
sampailah kita di rumah ayah kevin, aku dan jaynan masuk beriringan karena tadi ketika di mobil jaynan sudah memperingatiku agar tidak terlalu formal.
aku melihat safira sedang bercanda ria dengan ayah di meja makan, tanpa aku sadari aku tersenyum. terima kasih Tuhan walaupun safira bukan cucu kandungan mereka tapi mereka menganggap seperti cucu mereka sendiri.
ayah pun melirik ke arah ku dan jaynan,," sudah sampai nak ayo sarapan bersama " ajak ayah kevin pada kita berdua.
" iya ayah" jawbku sambil duduk berhadapan dengan jaynan.
" mommy safira kangen banget sama mommy,"
aku tersenyum mendengar rengekan anaku, " mommy juga kangen safira, safira gak nakal kan? gak ngerepotin uyut sama kakek kan?"
safira menggeleng kuat," safira gak nakal ko mommy,, ya kan kek?"
ayah pun langsung mengusap rambut safira gemas" iya safira cucu kakek yang paling baik"
aku pun tersenyum, syukurlah batinku jika safira tak merepotkan mereka semua.
" tante tita di mana nek? tanya jaynan, otomatis aku menoleh pada nya.
" tadi pagi dia sudah pergi, entah ke mana anak itu pergi" jawabnya.
aku pun mengangguk nganggukan kepala lalu melanjutkan makan.
selesai sarapan bersama kita duduk di ruang tamu sambil berbincang bincang.
" oiyah,, nanti siang kami pindah ke rumah baru yah"
ayah nampak terkejut dengan ucapan jaynan" loh kenapa? apa syifa tidak betah di sini nak?" tanya ayah padaku.
__ADS_1
" bukan syifa yang ingin pindah yah tapi aku"
" untuk apa kalian pindah, apa rumah ini kurang besar untuk kalian, lagi pula jika kau dan syifa bekerja safira dengan siapa? sendirian? tidak, tidak ayah tidak mengizinkan kalian pindah." jawab ayah final.
jaynan tidak bisa apa apa lagi kalau begini" baiklah yah"
setelah mengobrol cukup lama kita pergi bertiga ke kamar jaynan.
saat di buka pintu kamarnya nampaklah kamar bergaya minimalis dengan cat abu abu dan putih menampakkan kesan elegan di kamar itu.
" rapihkan baju² mu dan susun di lemari putih itu " perintah nya.
" iya"
" safira sini sama dady" ajaknya.
sekitar 15 menit aku berbenah, aku tak mendengar lagi mereka berbicara lalu aku menoleh dan ternyata mereka tengah tertidur, aku tertawa kecil melihat jaynan tengah mendekap safira seperti ibu yang sedang menyusui anaknya.
aku berjalan menghampiri mereka lalu menaikan selimut untuk menghangatkan tubuh mereka.
aku bingung harus berbuat apa sekarang, aku melihat jam sudah pukul 11 siang, akhirnya aku turun menuju dapur untuk memasak.
" siang non,, bisa bibi bantu"
" enggak bi syifa cuma mau masak aja" jawabku.
aku melihat gurat keterkejutan di wajah mereka, aku hanya tersenyum kecil.
" gak apa apa kan aku ikut masak juga" ijinku pada para asisten rumah tangga yang ada di sana.
__ADS_1
" tapi non bibi takut nanti tuan muda marah melihat non ada di dapur"
" jay lagi tidur bi tenang aja" jawabku aku langsung memakai celemek dan memasak makanan rumahan yang sering ku buat ketika di kontrakan.
saat aku sedang memotong cabai tiba tiba terdengar suara tante tita di belakang ku.
" apa kau pembantu baru?" tanyanya menatap sinis padaku, aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaan nya.
" pantas juga kau jadi pembantu dari pada jadi istrinya jay,, tak selevel dengan keluarga kami" sungutnya sambil menuangkan air lalu meminumnya dan berjalan pergi meninggalkan ku.
aku meremas rokku, apa yang di katakannya memang benar aku lebih pantas jadi pembantu dari pada menjadi istri nya jay.
asisten rumah tangga yang melihat ku di perlakukan seperti itu oleh tante tita hanya memandang iba pada ku.
" sabar ya non"
aku tersenyum lebar pada nya" makasih bi."
aku kembali memasak, 1 jam lebih ku habiskan di dapur, jam menunjukkan pukul 12 siang aku bergegas naik ke atas lalu mandi karena badanku sudah lengket karena memasak barusan.
setelah mandi aku menunaikan shalat terlebih dahulu, lalu membangunkan jaynan dan safira.
" mas bangun,, waktunya makan siang" aku menyentuh tangan nya, walaupun agak sedikit takut tapi aku berusaha untuk berani, mau gimana lagi pikirku.
dia tampak menggeliat lalu membuka matanya, safira yang terusik dari tidurnya pun langsung bangun.
" ayo makan siang dulu" ajakku.
" sebentar aku cuci muka dulu, ayo safira" ajak jay pada safira untuk pergi ke kamar mandi membasuh wajahnya.
__ADS_1