
setiap orang pasti punya masalah masing masing, kehidupan tak seindah apa yang kita pikirkan karena di atas awan masih ada awan.
begitulah penderitaan yang sekarang syifa alami , terlalu percaya, dan coba menyangkal segala keganjilan yang ada
Syifa Frov.
" tuhan bagaimana ini bisa terjadi , apa salahku di masa lalu , hingga hidup ku begitu menyedihkan, kenapa dunia tidak mengijinkan aku untuk bahagia , tuhan kenapa?" batinnya meratapi segala apa yang terjadi di hadapannya sekarang.
syifa sudah tak kuat untuk tetap tegar air mata nya meluncur tak terkendali. lelaki bertubuh tinggi dan sangar mendekati syifa dan tersenyum iblis.
" pengawal bawa dia ke dalam mobil" perintah nya pada anak buah nya
" naik bos" ucap pengawal,
syifa pun di seret oleh dua pengawal bertubuh tinggi tersebut.
" lepasin aku gak mau..." triak syifa sambil meronta untuk melepaskan diri." lepas..alex hiks...hiks... tolong aku.." ucapnya sambil terisak.
bos pengawal pun memberikan kode untuk membekap mulutnya, syifa pun di bekap oleh obat bius.
" ini untuk mu Alex 3 miliar, saya pergi" jawabnya sambil memberikan cek dan pergi di ikuti syifa yang sudah pingsan di panggung sang pengawal.
syifa pun di bawa menuju mobil Alfard. di dudukanya syifa di kursi mobil tengal dengan bos pengawal tersebut.
" kamu cantik sekali syifa sayang tapi nantinya kamu hanya akan menjadi budak **** ku saja" jawabnya menyeringai.
" cepat bawa ke rumah" jawabnya memberikan instruksi .
" baik bos" jawab pengawal.
mobil Alfard pun melaju meninggalkan hotel tersebut menuju rumah bos mereka.
__ADS_1
________________________________
Mia Frov.
sesampainya aku di hotel, aku langsung memasuki hotel tersebut .
" mbak gedung atas nama alex William di lantai berapa?" tanyanya pada resepsionis.
resepsionis pun mengecek daftar nama penyewa gedung. " maaf mbak tapi gedung atas nama alex William tidak ada mbak" jawab resepsionis.
mia pun tampak berfikir" coba atas nama Asyifa nur Sabrina ada gak mbak?" tanyanya lagi pada resepsionis.
resepsionis pun mengecek kembali. " mohon maaf mbak tapi gedung atas nama Asyifa nur Sabrina tidak ada juga mbak" jawab resepsionis.
" oh yaudah makasih mbak" jawabnya sambil pergi menuju parkiran hotel.
mia pun langsung menelpon syifa tapi handphone nya tidak aktif begitu juga dengan alex.
" aya dong fa jangan bikin gue stres , di mana lo?" tanya nya lagi pada diri sendiri sambil terus menelpon syifa.
" ah mending gue ke kontrakan nya aja" jawab mia sambil bergegas masuk ke mobil dan menancapkan gas menuju rumah syifa.
di perjalanan fikiran mia terus melayang kemana sang sahabat pergi, karena hotel pun tidak mencatat adanya gedung yang di pesan syifa. sesampainya di rumah syifa, mia bergegas masuk karena dia mempunyai kunci cadangan rumah tersebut tapi nihil syifa tidak ada di rumah tersebut .
" aduh fa lo di mana sih, gue udah cari ke hotel gak ada, ke kontrakan lo juga gak ada, lo di mana sih?" ucapnya sambil terus mondar mandir." ah gue mending ke panti aja siapa tau dia di sonoh" ucapnya sambil bergegas menuju panti
sesampainya di panti mia langsung bergegas lari masuk dan mencari bu asih.
" bu syifa ada di sini gak buk?" tanya mia.
" loh kan nak mia juga tau syifa kan sekarang lagi di hotel ini juga ibu lagi nunggu jemputan nak alex, kata syifa nanti bakal ada yang nyusul ibu pergi ke sana tapi ibu udah 1 jam nunggu jemputan nya gak dateng dateng nak " jawab bu asih.
__ADS_1
" aduh buk tadi mia pergi ke hotel kata resepsionis gak ada gedung atas nama alex ataupun syifa buk, teus mia telpon mereka berdua tapi gak ada yang aktif satupun. terus mia ke kontrakan syifa tapi syifa gak ada juga, jadi mia ke sini deh buk, kali aja ibu tau gituh" tanya mia.
" ibu juga gak tau nak" ucap bu asih merasa risau dengan keadaan anak angkatnya tersebut.
" ya udah buk jangan panik kita ke apartemen alex sekarang oke" ucap mia menenangkan buk asih yang sudah keliatan panik.
mia dan buk asih pun bergegas menuju apartemennya alex, sesampainya di depan apartemen alex mia terus memencet bel tapi tidak ada yang memuka pintu, sekitar 15 menit pintu kamar sebelah apartemen alex terbuka.
" cari siapa yah buk? tanya pemilik sebelah apartemen alex
" saya cari alex buk" jawab mia
" oh nak alex sudah pindah 3 jam yang lalu kira kira, saya permisi dulu mari" ucapnya.
seketika tubuh buk asih ambruk ke lantai.
" di mana kamu nak, ibu khawatir sayang hiks.. hiks.. ibu gak rela kalo harus kehilangan kamu nak" ucap buk asih sambil terus terisak.
" sabar ya bu nanti mia bantu cari syifa, sekarang ibu pulang dulu ya mia anter" ucap mia.
mia pun memapah bu asih menuju mobil, di dalam mobilpun tidak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut mereka karena terlalu sibuk dengan pemikiran nya .
sesampainya di panti mia memapah bu asih menuju kamar nya dan pamit pulang, mia pun begegas masuk ke dalam mobil, fikirannya terus melayang mencari di mana sahabatnya itu.
" ck .. brengsek lo alex, lo kemanain syifa gue" teriaknya sambil memukul mukul setir.
" fa lo di mana, gue kangen, jangan bikin gue khawatir kayak gini dong fa, gue bisa stres mikirin lo terus" ucapnya lirih sambil terus terisak dan menyandarkan kepalanya di stir mobil.
________________
__ADS_1
jangan lupa like dan vote nya kakak.