
Tadi nonton konser sheila on 7 pak,!".
Jawabku jujur ketika pak felix menanyakan kemana diriku.
"Loh,kamu suka juga sama sheila on 7?".
"Iya pak,kenapa?tanyaku balik.
"Kok gak bilang-bilang ke aku,pu? "Tegas pak felix yang membuatku sedikit kaget.
"Lah masa aku harus ngelapor sih pak,buat apa pak?".
"Ya iya sih,aku kan juga suka sama sheila on 7,!".
Aku cengengesan mendengar perkataan pak felix,
"maaf pak,aku kira karena bapak udah tua sukanya yang jadul gitu!".
Kudengar pak felix tertawa mendengarkan pernyataanku,
"aku gak tua banget kali,buset! Lagian nih ya,sheila on 7 itu lebih ke jaman aku dulu!".
"Iya deh pak, ada apa nih pak nelpon?"tanyaku yang teringat beberapa kali tadi pak felix missed call.
"Besok jangan lupa ya kamu mulai bekerja disini dan ibu kamu langsung diboyong sama asistenku ya!".
Sebenarnya aku tetap saja merasa tidak enakan dengan kebaikan pak felix tapi mengingat demi ibu agar sembuh total aku memang harus setuju,
"Siap pak,ini saya mau packing baju-baju dulu!".
"Terus gimana dengan ayah kamu?".tanya pak felix dengan nada hati-hati sepertinya agar aku tidak terlalu tersinggung.
Aku tersenyum,
"tenang pak,aku bisa atasi asalkan jangan ada yang tahu ya pak dimana ibu aku dirawat".
Pak felix menjawab setuju dan setelah beberapa detik kami sudah menutup komunikasi.
Setelah hampir 1 jam lebih aku membereskan pakaianku dan pakaian ibu,kulihat jam ditanganku menunjukkan jam 23.00.
"Aku pamit sebentar deh ketempat mami,gak enak kalau main pergi!"gumamku yang langsung bergegas mengeluarkan motor untungnya pria brengsek itu sudah dua hari tidak pulang kerumah ntah dia sudah mati mungkin ,itulah harapanku.
****
Lexa melihatku sedang memarkirkan motorku dan menuju kearahku,
"Hampir seminggu gak ngelihat lo eeh ternyata udah mau cabut aja!"ujarnya dengan tersenyum bahagia.
Aku memegang kedua lengan lexa, "akhirnya aku bisa sedikit bernapas lega kak,
"Aromanya tercium jelas, pokoknya tetap utamakan pendidikan ya karena itu modal masa depan lo!"ungkap lexa.
Aku mengangguk dan memeluk kak lexa.
Aku menyusuri setiap sudut tempat aku bekerja selama hampir setahun dan yang pastinya kenangan ini bukan kenangan yang harus diingat,ini tetaplah kenangan buruk dihidupku namun ini yang membuatku tahu kalau hidup itu keras dan butuh perjuangan keras.
Disini tempatku mencari uang untuk membiayai hidupku dan pengobatan ibu.
__ADS_1
Bagaimana dengan pria brengsek itu?.Aku bukan malaikat hanya manusia biasa yang tidak sudi memaafkannya.Tanpa terasa airmataku jatuh,mengingat sakitnya menjadi aku yang harusnya bisa menikmati dan menjaga masa mudaku.
"Ah,kuharap Tuhan mengerti keadaanku!"gumamku sambil berjalan menuju ruangan tempat mami biasa berada.
Tok..tok..tok..
Kudengar dari dalam mami mengatakan masuk,
"Hai mami,!"sapaku.
Mami memandangku dengan sangat manisnya,
"kamu tahu pertama kali kamu memaksa ingin bekerja seperti ini,mami sangat tidak setuju!tapi melihat kamu menjelaskan alasannya apa boleh buat,mami terpaksa mengiyakannya!".
"Iya mi,".
Mami membelai rambutku
"mami senang melihatmu lepas dari sini,kamu harus fokus sekolah dan gapai cita-citamu biar bisa biayai ibumu dan gak hidup susah lagi!".
"Makasih ya mi,untuk kebaikan mami yang selama ini aku rasakan!"jawabku dengan lembut.
Mami mengangguk dan kembali menatapku,
"pesan mami,kamu jangan minder ya pu, Tuhan tahu kenapa kamu bekerja seperti ini tapi jangan diulangi lagi ya,kamu harus bekerja yang layak diluar sana nanti ya!".
"Iya mami,mami juga harus bahagia ya jangan kebanyakan bersedih,akan ada seseorang yang menerima kita apa adanya mi, aku masih percaya hal itu!".
Kami pun akhirnya berpelukan tanda perpisahan.
"Kalau kamu mau main kesini,pintu mami selalu terbuka untukmu ya!".ucap mami yang melepas kepergianku dari depan pintu.
"Kuharap aku gak akan pernah balik lagi kesini!"janjiku dalam hati dan langsung menjalankan motorku menuju rumah.
Diseberang bangunan clein memberhentikan motornya dan memandang puan dari kejauhan,
"Itukan dia?kok dia kesini lagi? Masa numpang ketoilet mulu?".
Clein turun dari motornya menuju bangunan tempat puan bekerja dan bertemu seorang wanita yang sedang menuju kearahnya, "hai cakep! Mau bookinglah?".
"Hm iya,tapi gue mau nanya !".
Perempuan ini memegang pundak clein,
"tanya aja sayang!".
"Cewek yang barusan keluar itu siapa?kerja disini?".tanya clein dengan wajah penasaran.
"Yang mana?".
"Yang pakai motor warna merah barusan!".
"Oh,si oni? Iya dia kerja disini tapi udah cabut!".
Clein terlihat kebingungan,
"oni? Tunggu bentar!"
__ADS_1
Clein mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto yang diambilnya dari data diri puan di berkas untuk tes ke universitas.
"Ini maksudnya?".tanya clein balik.
Wanita tersebut mengangguk,
"Iya,ini oni!".
Betapa kagetnya clein yang mengetahui bahwa puan bekerja ditempat seperti itu,langsung tanpa pakai basa-basi clein beranjak dari club tersebut.
"Hei,gak jadi?dasar sialan!"teriak wanita itu yang dicueki oleh clein.
Clein yang menyalakan motornya mulai berpikir,
"Kenapa dia kerja kayak gitu?"gumam clein.
****
Setelah puan sampai dirumah,dipandanginya kembali seisi rumahnya,
"Akhirnya keluar juga dari neraka ini! Tapi gak dipungkiri sih rumah ini banyak juga menyimpan kenangan manis ! Harus nabung buat beli rumah kecil biar gak balik lagi kesini!"bisik puan.
Ponsel puan kembali berdering dan ternyata clein yang menghubunginya,
"Ada apa?".
"Besok ada acara gak?"tanya clein.
"Kenapa emang? Besok gue sibuk!".jawabku spontan.
"Gue mau kasih kisi-kisi soal buat tes universitas! Tapi kalau lo sibuk..
Tak sempat clein meneruskannya karena dipotong oleh puan,
"Eh, ya udah sore ya!oke?".
" ya udah,besok kabarin aja gue!bye!"tutup clein.
"Huft,ternyata aku dikelilingin orang baik!"bisikku yang langsung berjalan kearah kamar karena mataku sudah 2 watt.
****
Keesokan paginya dikediaman felix
"Pagi lix!"sapa ancha yang datang kerumah pagi-pagi membuat felix kaget dan turun dari tangga.
"Loh,pagi amat kesini cha?gak kebutik emang?".
"Iya ntar kok,lagian kemarin kamu ingkar lagi !".
"iya cha,sorry ya!kerjaan banyak banget cha!".
"Ya udah! ini aku buatin masakan kesukaan kamu buat sarapan! Yok!"ajak ancha yang langsung menuju keruang makan sedangkan jessi dan chiara sudah duduk rapi dimeja makan dan tak lupa memberi salam ke ancha.
"Hm,pagi gini kok kayaknya seneng banget,ada apa nih?"goda ancha ke jessi dan chiara.
"Iya tan, soalnya hari ini kita mau sambut eonni yang bakal tinggal sama kita!". Jawab chiara dengan sangat ceria.
__ADS_1
Ancha mengernyitkan dahinya dan melihat kearah felix.