
"Itu cuma cari alasan doang! Masih banyak yang bisa dikerjain kan?"seru clein dihadapanku.
Aku mencoba berdalih mencari bahasan lain karena bagiku semua tidak akan tau dan tidak akan mau mengerti kenapa aku harus bekerja seperti itu.
"Masuk Bakrie susah gak?".
"Hmm,gampang kalau banyak uangnya!"Clein menjawab sambil menyengir dan baru kusadari dia memiliki satu lesung pipi.
"Maksudnya?".
"Ya bagi yang banyak uang masuk bakrie gampang tapi kalau yang susah ya harus ekstra berjuang!".Jawabnya dengan nada sangat enteng.
Aku menundukkan kepala dan memanyunkan bibirku karena aku harus ekstra belajar agar bisa mengajukan beasiswa untuk masuk ke Bakrie.
"Kenapa lo mau masuk bakrie? Kan banyak kampus yang lebih bagus?"tanyanya.
"Cuma bakrie yang terima beasiswa!".Ujarku dengan singkat.
Dia melihatku dengan sangat dekat dan memandangiku lama membuatku memundurkan badanku,
"Anak pinter berarti!eh tungguh deh..".
Aku mengernyitkan dahiku,"kenapa?".
"Lo manis juga ternyata!"Kata clein memuji sampai membuatku benar-benar tidak nyaman.
Dari kejauhan kulihat montir dengan pakaian seragam telah datang
,aku berteriak pas dekat dengan telinganya membuatnya kaget,
"Eh..itu mereka udah datang!".
"Buset bikin kaget aja lo!".
Akhirnya montirnya telah tiba dan langsung membawa motornya,
"Mas,besok bisa diambil langsung ketempat kita ya ini kartu namanya disitu ada alamatnya".Ucap salah satu montir ke clein.
Clein mengambil kartu nama dan membalas omongan montirnya,
"baik mas,terimakasih banyak".
Aku sedikit lega akhirnya masalahku selesai juga untung aku punya sahabat yang benar-benar selalu membantu.
Aku berjalan kearah motorku dan menstaternya setelah itu berpamitan dengan clein,
"kak udah selesai ya,makasih ya".
Sontak aku kaget karena dia menahan motorku, "enak aja main pergi! Gue nebeng ya!".
"Hah?gak bisa kak,aku harus pulang!"tolakku kearah belakang karena dia berada di belakang motorku.
"Udah,gue nebeng sampai jalan teladan,oke!".Dengan santainya dia duduk dibelakang.
Bisa kubayangkan betapa malunya diriku dijalan semua mata pasti tertuju padaku,gadis sma membonceng lelaki.Harusnya kan dia yang inisiatif bawa motor.
"Ah sudahlah daripada nanti aku telat kerja karena ni anak!"gumamku yang akhirnya pasrah untuk menumpanginya.
__ADS_1
Sepanjang jalan aku tak bisa konsentrasi takut kalau tiba-tiba rem manatau otaknya ternyata mesum bisa saja langsung menggerayangiku.
"Gue masih anak baik-baik,lo tenang aja bawa motornya!".Clein melongos mengatakan kalimat itu seakan tau apa isi pikiranku.
Akhirnya kami sampai tepat disebuah komplek mewah,
"Gue turun disini! gih sana balik!".Suruhnya dengan nada enteng.
Aku hanya berdehem sedikit cuek tanpa satu kata pun,
"Jih,bilang makasih kek!".gumamku yang langsung pergi.
****
Kamar pak felix
Pak felix yang sedang mengetik soal untuk siswanya didepan laptop tiba-tiba teringat perkataan puan,
"Kali ini alasannya apa lagi ya tuh anak?".
Pak felix mengeluarkan iphonenya menuju aplikasi instagram dan mengetik nama puan,
"Satu teman bersama,Universitas Bakrie! Anak ini sepertinya ngebet karena ada beasiswa toh!".gumam pak felix sambil menscrollkan semua foto-foto puan dan sangat memperhatikannya.
Drrtt..drrt..drrrt..
Ponsel pak felix berdering dan keluar nama Ancha,
"Halo cha!".
"Assalamualaikum lix,kamu sibukkah?"Tanya ancha dengan serius.
"Besok peresmian butik aku dipancoran,datang ya lix! Harus datang ya".Ucap ancha dengan nada berharap.
Pak felix mengingat bahwa besok adalah waktunya menepati janji ke siswa-siswinya untuk jalan-jalan ke dufan,
"Cha,maaf ya!aku gak bisa loh soalnya besok sudah atur jadwal dengan anak-anak mau ke dufan".
"Chia ama jessi?jam berapa emangnya besok lix?".
"Bukan cha,maksud aku anak-anak kelasku kebetulan aku traktir mereka ke dufan sebelum ujian tes lulus sekolah!".
Nada bicara ancha sedikit berubah karena dibenaknya felix bukan orang yang terlalu memikirkan orang yang belum dekat dengannya.
"Tumben kamu kayak gitu lix?".
"Tumben apa sih cha,ya gak apa-apa kan toh juga buat mereka nyaman disekolah!".
"Kalau udah selesai peresmian,aku nyusul ya!".
"Siap cha!".
"Oke,aku lanjut dulu ya lix.Assalamualaikum!"tutup ancha.
"Waalaikumsalam!".
Felix mengingat kejadian pertama kali dia bertemu dengan puan,
__ADS_1
"Aku masih penasaran kenapa dia kerja gitu ya?"felix berkata dalam hatinya.
Pak felix mengambil kembali ponselnya dan menelepon seseorang,
"Halo,berkas atas nama yang saya kirim tadi sudah kamu kirim ke email saya?".
Dari kejauhan menjawab,"sudah pak,silakan ditinjau.
"Terimakasih ya!"felix menutup ponselnya dan melihat isi emailnya yang ternyata adalah berkas diri milik perempuan.
Felix melihat alamat rumah perempuan dan memotret dari kamera ponselnya,setelah itu kembali dia mengotak-atik ponselnya dan menelepon seseorang yang ternyata adalah mami pemilik club tempat puan bekerja.
"Saya akan transfer uangnya ya,jadi selama seminggu dia saya sewa!"ucap felix dengan nada serius.
Mami yang begitu kaget namun segan untuk bertanya,
"baik-baik pak,jadi nanti dia langsung saya suruh ketempat biasa ya?".
"Iya,nanti saya datang ya".
****
Aku sedikit jenuh dengan rutinitas yang bolak balik itu-itu saja,sekolah-kerumah-kerja dan terus diulang.
"Kenapa sih susah banget jadi orang yang banyak uang!"keluhku yang sudah sampai ditempat kerjaku,kulihat bangunan tua tempatku bekerja.
"Ini lagi ini lagi!".bisikku.
Ketika aku sedang jalan menaiki tangga tiba-tiba seorang pria yang pernah kulayani memegang bokongku dan membuat darahku turun,
"Yang sopan dong!"bentakku.
Pria gila itu hanya tertawa bengis dan mendekatiku,"apa sih sayang! Aku datang kesini lagi biar bisa diservis lagi sama kamu!"godanya sambil meliarkan tangannya kearah leherku dengan segera kutepis.
Seketika tangan kananku digenggam oleh seseorang dari arah belakangku ,
"Pak felix?"sontakku dengan kaget.
"Sorry,dia milik saya hari ini!".Ucap pak felix dan langsung menggandeng tanganku pergi ketempat kamu biasa ngobrol sedangkan aku hanya mengikutinya berjalan dengan wajah bodoh.
Sesampainya diruangan tersebut kulepas tanganku,"pak,kok disini lagi?.
"Nanti mami bisa marah loh soalnya aturannya disini harus disewa duluan ke mami! Lanjutku dengan panik.
Pak felix menatapku dengan senyumannya yang manis itu,"udah aku bilang kok sama bos kamu!".
Aku mengerucutkan bibirku,"bb..bilang apa pak?".
"Kamu saya pinjam selama seminggu!".Jawab pak felix santai.
Aku yang melirik minuman air putih dingin dalam kemasan dekatku segera kutegukkan sebentar karena memang daritadi sudah haus,lalu kulanjutkan lagi omonganku
"Pinjam gimana pak?".
Pak felix tertawa lebar melihat tingkahku,"lucu juga kamu! Ya biar besok kamu bisa ikut so gak ada alasan kerja!".
Aku makin tidak mengerti dengan maksud pak felix namun apa daya jika kutolak pasti mami marah apalagi uangnya sudah ditransfer pasti ditambah aku sudah disewa selama seminggu.
__ADS_1
"Aku seminggu bersama pak felix??"benakku bergejolak.