi jaynan kembali mengambil tas tersebut.
" aku saja yang bawa" katanya.
aku hanya mengangguk sambil tersenyum.
bisa bisa jatuh cinta nih kata gua mah
__ADS_1
kan bahaya Syifa aduh...
kami pun melajukan mobil menuju rumah ayahnya jay untuk menjemput safira.