
"Yah bapak,gak enak ntar dikira aku ngegodain bapak lagi!".
"Lucu juga ya kamu,ya mana mungki lah kan aku sudah tua kamu masih bocah jadi mereka gak akan salah paham kok!"Ujar pak felix.
Aku tidak menjawab hanya memberikan senyuman apalagi saat dikatakan bocah, apa dia tidak tau masalahku lebih besar dari masalahnya tapi aku gak kayak dia gampang sedih berarti yang bocah kan dia.
Aku hanya menggerutu dalam hati karena omongannya tadi.
"Siapa pacarmu pu?".Tanya pak felix.
Aku menggeleng ke arah pak felix,"gak ada pak!".
"Loh kok bisa gak ada,cantik begini! kalau aku masih muda aku yang bakal deketin kamu pu!".
Tatapan pak felix yang sangat tajam membuatku gemetaran.
"pa..pak ada-ada aja!"Aku cengengesan mendengar omongan pak felix.
Akhirnya kami sampai juga dirumah pak felix dan benar-benar membuat mataku tak berkedip karena rumahnya sangat besar dan mewah.
"Sebentar ya turun dulu jemput anak-anak atau kamu mau masuk?"tawar pak felix.
Aku menggeleng,"Gak usah pak aku dimobil aja!".
Aku masih terpana melihat megahnya rumah pak felix bayangkan halaman depan saja seluas rumahku apalagi isi rumah dan belakangnya.Benar-benar sudah mapan baik lagi aku masih bingung mengapa istrinya meninggalkannya.
Dari kejauhan terlihat pak felix berjalan menuju mobil bersama dua anak perempuan kecilnya,langsung kubuka pintu depan dengan maksud hati untuk pindah kebelakang.
"Jessi,Chiara ini anak siswa papa tadi motornya mogok jadi numpang papa!"Pak felix memperkenalkan aku dengan kedua anaknya.
"Hai tante kenalin aku chiara dan ini jessi!Kata chiara dan jessi yang mengarahkan tangannya untuk bersalaman denganku.
"Jangan panggil tante ya, gimana kalau panggil aku kakak kan aku belum tua!Oke?"Jawabku sambil tersenyum.
Tawa pak kevin pecah ketika mendengarkan pernyataanku barusan,
"Panggil sesuka kalian aja ya nak!".
"Wajahnya mirip korea banget gimana kalau kami panggil eonni aja?"tawar jessi kepadaku.
Aku tak kuasa menahan ketawa ,
"wah sama-sama penggemar drakor nih! oke deh deal eonni ya!".
"Ya udah kita masuk kemobil ya! jessi,chiara dibelakang ya!".
__ADS_1
Aku merasa tidak enak dengan maksud pak felix"aku dibelakang aja pak!".
Chiara mendorongku kearah pintu depan,
"anak-anak dibelakang eonni!".
Setelah dibujuk mereka bertiga akhirnya kuputuskan untuk duduk didepan walau dengan perasaan kurang enak.Jujur saja aku merasa segan takutnya dikira mau mendekati pak felix tapi setelah kulirik mereka berdua kurasa mereka malah menganggapku kakak.
Tidak terlalu jauh dari rumah pak felix kami sudah menuju dekat rumah mamanya.
Pak felix membelokkan mobilnya kedalam pagar yang sudah terbuka dan rumah orangtuanya tak kalah mewah.
"Pa,papa ikutkan kedalam?"tanya jessi.
"Papa ada urusan sayang nanti pulang papa jemput aja ya!"pinta pak felix.
Chiara merengek manja dengan pak felix,
"Ayolah papa,chiara malas lama-lama disana soalnya acara nenek-nenek semua!".
Pak felix turun dari mobil dan membuka pintu mobilku dan anak-anak dan mendekati chiara,
"papa benar-benar ada meeting yayasan.Nanti pulang dari sini kita beli es krim aja ,oke?".
"Eonni aja ya temeni kita!"Ajak jessi dengan menarik lenganku.
"Eonni ikut ya.Chiara sama jessi gak ada teman ntar,nenek orangnya ngebosenin males kalau cuma kamu berdua disana".bujuk chiara dengan manja yang membuatku pusing 7 turunan.
Kalau kutolak yang ada nilaiku pasti diturunkan atau kerjaanku bakal dibongkar pak felix tapi kalau kuterima apa kata keluarganya nanti.Benar - benar membuatku pusing.
"Kamu bisa temani mereka pu? bisa ya tolong".
mataku terbelalak mendengar kata-kata pak felix antara bertanya atau menyuruh ditambah ini sudah jam 4 sore aku belum sampai rumah untuk memberi makan ibu,membereskan rumah dan bersiap-siap untuk kerja.
Pilihan yang sulit kepalaku mau pecah semua ini karena motorku tadi.
"Pak,aku ntar terlambat kerja!"bisikku pelan.
"Kamu tenang saja ntar aku yang urus.Oke?".
Aku tak tau lagi bagaimana cara menolak bayangkan tiga dilawan satu otomatis satu yang kalah,
"Iya pak"pasrahku menjawab.
Jessi dan Chiara menggandeng tanganku menuju kedalam rumah,ntah apalagi nanti yang terjadi disana kalau melihat rok SMA ku yang dibalut dengan sweater ungu.
__ADS_1
Felix! "panggil seorang ibu setengah tua yang tak lain adalah mama pak felix.
"Hai ma,selamat ulang tahun ya.!Aku ada meeting yayasan yang gak bisa ditinggal jadi aku titip mereka ya ma!".
Mama pak felix menaikan alisnya mendengarkan pernyataan pak felix dan juga melihatku,
"selalu begitu!anak siapa yang kamu bawa ini felix??".
Pak felix melihatku,"Ini namanya puan ma".
"Gak penting bagi mama! kenapa anak sekolah yang kamu bawa? Ancha mana?"tegas mama pak felix.
"Ih oma marah mulu keliatan tuanya tau,ini eonniĀ anak muridnya papa motornya mogok terus ditumpangin ya sekalian kita minta buat temenin ke ulangtahun oma!"Ucap Chiara yang membela papanya dihadapan omanya.
"Mimpi apa aku semalam malah melihat yang beginian mana ini mamanya gak suka lagi ngelihat aku!"Gumamku dalam hati yang benar-benar menyesal telah mengiyakan permintaan mereka.
"Salam kenal oma nama aku perempuan siswanya pak felix!"ujarku dengan raut wajah yang sumringah walaupun terpaksa kulakukan.
Mama pak felix tidak menghiraukan sapaanku malah membalikkan badannya kearah pak felix,
"Ancha mana?kamu gak jemput dia?atau hubungi dia?".
"Aku lupa ma,ya udah ya lain waktu kan bisa! aku pergi ya ma nanti kalau sudah selesai aku jemput anak-anak. Anak-anak papa pergi ya jangan nakal,!pu titip anak-anak ya!" pamit pak felix yang langsung pergi tanpa memperhatikan ekspresi wajah masam mamanya pak felix.
Chiara menarik tanganku menunjuk kearah tempat es krim berada,
"Kesana yuk eonni chia pengen makan es krim".
Aku mengangguk,mengikuti kemauan chiara dan meninggalkan mama pak felix dengan wajah permisiku ya walaupun tetap saja tidak dianggap sedangkan jessi mengikuti kami dari belakang.
****
Dimobil pak felix
Ponsel pak felix berbunyi dan ternyata ancha yang menghubunginya,
"Halo cha!aku lagi dijalan mau meetin yayasan".
"Kamu gak jadi ketempat tante,lix?".
"Maaf ya cha,aku tadi benar-benar terburu-buru jadi cuma antar chiara dan jessi kesana langsung ke kantor yayasan!"Jawab pak felix.
Dari kejauhan terdengar suara ancha yang sedikit lemas,
"kamu ini kapan sih aku dianggap!kamu udah baca pesan aku?".
__ADS_1
"Pesan apa cha?aku gak ada pegang hp soalnya!"ujar pak felix yang sedikit berbohong.
"Sarah tadi datang kebutik aku!".