Ada Cinta Untuk Perempuan

Ada Cinta Untuk Perempuan
BAB XXI


__ADS_3

"Kalau sudah tahu artinya ya biar aku temani sampai nanti pulang!"perintah pak felix yang lagi-lagi tak mampu aku tolak.


Selagi ibu puan diperiksa,aku duduk diluar sambil memegang ponsel,


"Dari kapan ibumu sakit?".


"Sudah ada setahun pak,!"jawabku.


"Jadi ini alasanmu bekerja?".tanya pak felix sembari menatapku dengan seksama.


Aku hanya mengangguk,aku pasrah pak felix tahu seluruh isi ceritaku karena lambat laun toh pak felix akan tahu jadi lebih baik dari sekarang saja.


"Kan banyak kerjaan lain pu?".


"Kan udah pernah aku bilang,yang lebih cepat dan bisa dapat uang!".


"Maaf,ayah kamu gimana?gak kerja?".


Aku menggeleng,"udah ah pak,nanyain itu mulu!intinya aku cari kerja cepat biar ada uang untuk berobat ibu,itu aja!".


"Setiap bulankah?".


"Iya pak,setiap bulan harus rutin! Pokoknya apapun akan aku lakukan biar ibu sembuh!".


Pak felix memandangiku dengan tatapan prihatin,


Aku menyela,"udah pak,gak usah lihatin gitu aku mah udah kuat kok!".


Tiba-tiba ponselku berdering,


"Halo der,!".


Dari kejauhan dera berteriak,"pu,kok gak jadi kesini sih? Pak felix juga!kalian kemana sih?".


"Aku putar balik soalnya baru ingat hari ini jadwal ibu kontrol,hmm kalau pak felix gak tahu deh!"jawabku yang terpaksa bohong tentang keberadaan pak felix yang disampingku.


"Gitu ya? Ya udah deh,salam sama tante ya. Bye..pu!".tutup dera mengakhiri komunikasinya denganku


"Pu,kamu mau kerja yang lain gak?".tanya pak felix.


"Kerja apa pak?kan aku udah bilang kerja yang langsung dapat uang itu ya cuma ini doang,yang lagi aku jalani!".ucapku yang sebenarnya penasaran dengan ucapan pak felix.


"Kamu mau gak jadi pengasuhnya jessi dan chia?"ungkap pak felix yang membuat mataku terbelalak.


"Lah bapak ada-ada aja!".


"Aku serius! Untuk gajinya,gini aja semua biaya rumah sakit aku yang bayar itu gaji kamu! Termasuk yang merawat ibunu dirumah sakit sampai sembuh!gimana?".


Mulutku tanpa sadar menganga karena kaget dengan permintaan pak felix,

__ADS_1


"Gimana ini?kalau aku tolak sayang banget karena ini yang aku inginkan biar ibu cepat pulih!".


Pak felix melihatku dengan serius,"gimana pu?".


"Hmm,kalau ibuku disini,terus aku dimana dong?soalnya kalau aku dirumah...


Pak felix langsung menjawab,"kamu tinggal dirumah aku aja,jadi biar bisa benar-benar ngasuh anak-anak, sekolah kamu sampai kuliah juga aku biayain pokoknya diam-diam aja lakuinnya biar teman-teman kamu gak tahu,gimana?".


Aku mengedipkan mataku berkali-kali seakan baru saja mimpi durian runtuh,


"Kapan lagi aku bisa bantuin ibu? Ibu juga harus sembuh,ini satu-satunya cara biar semua baik!".gumamku dalam hati.


"Bb..baik pak,aku setuju pak!"jawabku terbata-bata.


Pak felix membalasku dengan senyuman,


"oke,aku akan urus rumah sakit ibumu,kebetulan aku punya teman dokter jadi aku bakal taruh dirumah sakit terbaik pokoknya. Berarti kita deal ya?".


"Iya pak,makasih banyak ya pak! Aku gak tahu gimana mau balasnya!"jawabku jujur dengan menundukkan kepala.


"Gak perlu makasih,intinya kamu cukup jaga anak-anak dengan baik dan lulus dengan nilai terbaik!".


Aku tersenyum bahagia hari ini.


Terimakasihku ke Tuhan karena memberikan perpanjangan tanganNya dikala aku benar-benar jatuh.


"Terimakasih Tuhan!"batinku berbicara.


Ku lap wajah ibu dengan handuk agar bersih berikut juga tangan dan kakinya,


"Hari ini Tuhan kasih kado yang benar-benar diluar pikiran bu, mulai senin ibu bakal pindah kerumah sakit dan bakal dirawat dengan dokter dan perawat terbaik,kata pak felix!".


"Udah gak perlu sebulan sekali lagi bu,ibu gak usah takut tiap sabtu dan minggu puan jenguk ibu ya! Pak felix itu guru puan dia juga pemilik yayasan tempat puan sekolah,puan kerja jadi pengasuh anak-anaknya bu !ibu pokoknya harus sembuh ya,kita kerja sama ya bu!"ungkap puan sambil membelai wajah ibunya dengan tersenyum.


Ponselku lagi-lagi berbunyi,


"Ibu istirahat ya,puan angkat telpon dulu!"ujarku yang langsung membaringkan badan ibunya dan tak lupa mencium keningnya.


Aku keluar kamar ibu dan melihat ponselnya yang berbunyi,


"Nomor siapa ini?"gumamku.


"Iya,halo!"ucapku.


"Hei nama aneh,motor gue udah siap belum?".


"Motor? Ini siapa?"tanya balikku.


"Ini aku clein,yang motornya lo rusakin!".kata clein dengan nada menyindir.

__ADS_1


Aku menepuk jidatku karena heran darimana pria ini mendapatkan nomor handphoneku,


"Darimana dapat nomor handphone gue?".


"Itu mah gampang,selagi lo masih satu yayasan sama gue,masih bisa gue jangkau! Gimana?motor gue?".


"Bukan sama gue kali,tuh sama teman gue ,dera namanya!"kataku menyeleneh.


Clein yang memang tidak mau tahu apapun alasannya menjawab,


"pokoknya kalau gak sampai hari ini,besok lo jemput gue ketempat kemarin biar gue bisa kuliah!".suruh clein.


"Loh,tapi kok gue?".


"Gue gak mau tahu!bye!"clein menutupnya.


Aku yang bingung dengan pria aneh ini hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya,


"Idih,pria yang aneh banget! Kan ada ojek online,kok aku sih!".gumamku sambil menggerutu.


****


Felix yang masih membawa mobilnya tiba-tiba mendengar ponselnya berbunyi dan nama sarah tertulis,felix pun mengangkatnya,


"Lix,aku mau ketemu kamu sekarang!"pinta sarah.


"Ada apa lagi?"tanya felix dengan sedikit cuek.


"Direstoran tempat kita biasa ya. See you soon!".Sarah langsung mematikan ponselnya.


Tak bisa dipungkiri felix yang hanya terlihat cuek namun sangat rapuh kalau berhubungan dengan sarah pun langsung mengarahkan mobilnya ketempat yang dikatakan mantan istrinya tadi.


Sesampainya disana ,felix melihat sarah sudah duduk dimeja tempat mereka dulu sering makan bersama,


"Ada apa? Saya gak punya waktu banyak sar,!".


"Kamu masih sama kayak yang dulu ya,sibuk terus tanpa memikirkan keadaan anak-anak!".hardik sarah dengan wajah sendunya.


Felix yang benar-benar memasang topengnya masih bertahan dengan kepura-puraannya,


" sar,langsung aja ada apa kamu suruh saya kesini?".


"Aku tadi kerumah,aku rindu anak-anak tapi dilarang oleh mama! Mama bilang kamu dan ancha akan menikah,apa itu benar?"tanya sarah dengan wajah serius.


Felix tiba-tiba memalingkan mukanya,dia heran dengan mamanya yang terus menerus menjodohkan dirinya dengan ancha,


"Itu bukan urusan kamu sar,kamu dan saya sudah punya kehidupan masing-masing! Sama siapapun saya menikah itu bukan urusan kamu!".


Sarah memegang tangan felix,

__ADS_1


"Lix,aku tahu kamu masih membenci aku! Tapi kamu kenapa sih gak peka,kenapa aku lebih memilih dia dari kamu?"ucap sarah dengan mata berkaca-kaca.


__ADS_2