"Tuhan Aku Lelah"

"Tuhan Aku Lelah"
Mak lampir


__ADS_3

Jimmy hermawan



seperti rutinitas paginya, syifa memasak dan membangunkan sang anak, makan bersama dan berangkat ke kantor . sesampainya di kantor syifa menyapa karyawan yang lain dengan senyum ramahnya .



*gila tuh cewek cantik banget .bisik karyawan 1


iya jadi pengen gue jadiin bini aja, tapi apa daya muka gue kurang menjamin kebahagiaan..bisik karyawan ke 2


syifa yang mendengar penuturan karyawan laki laki tersebut hanya tersenyum*.


syifa menaiki lift, sesampainya di lantai 3 syifa bergegas menuju meja kerjanya.


" fa tumben lu agak telat " tutur mia, Jimmy dan dion pun menileh menunggu jawaban syifa.


syifa duduk di kursi kerjanya " iya tadi gue nganter safira dulu sekolah " jawabnya. syifa langsung fokus pada komputer nya, sedang kan 3 manusia tersebut hanya manggut manggut.


syifa yang sedang sibuk dengan komputer nya melirik seseorang yang sedang berbicara.


" besok presdir baru akan tiba , persiapan sudah di bereskan oleh staf yang lain jadi jangan ada yang telah besok mengerti " teriak nya.


ke empat manusia tersebut hanya mengangguk mengerti, orang itu pun kembali ke riangannya.


syifa mengusap dadanya lega " siapa tuh serem banget perasaan?" tanyanya.


" itu namanya bu lisa ketua devisi 1 marketing atasan kita " jawab dion


" lebih tepatnya mak lampir" tukas Jimmy.


syifa hanya tersenyum geli dengan penuturan Jimmy , syifa masih fokus dengan berkas berkas nya.

__ADS_1


" maksi yuk guys..." teriak Jimmy.


" berisik congek ..." geram mia..


" duluan aja tar gua nyusul nanggung nih " ujar syifa .


" oh oke gua duluan ya, di kafe depan yak" ujar mia . syifa mengangguk.


dion, Jimmy dan mia pun bergegas menuju cafe depan kantor.


syifa sudah menyelesaikan tugas dan bergegas ke kafe menyusul sahabat nya.


saat pintu lift terbuka tampak bu lisa yang akan masuk .


" selamat siang bu " sapa syifa lalu membungkukan tubuhnya


" hmmmm...lo karyawan baru itu ya ?" tanya nya


" iya mba saya baru 4 hari kerja di sini " ujarnya sambil tersenyum.


syifa pun terkejut pertanyaan macam apa itu pikirnya. " maaf bu tapi saya bukan ****** "


bu lisa menatap sinis " perempuan murahan " ucapnya lalu memasuki lift.


sedangkan syifa jangan di tanya dia sudah sangat marah mengepalkan tangannya, lalu mengatur nafas nya agar emosi nya stabil.


syifa pun berjalan menuju cafe dengan wajah yang kusut , syifa pun duduk bersama sahabatnya itu tanpa menyapa mereka.


Jimmy mia dan dion hanya saling tatap satu sama lain


" lu kenapa pa ?" tanya mia.


" gue lagi kesel sama nenek lampir " jawabnya.

__ADS_1


" maksud lo bu lisa ? tanya jimmy.


" siapa lagi kalo bukan tuh orang, rasanya pengen gue robek mulutnya aahhh..." dengus nya frustasi.


" emang lu di apain fa ?" tanya dion.


" masa ya, gue di tanya katanya tarif gue semalem berapa, gila gak tuh " jawabnya


" sabar fa sabar, dia itu cuma sirik sama lu, liat cowok cowok di kantor kalo liat lo " ujar mia.


" ia gue tau gue cantik , heeeh rasanya pengen gue robek aja tuh mulut nenek lampiir" ucapnya menggebu gebu.


" ck.. narsis nya keluar,,, yaudah buruan makan noh udah gue pesenin " ujarnya.


" iya"


" eh fa gue mau nanya ?" Jimmy


" paan?"


" anak lo umurnya berapa tahun?", tanya jimmy sambil menatap syifa.


"5 tahun " jawabnya datar.


" oh berarti lo nikah muda ya ?" ujarnya.


" hmmmm...."


" trus lo kenapa cerai ?" tanya nya lagi.


seketika tubuh syifa menegang, mia tau jika itu pertanyaan mustshil, bahkan syifa belum pernah menikah sama sekali.


" udah ah jangan bahas kayak gitu males gue kalo harus denger cerita melow..." ujar mia

__ADS_1


Jimmy dan dion pun mengangguk paham, sedangkan syifa menatap sahabatnya itu lalu tersenyum.


thanks mi lo emang adek gue.batin syifa


__ADS_2