"Tuhan Aku Lelah"

"Tuhan Aku Lelah"
berdandan


__ADS_3

jam menunjukkan pukul setengah enam sore syifa dan mia sedang berjalan menuju rumah mia sambil mengobrol, tiba tiba handphone syifa berdering.


"hallo"


"kamu di mana?"


" aku lagi di rumah mia"


" ok nanti akan ada orang yang mengirim baju dan makeup, pakailah! jam 8 nanti ku jemput."


bukankah kita sedang di pingit ya,,ah bodo lah .....batin syifa


" iya"


tanpa menjawab lagi jay langsung mematikan telepon nya.


" siapa?" tanya mia.


" jay gue di suruh dandan, nanti dia jemput" ucapnya lesu.


mia menautkan alisnya " kenapa?"


syifa mendongkakan wajah " gue kan gak bisa make up,," ucapnya lirih.


mia tersenyum geli" tenang tar gue make up in ,,,santuy bae ok" ucapnya sambil mengangkat jempol nya.


akhirnya senyum di wajah syifa terbit, syifa tersenyum dan mengangguk.


" yaudah yuk balik udah Maghrib nanti safira nyariin " ucap mia.


mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah, mia dan syifa melirik papper bag yang ada di sofa lalu menatap Bu dinda yang sedang duduk sambil mengelus rambut safira yang sedang tidur.


" papper bag siapa mah? tanya mia, lalu kami berdua duduk.

__ADS_1


" katanya dari calon suami syifa" ucap bu dinda lalu melirik syifa,, " kenapa gak ngomong sama ibu kalo kamu mau nikah nak?" tanya bu dinda.


" emmmmm.... syifa rencana nya masih 2 bulan lagi bu tapi calon suami syifa minta cepet jadi 2 hari lagi deh..hehe.. " bohong syifa.


maafin syifa harus bohong bu ini demi masa depan safira.syifa


" iya nih mah,,aku aja baru taunya tadi pagi,,,jahat banget kan." ucapnya sambil mencebikan bibirnya.


sedangkan syifa hanya menyengir kuda. " oh iya bu,,nanti malem syifa mau keluar sebentar,,, syifa nitip safira sama ibu yah?"


" iya gak apa apa lagian ibu seneng kalo safira tinggal di sini jadi rumah rame gitu,,, makannya mia cepetan nikah!"


mia memutar bola matanya malas " tuh pasti ujung ujungnya kawin"


bu dinda dan syifa tertawa geli melihat expresi mia yang seolah muak dengan kata menikah.


" yaudah yuk tar keburu jay datang" ajak syifa.


mia dan syifa menaiki kamar mia lalu mandi secara bergantian.



" woy napeh?" tanya mia yang terlihat terkejut dengan isi paper bag .


" liat nih make up nya banyak banget,," ucapnya sambil menunjuk isi paper bag.


mia menengok isi paper bag tersebut " wajar kali namanya juga bos apa yang dia mau,,ya pasti ada "


" ya tapi buat apa make up sebanyak ini,,,bedak gue kan cosson baby, gue gak mau pake bedak kayak gini,,"


" ih bawel banget sih,,,sini buruan deh nanti lo ke maleman lagi !"


syifa berjalan menuju meja rias dengan menghentak hentakan kakinya kesal. lalu duduk berhadapan dengan mia.

__ADS_1


"inget ya gue gak mau tebel tebel,,,kalo make up gue tebel,,,gue gorok lo" ancamnya.


mia memutar bola matanya jengah "gak tau terima kasih banget sih lo,, udah untung juga gue bantu lo,,masih ngegrutu aja "


" ok ok gue diem"


mia pun menoleh make up dengan tipis sesuai dengan permintaan syifa, sesudah makeup syifa langsung bergegas berganti baju.



" gila loe cakep banget,,pantesan presdir jay mau nikahin loe " ejek mia.


syifa mendengus sebal,, " dari dulu emang gue cantik lo nya aja ya gak sadar sadar ".


" ck yaudah sonoh brangkat,,tadi gua denger suara mobil parkir depan rumah gue kayak itu pak jay deh"


" oh ok bye..."


syifa berjalan menuruni tangga, lalu membuka pintu dan berjalan menghampiri jaynan yang sedang bersandar pada mobil sambil memejamkan matanya.


" maaf nunggu lama" ucap syifa.


spontan jaynan langsung membuka matanya dan melihat sosok cantik yang ada di hadapannya, jaynan menelan ludahnya dengan susah payah.


*sialan kau hansa,, kenapa kau memilih baju seseksi itu..gerutu jaynan dalam hati.


" masuk" hanya kata* itu yang mampu keluar dari bibir jaynan.


syifa mendongkakan wajah nya menatap manik mata pria tampan yang ada di hadapannya lalu mengangguk.


kenapa setelah sekian lama aku mengenalnya dia semakin tampan saja.


__ADS_1


syifa dan jaynan memasuki mobil dan perlahan mobilpun meninggalkan kediaman ibu dinda.


__ADS_2