
"Lah emang benar loh pak! Untuk apa kita capek - capek nyiapin acara megah,sampe kita berjanji bukan cuma dihadapan manusia tapi dihadapan Tuhan loh sementara setelah itu kita malah mengkhianatu satu sama lain!"tegasku menjawab pak felix.
Pak felix berdehem mendengarku dengan sangat serius,
"Astaga maaf pak bukan maksud menyindir tapi kan emang ada benarnya juga kan?"lanjutku karena sepertinya pak felix merasa tersinggung dengan perkataanku.
"Iya iya,aku tersinggung tapi dikit! Hehehe!Intinya gak semua kok bakal punya nasib seperti itu pu!".
"lihat ntarlah pak, oh ya kenapa sih gak kesekolah jessi buat ketemu gurunya?".
Pak felix lagi-lagi meminum wedang jahenya lalu menjawab dengan suara berat,
" aku malas pu!".
"Kenapa malas pak?kok malas sama anak sendiri sih?"sahutku dengan tegas.
"Karena kalau aku datang yang ada gurunya akan tanya mana mamanya ,kenapa gak mamanya juga datang sama-sama?dan akan banyak lagi pertanyaan lain".
"Ya kan bapak tinggal hubungi mbak sarah buat sama-sama ketemu,gak masalah kali pergi berdua?banyak kok yang kayak gitu?kayak artis baru-baru ini tetap komunikasi baik setelah bercerai".balasku dengan penuh percaya diri maklum kemarin baru menonton acara gosip.
Gak gampang pu, karena selingkuhannya sepertinya melarang untuk ketemu denganku!".
"Laki-laki itu melarang maksudnya pak?".
Pak felix mengangguk pertanyaan yang kuberikan.
Aku melirik pak felix dan melihat wajah yang sepertinya sangat kelelahan dan kurang tidur ditambah kurang perhatian sepertinya,aku mencoba mengalihkan pembahasan agar tidak terlalu berlarut-larut membahas hal itu.
"Pak,istirahat sana kayaknya bapak perlu tidur cepat deh,!".
"Loh kenapa emang pu?".
Kubuka camera diponselku dan kuhadapkan ke wajahnya,
"tuh mata bapak udah kayak mata panda, kurang tidur!".
Pak felix tertawa sangat renyah mendengar kalimatku lalu dielusnya untuk kedua kalinya lagi rambutku,
"kamu bisa saja,Ya sudah aku tidur dulu ya pu! Ingat jangan kemalaman tidur besokkan sekolah terus ke sekolah jessi dan chia!.
Aku mengiyakannya dan melihat pak felix beranjak pergi menuju kamar tidurnya.
Sedangkan aku masih diruang tamu sambil meminum wedang jahe buatanku,
"Ribetnya jadi tua!".gumamku sambil mengelus rambut yang disentuh pak felix.
****
Esok pagi aku bangun pukul 04.30 dan langsung turun kedapur melihat mbak siti yang sedang mempersiapkan bahan-bahan untuk memasak,
"Pagi mbak siti!"sapaku tiba-tiba yang membuat mbak siti terkejut.
"Ih pu,tak kirain siapa kaget jadinya ! Loh,kok subuh banget bangunnya?".
Kupegang pundak mbak siti,
"selalu jam segini kok aku bangunnya mbak, oh iya hari ini aku aja yang masak ya jadi mbak bisa sedikit santai!".
"Eh jangan nanti saya kena marah pak felix loh!"tolak mbak siti lembut.
Kugelengkan kepalaku,
"tenang aja mbak,gini aja mbak siapin piring-piring di meja makan ya.
Mbak siti akhirnya mengikuti kemauanku daripada terus berdebat denganku pasti kalah telak.
Hampir setengah jam aku memasak hidangan dan membuat bekal masing-masing untuk dibawa,
"Wah mbak jadi rindu masakan waktu didesa nih,pu!"decak mbak siti yang keliatan takjub melihat masakanku.
__ADS_1
"Ih cuma masakan sederhana kok mbak!".
"Sayur asem,ikan teri sambal tomat,sama tahu isi! Kalau kata anak sekarang nikmat mana lagi yang kau dustakan!".
Kami berdua sama-sama tertawa dengan kalimat mbak siti,saat aku sedang memasukkan isi bekal pak felix,
"Pu,ini buat siapa?".tanya mbak siti heran.
"Ya untuk pak felixlah mbak sit,buat siapa lagi? Kan untuk jessi dan chia udah itu!"jawabku.
Mbak siti berbisik pelan,
"sedangkan waktu masih ada nyonya sarah aja pak felix gak pernah mau bawa bekal,pu!".
"Serius mbak?"Ujarku namun tetap kucoba siapa tahu malaikat ada di pikiran pak felix nanti untuk mau membawanya.
Mbak siti pun hanya melihatku yang tetap memasukkannya.
Sudah hampir pukul 6.00 pagi setelah memasak tadi aku langsung bergegas mandi dan membawa tas sekolahku dan langsung membangunkan jessi dan chia serta menyiapkan kebutuhan mereka untuk dibawa kesekolah.
Semua sudah berkumpul dimeja makan dan semua mata menatap masakan yang ada dihadapannya,
"Ini apa?"tanya chia.
Kujawab dengan senyuman,
"chia belum pernah makan ya?".
"Belum!"jawabnya heran.
"Ini namanya ikan teri sambal tomat gak pedas kok ,nah terus itu sayur asem enak sama segar banget ditambah tahu isi,beuhh nikmat !".kataku sambil menunjukkan jempolku.
Chia yang penasaran segera mengambil mangkok dan memintaku untuk mengisikan sayur asem dan langsung mencobanya,
"Ih daebak,enak banget eonni! Enak loh pa!"puji chia yang terkagum - kagum merasakan sayur asem buatanku.
"Kamu yang masak pu?"tanya pak felix.
"Iya pak,tadi pagi aku masak sama mbak siti!"jawabku.
Mbak siti yang ada disitu langsung menjawab,
"ih,itu mah masakannya sendiri tuan!"
Aku hanya tersipu mendengarnya,
"Gak sia-sia ajaran ibu dulu!".Aku berkata dalam hati sembari melihat senyum mereka.
Setelah semua selesai makan saatnya chia dan jessi berangkat ,
"Eh tunggu ,ini bekalnya ya!".jawabku dan
mereka pun mengiyakan serta langsung memberi salam tangan ke pak felix dan aku juga,
"Eonni jangan lupa nanti ya!"teriak jessi dan aku pun memberikan lambaian tangan.
Kulirik pak felix yang sedang bersiap-siap,
"Ini bekal bapak ya!"kusodorkan langsung kearah pak felix.
"Gak usah pu, nanti bisa makan diluar!".tolaknya yang masih sibuk dengan berkas ditangannya.
Namun tetap kupaksa dan kutaruh di dalam mobilnya,
"diluar makanannya gak steril pak terus juga biar irit!jangan lupa dimakan ya pak!".aku langsung berlalu dengan cepat kearah motorku.
"Emang enak sih masakannya!".Felix memandangi kepergian puan sambil tersenyum.
****
__ADS_1
Di Sekolah
Kuparkirkan motorku ditempat biasa.
"Hoi!"
Sontak aku tak sengaja menjatuhkan helmku ke tanah yang kaget mendengar suara kejutan ketika kulihat belakang ternyata dera,
"Kamu ya! Hampir copot jantungku ih!"emosiku sedikit ke dera namun dera langsung menarik tanganku,
"Hehe,maaf! Gimana pu?".
Aku mengernyitkan dahiku,
"apaanya yang gimana ?".
Dera berbisik pelan,
"hari pertama dirumah pak felix?".
Aku menggandeng tangannya menuju kelas,
"biasa aja sih cuma ya itu mantan istrinya kemarin datang kerumah!".
"Hah?mantan istri?"teriak dera yang membuat sekeliling menatap kami berdua.
Langsung ketaruh tanganku untuk menutup mulut dera,
"ssstt.. Jangan keras-keras gitu suaranya der!".
"Maaf maaf gak sengaja,lagian siapa yang gak kaget coba pu!.
Wait,!".dera menatap wajahku penuh curiga,
"Jangan-jangan kamu udah tahu lama lagi?".lanjut dera.
Aku dengan sigap mengelak,
"aku juga baru tahu loh! Udah ah toh juga bukan urusan kita!".
"Ih,gak mau! Wajib hukumnya ini pu!".
"Hukum apa sih? Trus kalau udah tahu kamu mau daftar gitu?jadi istri kedua?".sindirku ke dera.
Dera tertawa lebar,
"bisa jadi! Eh tapi gak deh tetap clein dihati!".
Aku langsung melengos berjalan lalu dera mengikuti sambil menggerutu karena ingin tahu kisah pak felix yang dia samasekali belum tahu.
Setibanya di kelas bora memanggilku dengan nada keras,
"Puan,noh dipanggil pak felix katanya ada penting!".
"Penting? Apaan ya!"jawabku.
Bora yang tidak peduli dengan ocehanku langsung berkumpul dengan satu gengnya,
"Eh tahu gak tadi gue kekantor terus lihat pak felix dengan wajah manisnya lagi buka tempat bekal makannya terus senyum-senyum sendiri".teriak bora dengan gemas bersama teman-temannya.
"Tempat makan?bekal maksudnya? Hah? Ini kan masih pagi udah dibuat ge-er aja nih!".bisikku sambil senyum-senyum sendiri.
Tanpa sadar dera melirik kearahku dengan sangat dekat, "kamu buatin bekal ya pu?kok wajah kamu kayak tomat ?".
"hah?aku?gak lah! gak ada waktu kali! Aku kekantor dulu ya".Jawabku dengan cepat langsung bergegas kekantor agar dera tidak terlalu banyak bertanya.
Satu geng bora histeris membicarakan tentang pak felix maklum mereka fansnya.
Hampir setiap hari selalu nama pak felix jadi pembahasannya para perempuan disekolah.
__ADS_1