
kicauan burung terdengar nyaring di telinga gadis cantik bermata coklat tersebut.
tapi bukan senyuman yang hadir di pagi hari yang sangat cerah tersebut, melainkan isakan tangis yang begitu menyayat hati siapapun yang mendengarnya.
" tuhan takdir seperti apa yang coba engkau mainkan, aku sudah lelah tuhan, hidupku sekarang sudah tak berarti" lirih nya Sambil terus terisak meratapi apa yang terjadi semalam.
flashback off
" bawa dia ke kamarku" perintah bos tersebut.
" baik bos" jawab pengawal tersebut.
pengawal tersebut membawa syifa menuju kamar sang bosnya yang berada di lantai 2 rumah tersebut.
pengawal tersebut membaringkan syifa di atas kasur bosnya, dan berlalu meninggalkan kamar kecuali bosnya bernama heru angkasa.
" emmmh" syifa terbangun dari pingsannya
" aw, kepalaku sakit" ucapnya lirih.. syifa pun melihat sekeliling kamar dan menangkap satu sosok lelaki yang berwajah garang kira kira berumur 40 tahun.
" sudah bangun sayang" ucap herus tersenyum menyeringai dan mendekati syifa.
" jangan dekati aku, pergi kamu pergi" teriak syifa sambil terus menangis.." pergi saya mohon pergi" ucap syifa lirih.
"ck.. beraninya kau mengusirku dari kamarku sendiri. kau itu sudah ku bayar sekarga 3 miliar, jadi menurutlah atau ku bunuh kau" teriaknya
" dasar brengsek" teriak syifa
plaaakk..
tamparan keras mendarat di pipi syifa hingga berdarah
heru pun mencekal dagu syifa.
__ADS_1
" dengarkan aku baik baik, itu belum seberapa jika kau terus bersikap seperti itu lagi ku bunuh kau" bisik nya dan menghepas wajah syifa ke kasur.
" dengar 1 minggu lagi layani aku di atas ranjang , karena aku sedang tidak nafsu kepada darah kotor yang ada di v*g*n* mu itu, jika kau tidak mau ku bunuh kau saat itu juga" ucapnya
" jangan mimpi kamu brengsek" teriak syifa pada beru.
heru pun langsung gelap mata dan memukul syifa dengan tongkat baseball.
bughhh
" awwwww" teriak syifa
heru pun langsung pergi keluar kamar tanpa sepatah kata pun.
" hiks....sakit....hikss..ibu" ucap syifa sambil terisak
flashback end.
krrriiiet..( pintu kamar terbuka)
" nak makanlah" ucapnya lembut.
" hikss... saya gak lapar..hiks ..." jawab syifa lirih sambil menunduk.
" makan lah nak, nanti ibu bawa kamu keluar dari sini tapi makan dulu ya" bujuknya lagi
syifa pun langsung mengangkat wajahnya " benarkah?" tanya nya dengan wajah yang berbinar binar.
" iya besok kita pikirin caranya oke, tapi kamu harus makan dulu" jawabnya tersenyum.
" tapi ibu gak boong kan sama syifa?" tanya syifa berubah murung.
perempuan itu pun tersenyum," perkenalkan nama ibu Daniah, ibu istri pertama heru angkasa yang menyekapmu di sini" jawabnya.
" benarkah tapi kenapa ibu mau melepaskan saya?" tanya syifa.
__ADS_1
" karena ibu kasihan pada mu sayang, karena ibu tidak memiliki anak jadi ibu sangat menyayangi kamu, waktu pertama kali kamu di bawa ke rumah ini ibu melihatmu pingsan, ibu ingin menolong mu tapi kita harus pikirkan rencana kita matang matang oke,besok ibu kesini lagi ya " jawabnya sambil berlari keluar.
syifa pun tersenyum dan memakan makanan yang di bawa ibu daniah.
_________________________
mia Frov.
pagi hari yang begitu menyedihkan bagi mia, sang sahabat karib menghilang entah kemana .
" fa... hiks..hiks...hiks...lo di mana,,gu kangen hiks hiks hiks" lirih nya Sambil melihat poto syifa dan dirinya.
" fa.. hiks...hiks...gue janji gak bakal nyebut lo monyet lagi..hiks..tapi lo pulang dong" ucap lirih sambil terus terisak.
ibu mia yang akan memanggil mia untuk sarapan. tiba tiba berhenti di depan pintu. mendapati anaknya yang terus menangis dari semalam, ibunya pun merasa prihatin pada sang anak. ibu mia pun menghampiri anaknya yang sedang menangis.
" nak,, sarapan yuk" ajaknya.
" ibu duluan aja" jawabnya.
bu dinda pun menghembuskan nafas berat, dan duduk di samping sang anak dan mengelus rambut mia.
" nak kamu harus makan, ibu tau kamu sedih, tapi kamu harus makan nak, nanti syifa marah loh sama kamu" ucap bu dinda.
mia pun langsung memeluk bu dinda dengan erat sambil terus menangis." bu..hiks..hiks..mia takut syifa di apa apain sama alex bu..hiks..hiks..mia juga gak tau syifa udah makan apa belum bu..hiks...hikss..." ucapnya sambil terus menangis.
ibu mia pun melepaskan pelukannya dan menatap sang anak." dengerin ibu, mia harus makan, biar nanti kuat nyariin syifa nya" ucap bu dinda sambil mengusap air mata anaknya.
" makan yuk" ajaknya lagi
mia pun mengangguk.
__________________
__ADS_1
jangan lupa like vote nya kakak ❤️❤️