
hari yang di tunggu tunggu pun tiba.
jam 04.30 adzan subuh berkumandang, syifa bangun lalu berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.
setelah mandi syifa menyambar mukena nya lalu menjalankan shalat subuh nya.
" ya Allah , engkau maha pemurah lagi maha penyayang.hari ini adalah hari pernikahan ku ya Allah, tolong ridho hamba dengan rumah tangga ini. ya Allah yang maha membolak-balikkan hati hambamu. hamba meminta tolong untuk membuat calon suami hamba bisa menerima hamba ya Allah. ampunilah segala dosa yang hamba lakukan termasuk pernikahan kontrak yang hamba jalankan ini ya Allah.
syifa menangis pilu dalam doanya, di masih ragu untuk berumah tangga dengan jaynan.
syifa mengambil Al Qur'an dan membacanya hingga jam 05.00 .
syifa melepas mukenanya lalu berjalan ke ranjang untuk membangunkan sang anak yang sedang tidur terlelap di atas kasur.
syifa duduk dan mengelus rambut safira dengan sayang, air matanya kembali menetes.
" nak maafin mommy sayang, mommy belum bisa jadi ibu yang baik untuk safira, maafin mommy.." lirih syifa lalu mengecup dahi safira.
safira bergerak perlahan lalu mengucekan matanya, syifa buru buru menghapus jejak air mata nya lalu tersenyum.
"anak mommy bangun yuk, "
safira mengangguk dan bangun dari tidurnya lalu menatap mata syifa yang merah karena habis menangis.
safira mengangkat tangannya lalu ibu jarinya mengelus pelan mata syifa.
" mata mommy kenapa kok merah?" tanya bocah kecil tersebut.
__ADS_1
syifa tersenyum " mommy gak apa apa sayang cuma kelilipan aja, mandi yuk nanti keburu siang"
" iya mommy"
syifa dan safira turun dari ranjang dan berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh safira.
selesai memandikan Safira tiba tiba pintu di ketuk, syifa berjalan menuju pintu dan membukanya. tampaklah 4 wanita asing dan satu lagi sahabatnya.
" fa ini mua yang mau make up in lo" ujar mia
syifa mengangguk " mari masuk mba" ajak syifa.
mereka pun masuk ke kamar dengan membawa gaun pengantin dan satu koper make up.
syifa duduk di meja rias, dan ke 4 wanita tersebut sibuk dengan tugas nya masing masing.
setelah 30 menit di dandani akhirnya syifa sudah selesai bermake up dan langsung berganti baju dengan gaun pengantin.
tiba tiba terdengar ketukan pintu dari luar, lalu pintu pun terbuka. ternyata bu dinda, ayah reza dan mia.
mereka mendekati meja rias tempat syifa duduk, syifa pun menoleh.
" wow lu cantik banget fa, gak nyangka gue" ujar mia Sambil geleng geleng kepala.
syifa tertawa geli " biasa aja keles,,,gue emang cantik dari lahir"
__ADS_1
" udah udah" lerai bu dinda, lalu tatapan matanya beralih pada safira " wah cucu nenek cantik sekali " lanjutnya sambil mengusap rambut safira.
" makasih nenek"
Lalu ayah reza melangkah mendekati syifa " nak apa semua sudah siap? kalau sudah siap mari berangkat" ajaknya
syifa berdiri " ayah ibu boleh gak kalo syifa meluk kalian" pintanya.
bu dinda dan ayah reza saling menatap lalu tersenyum, kemudian merentangkan tangannya. kemudian syifa berhamburan memeluk mereka.
" makasih ayah udah mau jadi wali syifa" buliran air mata jatuh di atas pipi cantiknya.
" iya sayang jangan sungkan sama ayah ya"
jawabnya sambil mengusap punggung syifa.
" dan ibu, makasih buat kasih sayang yang ibu kasih buat syifa dan safira." lanjutnya.
" iya sayang "
mereka pun melepaskan pelukannya, mia yang melihat moment tersebut menitikan air mata pasalnya dia tau bagaimana syifa hidup sampai di titik sekarang ini.
" udah dong jangan nangis, yuk berangkat " ajak mia.
mereka pun berjalan keluar rumah keluarga reza lalu memasuki mobil menuju hotel tempat acara pernikahan di gelar.
__ADS_1