
Pak felix mengeremkan mobilnya secara tiba-tiba setelah mendengar nama mantan istrinya dari ancha,
"Hah? Sarah ketempat kamu? ngapain cha?".
"Cuma jalan aja lihat butik baru aku!".
"Dia nanyain aku cha?"Tanya pak felix dengan nada berharap.
Ancha yang sedikit cemburu memutuskan untuk tidak menceritakan apa yang sarah katakan dibutik tadi,
"gak ada, ya udah aku meluncur aja ketempat tante! assalamualaikum"Pamit ancha yang langsung mematikan ponselnya.
****
Di tempat mama pak felix
Akhirnya acara ulangtahun pak felix dimulai dengan sangat mewah diadakan ditaman belakang rumahnya dengan dekorasi benar-benar indah.Tamu-tamu yang hadir pun bukan sembarang orang,jika dilihat kebanyakan pengusaha-pengusaha besar.Kulirik kanan kiri mencari chiara yang tidak bersama diriku hanya ada jessi.
"Jes,eonni cari chiara dulu ya!".
Jessi menarik baju kiriku ingin membisikkan sesuatu,
"chiara begitu dia pasti sekarang lagi dekat kolam renang sambil makan coklat".
Aku mengangguk dan langsung menuju kolam renang.Ternyata betul yang dikatakan jessi,chiara sedang asyik makan coklat dipinggi kolam.
"Loh chiara kok gak kesana?kan udah mau acara tiup lilin!"Tanyaku yang langsung duduk disampingnya.
Chiara menggeleng,"Gak ah! ngebosenin acaranya!".
Aku memperhatikan gerak-gerik chiara dari mulai caranya memakan cokelat,mengayunkan kakinya ke kolam dan melihat wajahnya yang sedikit sendu.
"Eonni boleh bertanyakah?".
Chiara mengangguk,tanda dia mempersilahkan aku bertanya padanya.
"Kamu lagi sedihkah?".
Chiara menoleh ke arahku,"Kok eonni bisa tau?".
"Ya tau dong,soalnya eonni kalau lagi sedih juga gitu suka menyendiri sambil makan cokelat apalagi pas hari hujan".
"Eonni ,salah gak kalau kita berbohong?".Tanya chiara dengan raut serius.
Kembali chiara melanjutkan kata-katanya,
"Katanya kan berbohong gak apa-apa kalau demi kebaikan?".
Aku menggeleng dengan mantap,
__ADS_1
"Chia,apapun namanya kalau udah bohong ya tetap salah.Lebih baik mengatakan dengan jujur sekalipun itu menyakitkan!".
"Jadi salah ya?".
Aku mengangguk,
"Chia bisa kok cerita ada apa jangan ditutupi".
Chiara meletakkan cokelat yang tinggal setengah disampingnya dan memandangku,
"chiara tuh rindu sama mama sebenarnya tapi chia benci kalau lihat mama apalagi kalau dengan om yang jahat itu!".
Glek..
Tenggorokanku seakan tertahan mendengar curhatan chiara,karena menurutku sebenarnya aku tidak pantas mendengarnya karena aku bukan siapa-siapa.Tapi apa boleh buat terlanjur aku yang memancingnya tadi.
"Chia,sesalah-salahnya mama dia tetap mama kita,surga masih ditelapak kaki mama kita gak bisa gantikan dengan siapapun.Chia boleh gak suka dengan mama tapi jangan sampai benci,cukup chia bawa dalam doa biar Tuhan yang melakukan kehendakNya untuk mama". Jawabku dengan sangat bijak,ya bijak hanya dalam memberi saran ke orang-orang tapi tidak untuk diriku.
Chia tersenyum menatapku,
"gitu ya?tapi chia masih belum bisa maafin mama?".
Aku mengusap dengan lembut rambut panjangnya chiara,
"nanti juga dengan sendirinya chia bisa kok maafin mama,yang harus chia tanamkan dalam hati Tuhan aja mau mengampuni kesalahan-kesalahan chia masa chia sendiri gak bisa maafin mama".
"Iya ya eonni,makasih ya udah dengerin chiara.Nanti kita makan es bareng ya eonni!".Pinta chiara.
"Ah manusia pintarnya menasehati namun tak mampu menerapkan didirinya sendiri!"batinku menyindir dalam hati.
Jessi datang dan menepuk punggungku,
"Ayok kedepan,aku sendirian! masa gabung sama yang tua-tua!".
Kami berdua tergelak tertawa mendengar keluhan jessi.Kami bertiga pun berjalan menuju taman.
Mama pak felix menghampiri kami yang sudah sampai ditaman,
" Chia,Jessi darimana aja sih? jangan jauh-jauh apalagi sama orang baru!"sinis mama pak felix yang menatapku dengan tajam.
Sebelum chiara menjawab tiba-tiba seorang wanita berbalur jilbab hijau datang,
"Assalamualaikum,hai tante!".Wanita itu mencium pipi kanan kiri mama pak felix.
"Walaikumsalam ancha,kamu datang akhirnya! Apa kabar?"jawab mama pak felix dengan mata berbinar seperti baru dapat togel.
"Alhamdulilah baik,tante makin cantik loh. Ini kado dari ancha ya tante,selamat ulang tahun!".
Mama pak felix menerima kadonya dengan sumringah beda sekali dengan melihatku tadi seperti melihat tahu gosong,
__ADS_1
"mungkin karena aku masih sekolah!"Aku berkata dalam hati.
Wanita itu menatapku dan langsung menatap chiara dan jessi,
"Hai sayang!".
Jessi dan chiara menjawab serempak,"Hai tante!".
Dia tersenyum kearahku,Halo,saya ancha !kamu siapa ya?".
Aku membalas senyumannya dan menjawab,
"Hai tan,namaku perempuan panggil aja puan siswanya pak felix,kebetulan tadi numpang karena motor mogok jadi malah disuruh kesini jaga anak-anak sebentar!"
Ancha tersenyum manis,"Oh felix nyusahin anak siswanya! kebangetan dia mah!kamu kalau mau pulang gak apa-apa biar saya pesankan taxi,anak-anak sama saya saja!".
"Gak tante,eonni sama kita aja soalnya tadi itu pesan papa!"Sanggah jessi dengan wajah datarnya.
Aku hanya tersenyum dengan kaku karena bingung harus bagaimana.
"Gak usah dipikirkan cha,namanya anak ingusan! harusnya kamu kalau sudah ditolong tau diri dong! pulang kek langsung!"sindir mama pak felix.
Ingin rasanya kumaki wanita ini daritadi namun karena sudah orangtua jadinya aku diam saja.Semua ini salahku kenapa tadi kuiiyakan permintaan pak felix yang menumpangiku tadi.Hari yang lagi-lagi sial bagiku.
"Oma ngomongnya kok begitu!kan eonni gak salah apa-apa!"bela chiara.
"Chia kamu kok malah bela orang baru sih! bisa aja kan dia niat jahat!".seloroh mama pak felix yang lagi-lagi menghinaku.
Tiba-tiba suara lelaki datang dari belakang,
"mama kenapa sih?aku yang suruh puan buat jagain mereka!".Kata pak felix yang baru saja tiba sepertinya.
"Kamu udah selesai dari meetingnya lix?"Tanya ancha yang mendekati pak felix.
Pak felix mengangguk tersenyum dan langsung menatap kearah jessi dan chiara,
: Kalian gak nakal kan?".
"Aman kok pa,tanya deh eonni !".Ujar chiara tersenyum manis kearahku.
"Selamat ulang tahun ya mama,kadonya nanti nyusul ya.Felix sibuk dari kemarin jadi gak ada waktu buat beli!".Pak felix langsung mencium mamanya.
"Selalu begitu,telat terus!ya udah asal kamu sehat-sehat! kapan kalian menikah?" mama pak felix tersenyum memandang wanita yang bernama ancha.
"Menikah? sama siapa ma?"pak felix menaikkan alisnya.
"Ya siapa lagi? Ancha lah."Chia dan jessi butuh seorang mama dan kamu juga biar ada yang ngurusin!".
Kupandangi wajah ancha yang sepertinya tersipu malu mendengar pernyataan mama pak felix.Bisa kutebak sepertinya wanita ini menyukainya dan berharap lebih ke pak felix.
__ADS_1
"Wait,kenapa jadi aku yang capek mikirin!itu kan urusan mereka!kapan sih pulang mana udah sore banget lagi".Aku berbicara dalam hati sambil melirik jam tanganku.