Ada Cinta Untuk Perempuan

Ada Cinta Untuk Perempuan
BAB XXXVI


__ADS_3

"Kalau bokap kenapa muka lo beteĀ  gitu?".


Clein tidak menjawab pertanyaanku dan langsung mengalihkan pembicaraan,


"Oh ya,gimana dengan buku yang gue kasih?udah lo baca?".


Aku mengangguk,"udah dong,btw makasih ya udah mau kasih tuh buku!".


"Telat lo ngomong makasihnya! Ya udah yang penting lo bisa jebol kekampus gue!".


Aku memang sangat terbantu dengan lelaki aneh si clein walaupun terkadang dia buat kesal,


"Iya lagian gue juga ambil jalur yang beasiswa!".


Clein kaget mendengar pernyataam beasiswa yang kusebut tadi,


"kenapa beasiswa?".


"Gue kan bukan anak orang kaya!oh ya hobi lo apa?".tanyaku mengingat perintah yang diberikan oleh dera.


Tangan clein menepuk pundakku layaknya dua sahabat yang sudah lama bersama,agak risih namun kulihat lagi clein seepertinya anak baik jadi mungkin dia melakukan hal itu karena menganggapku teman.


"Gue suka nonton,basket,lari pagi sama dengar musik!"jawabnya dekat dengan telingaku.


"Lari pagi?"aku tertawa karena hal itu dijadikan hobi oleh clein.


"Ya iyalah,tiap hari gue lakuin 1 jam!".


Ntah kenapa aku ingin terus mengorek tentangnya jadi kelak dera tidak akan sibuk menanyakan hal tentang lelaki yang disukainya ini,


"Lo emang suka bawa motor dari mobil?".


Clein mengangguk sambil tertawa "lebih laki sih menurut gue!"


"Dasar! Belum kenal aja pak felix yang laki banget padahal pakai mobil!"gumamku dalam hati.


Aku terpaksa tertawa melihatnya agar tidak terlalu kelihatan setelah itu kulihat langit semakin gelap dan mulai mendung,


"Gue balik duluan ya,soalnya mau hujan nih!".ucapku yang siap ancang-ancang pergi menuju parkiran dan clein sepertinya ingin mengantarkanku ke parikiran motor.


"Ga usah dianter,gue bisa sendiri kok keparkiran!"jawabku dengan cepat.


"Dih pede amat lo,orang gue juga mau balik ! Kan motor gue disana juga!"kata clein langsung meninggalkanku dengan wajah yang merah bak tomat busuk.


Kustaterkan motorku berkali-kali namun tidak kunjung menyala,


"Yah kumat lagi!"kesalku.


"Kenapa lo?".tanya clein yang berdiri tepat dibelakangku.


"Nih motor gue kumat lagi! Terpaksa deh naik ojek online!"jawabku langsung mengambil ponselku namun ditahan clein,


"Bareng gue aja,kan lumayan ongkosnya!".


Awalnya aku benar-benar menolak karena takutnya dia menganggap nanti rumah pak felix adalah rumahku tapi karena terus dipaksa ditambah clein ada benarnya juga soal ongkos pasti mahal akhirnya aku pun menyetujuinya.


Aku memasang helmku sendiri,


"Ayok naik!".perintah clein.


"Gue pegang pundak lo ya!"tanyaku yang sedikit susah naik motor besar.


"Iya iya!".


Aku memegang pundak clein lalu naik keatas motor,


"Pegangan!"ucap clein menggoda.

__ADS_1


Aku secara spontan mencubit perut sebelah kirinya,


"Aww,! Sakit bamget!".rintihnya.


"Makanya jangan kegenitan! Ayok jalan!".


Akhirnya kami pun jalan,sepanjang jalan aku berpikir keras alasan apa yang akan kuberikan jika ditanya soal rumah.


Pertemuan Felix dan Sarah


****


Felix telah sampai dicafe tempat sarah merayakan ulangtahunnya,


"Chia jessi,ayok pulang! Ini udah menjelang malam!"perintah felix yang kedatangannya membuat sarah kaget.


"Lix,tolong jangan buat malu disini!kan bisa sebentar lagi! Aku anter anak-anak nanti!"bisik sarah yamg terlihat gugup.


Felix melihat dengan wajah jijik kearah calon suami alias selingkuhan sarah yang sebenarnya adalah salah satu sahabatnya lalu kembali melihat sarah,


"Anak-anak.harus pulang,ini sudah mau malam sarah!".


Chia yang memang tidak terlalu menyukai pestanya memanggil felix ,


"pulang yok pa! Chia juga capek!".


"Kamu dengar sendirikan?ayok chia jessi! Ini bukan acara yang pantas untuk kita!"ucap pak felix yang langsung menggandeng kedua anak perempuannya dan pergi sedangkan calon suami sarah hanya bisa menatap dengan wajah sombongnya.


Rumah Pak Felix


****


Diperjalanan menuju rumah tiba-tiba hujan turun sangat deras tadinya clein minta berhenti namun aku melaramg karena takutnya keburu malam amsampai dirumah dan aku tidak enak dengan pak felix.


Clein memberhentikan motornya sebentar dan memasangkan jaket yang dipakainya untukku yang sudah sangat menggiggil,


"Lo pakai apa dong?".


"Gue aman kok!".


Kami berdua pun kembali beranjak dari tempat pemberhentian langsung kerumah pak felix yang secara refleks tiba-tiba tak sengaja kupegang pinggang clein karena memang sekarang sangat dingin umtunglah clein mengerti dan membiarkan aku memegangnya,sedangkan clein hanya tersenyum simpul dibalik rinai hujan yang turun.


****


Dimobil felix dari cafe tadi hingga menuju rumah terlihat hanya diam saja namun chia melihat dan membuka obrolan baru,


"Papa kenapa?".


Fellix melihat chia,


"kenapa apanya sayang,".


"Wajah papa kusut banget loh!".


"Mungkin karena kecapekan kali sayang,papa gak apa-apa kok!".


Jessi ikut coba mengajak felix mengobrol,


" tadi diacara ulangtahun mama,dia mau menikah bulan depan pa!".


Terlihat wajah felix berubah menjadi sangat suntuk namun karena dihadapan kedua putrinya dia tidak ingin menunjukkan kesedihannya apalagi mendengar hal tersebut.


"Oh ya? Eh,kalian sudah punya pilihan belum mau liburan kemana?".Tanya felix yang sengaja mengalihkan pertanyaan putrinya.


"Papa kapan?".Tanya chia yang tidak menjawab pertanyaan felix.


"Kapan apa sih sayang?".

__ADS_1


"Kapan nikahnya pa?".


Felix tertawa lebar,


"papa mau nunggu kalian besar aja dulu ya!".


"Keburu jadi kakek-kakek dong papa!"jawab chia langsung begitu terbahak-bahak.


Akhirnya suasana dimobil pun tidak lagi sepi bak kuburan namun felix masih sedikit memikirkan kata-kata jessi kalau sarah akan menikah.


"Secepat itukan kau mampu melupakan kisah kita ?"bisik felix dalam hati.


Puan


****


Akhirnya kami pun sampai dengan badan yang basah kuyup namun kutangkap sorotan mata clein mengarah kerumah pak felix,


"Ini rumah tante lo?".


Aku mengangguk,


"iya,sorry ya gue gak bisa ajak mampir tante gue galak banget !"jawabku dengan alasan tersebut.


"Iya gue juga gak mau mampir kok! Ya udah gue balik ya!".pamit clein yang langsung menstaterkan motornya,


Ketika aku membuka jaketnya maksud hati ingin membalikkannya namun clein langsung bergegas,


"Gue balik ya! Bye!".clein berlalu.


"Ih gimana sih tuh anak!"omelku melihat clein yang sudah tak terlihat.


Aku berjalan menuju kamarku dan langsung bergegas mandi dan langsung kurebahkan badanku yang sedikit pusing dan ingusan, tiba-tiba suara ketokan pintu didepan kamarku mengagetkanku


"Eeh pak felix!"sapaku.


"Kamu kena hujan tadi pu?pakai motor?".


Aku mengangguk,


"iya pak!".


Pak felix menyerahkan obat p3k kearah tanganku,


"nih untuk persiapan kamu!".


Aku mengernyitkan dahiku bingung maksud dari pak felix,


"maksudnya pak?".


"Manatau demam,flu atau pusing itu ada obat-obatnya!".


"Aku kan gak sakit pak?"jawabku.


"Nanti! Kan persiapan pu!".


"Sakit bisa dipersiapkan ya pak?hehehe!".


Akhirnya kuiyakan dan kuambil dari tangan pak felix.


"Makasih ya pak! Maaf jadi ngerepotin!"ujarku.


Pak felix hanya tersenyum tipis melihatku.


"Oh ya pak,anak-anak udah pada pulang kan?".


"Iya sudah,semua pada dikamar! Tadi aku jemput".

__ADS_1


"Ketempat ulangtahun mbak sarah ya pak?".


__ADS_2