
pagi pun tiba 2 anak manusia masih sibuk menyelesaikan mimpinya, syifa yang di tendang kuat oleh mia terpental dan jatuh ke bawah.
" aduuuuh....sakit *****.." ucapnya sambil mengelus ngelus bokongnya. lalu menatap tajam mia yang sedang bergumam tak jelas dalam tidurnya.
syifa hanya bisa mendengus sebal dan berjalan kembali ke kasur, syifa berdiri di atas kasur sambil melompat lompat kecil seperti di trampolin.
" bangun....anak gajah...bangun...." teriaknya.
mia pun mengerjapkan matanya karena kaget,," gempa....." teriaknya....sambil berdiri sejajar dengan syifa.
syifa tertawa terbahak-bahak karena sudah berhasil mengerjai sahabatnya tersebut, sedangkan mia hanya mendengus sebal sambil melempar bantal ke arah syifa.
syifa berlari ke kamar mandi dan menguncinya, dan sekalian saja dia mandi.
sedangkan mia tersenyum senang karena memiliki sahabat yang selalu mengerti akan dirinya.
syifa pun keluar dari kamar mandi menggunakan handuk.
" mi pinjem baju lo dong"
" ambil aja di lemari "
syifa berjalan menuju lemari mia dan memilih baju berwarna hitam polos dan celana jeans tersebut lalu kembali ke kamar mandi untuk memakai baju.
syifa keluar dari kamar mandi dengan penampilan sudah rapi dan berjalan menuju ranjang lalu duduk.
" mandi sonoh!"
__ADS_1
" gak ah dingin,, kan hari ini weekend jadi gue gak mandi " ucapnya tanpa rasa malu sama sekali.
" ck.. pantesan gelar kejombloan lo kembali lagi!"
" yeee,,,,,itu mah cowoknya aja ya gak bisa liat, cewek secantik gue di sia siain."
syifa hanya tersenyum geli.
" padahal gue udah mati matian buat gak selingkuhin dia ,tapi dia malah nyelingkuhin gue, padahal rencananya gue pengen tunangan di hari di mana nanti gue ulang tahun 2 bulan lagi" ucapnya sambil menatap lantai dengan sendu, semua rencananya hancur sudah.
Deg,,
apakah aku harus jujur dengan pernikahan ku karena bagaimanapun mia adalah sahabatku sekaligus saudaraku satu satunya.batin syifa
" emmm...mi gue mau ngomong sesuatu tapi lo jangan pernah bilang ke siapa siapa ya !" pinta syifa.
syifa spontan melototkan matanya dan melemparkan bantalnya tepat di muka mia.
" sakit bangke.." pekiknya.
" lagian ngomong tuh saring dulu kali, ya kali perawan Ting Ting kayak gue hamidun"
" hehehe....sorry deh,,,lagian serius amat neng" ucapnya sambil meminum air mineral.
" gue mau nikah sama pak jaynan " ucapnya lirih tapi masih bisa di dengar oleh mia...
byuuuuurr ( air yang ada di mulut mia menyembur ke luar)
" ukuk.. .uhuk.....uhukk......"
__ADS_1
syifa terpekik kaget dan reflek memukul mukul punggung mia.
" bisa minum gak sih lo ?" tanya syifa sebal.
" ini juga gara gara elu gue jadi keselek syifa,,,lagian tadi lo bilang apa pak jaynan mau nikahin lo" mia pun menyentuh dahi syifa.
" tapi gak panas tapi kenapa halu lo ketinggian banget,, lo gak gila kan fa" pekiknya.
" ******* lo,, gue ngomong jujur,,, pernikahan gue 3 hari lagi,,,tapi plis jangan pernah ngomong sama siapapun ya,,,gue mohon!" pintanya.
" ok tapi kenapa mendadak banget dan gue gak pernah liat lo deket sama pak jay,, lo jujur fa sejak kapan lo kenal sama pak jaynan?" tanya nya menatap tajam syifa.
sedangkan syifa hanya menghela nafas" pertama ketemu jay dulu 4 tahun yang lalu, gue lagi beli kue tapi dia lari jadi kue gue jatoh , setelah berdebat lama dia ganti rugi dan pergi gitu aja.
terus yang ke 2 Pas gue ngajak lo ketaman sama safira terus gue beli es krim eh ketemu dia lagi dan selanjutnya kita bertemu di kantor dan ya gitu deh" jelasnya.
mia mengangguk ngangguk paham" lo cinta sama pak jay?"
DEG...
bagaimana bisa aku jatuh cinta jika hatinya hanya untuk satu orang yaitu luna. syifa.
ya syifa sudah tau tentang luna dari kayna dan Melly.
" cinta kok, jay juga perhatian banget sama aku" ucapnya sedikit gugup.
mia menyernyitkan dahinya.
gue tau lo lagi nyembunyiin sesuatu *gue udah sahabatan 18 tahun sama lo gue tau setiap mimik muka yang lo berikan tapi gue mau lo siap dulu cerita ke gue.mia
" yaudah makan* yuk, lagian gue udah kangen sama ponakan gue " ucap mia sambil menggandeng tangan syifa menuju meja makan.
__ADS_1
mereka makan dengan senyum yang selalu mengembang dalam wajah mereka, suasana kekeluargaan begitu terasa dalam satu meja makan tersebut.