
"Iya tapi kan kamu anak perempuan kalau dijalan kenapa-kenapa gimana?"Kata pak felix dengan wajah perhatiannya layaknya seorang ayah.
Aku mengenakan jaketku dan bergegas untuk pergi,
"slow pak,aman kok.Aku gerak dulu ya pak".
Pak felix mengambil dompetnya dan memberikan segepok uang kepadaku.Aku merasa canggung seketika ingin mengambil tapi gengsi dan takut tapi kalau gak diambil sayang sekali aku butuh untuk nambahin pengobatan ibu sama biaya sekolah.
"Hari ini free pak,jadi gak usah bayar!".Jawabku cepat..Lebih baik kutolak saja kali ini karena perasaan takut kalau-kalau beneran dijebak.
Pak felix berdiri dan berjalan menuju ke arahku,
"Ini ya.Saya sudah ambil waktumu".
Pak felix menaruh segepok uang tersebut kedalam taskuĀ dan berlalu pergi.Kupandangi dirinya dari belakang kasihan sekali padahal dari wajah badan dan kehidupan dia juara tapi dari percintaan kurang.
Aku berjalan menuju ruang tempat mami berada karena sekarang adalah tanggal gajian dan hanya aku yang belum memiliki atm sesampainya aku disana aku melihat seorang bapak tua yang dipenuhi dengan kalung,cincin tak lupa dipakainya kacamata hitamnya.
"Barang bagus ya!"katanya kearahku.
Ingin rasanya kuludahi muka tuanya namun kutahan karena jika kulakukan pasti mami akan mengamuk.Aku hanya menatap dengan sinis sampai dia berlalu.
"Jih,dasar gak ingat umur!!".
Kubuka pintu tempat mami berada,
"Hai mi!".
Mami memasang wajah masamnya dan langsung memberikan sebuah amplop kepadaku tanpa sepatah kata apapun.Aku mengambilnya namun tidak kuhitung karena aku percaya mami tidak pernah salah memberikan gaji malah terkadang lebih dibilangnya itu bonus.
Aku coba untuk memberanikan diri bertanya pada mami,
"Makasih mi, tapi ngomong-ngomong mami lagi ada masalah? kok wajah cantik mami kusut?".
Mami meneteskan airmatanya yang mungkin sedari tadi ditahan karena ada aku dihadapannya.Ntah angin darimana begitu beraninya aku langsung memeluk mami karena siapapun yang bekerja dengannya tau kalau mami tipe orang yabg keras tapi tetap baik.
"Cerita aja mi,ada apa?".
"Dia yang tadi itu adalah mantan suamiku datang kesini hanya untuk bilang kalau dia akan menikah dengan seseorang yang sangat kupercayai,yang sudah dari dulu kukenal! dan sekarang mereka akan menikah!" Rintih mami denga isakan tangisnya yang begitu kuat.
__ADS_1
"Yang sabar ya mi,oni tau ini pasti sakit sekali tapi kalau boleh oni bicara mami harusnya bersyukur dijauhkan dari dia yang gak setia dan yang gak mempertahankan mami!".
Mami terdiam sebentar dan berpikir sepertinya sangat serius,
"Dia meninggalkan mami dan selingkuh karena mami mandul! mami yang salah disitu mami yang gak berguna jadi perempuan!".
Mendengar hal tersebut aku lantas tak habis pikir kenapa jadi mami yang malah menyalahkan dirinya sendiri! sudah jelas semua ini kesalahan suami biadapnya yang tidak menerima kekurangan mami.
"Mi,itu bukan salah mami. Mungkin memang belum waktunya Tuhan kasih kepercayaan itu ke mami.!".Hiburku ke mami.
"Jangan coba-coba katakan itu oni karena aku tau itu hanya untuk menghiburku saja!kamu tidak merasakan apa yang kurasa! laki-laki mana yang mau dengan perempuan yang divonis mandul!".
Aku tertegun dengan kalimat yang baru dilontarkan mami.Saat aku hendak memberinya semangat lagi tiba-tiba mami membuka pintu seakan menyuruhku untuk keluar.
"Kamu masih kecil belum bisa memahami apa yang terjadi!mami ingin sendiri! kamu boleh pulang sekarang dan itu tadi gaji kamu bulan ini!".
Aku hanya mengangguk dan keluar dari ruangan mami namun tepat didepan pintu keluar aku mangatakan kalimat yang ingin aku katakan tadi,
"mi,jangan lemah ketika hati kita disakiti dihancurkan,yakin saja rencana Tuhan akan menakjubkan dibalik kesakitan yang sedang kita alami! oni pamit mi!".
Aku langsung berbalik arah pulang tanpa menghiraukan bagaimana raut wajah mami ketika aku menyampaikan kata-kataku tadi.
Aku menaiki motorku menuju rumah.Sepanjang perjalanan aku membayangkan betapa anehnya hari ini dua kasus yang menurutku serupa.
Hal ini yang membuatku kekeh untuk tidak menikah karena semua yang ada didepanku bermadalah dengan rumah tangganya termasuk diriku.
"Aah..kurasa aku lebih baik jadi perawan tua yang bahagia saja! Kataku sendiri diatas motor.
"yaah aku kan juga udah gak perawan!"lanjutku penuh sesal.
Jam 01.00 aku sampau dirumah dan melihat si brengsek itu sedang menonton tv,aku berjalan melewatinya saja tanpa memperhatikannya,
"Mandi sana habis itu aku kekamar!"Teriaknya sambil memegang celana bawahnya.
"Aku gak bisa! aku lagi haid!"jawabku langsung masuk kekamar.Tak kudengar balasan jawabannya lagi hanya suara seperti menggerutu yang terdengar.
Aku merebahkan diriku ketempat tidur sambil menutup mata,
"Aku masih kuat Tuhan.Aku gak akan menyerah.Aku harus punya cukup uang untuk pengobatan ibu! "Bisikku dan setelah itu aku tertidur pulas.
__ADS_1
****
Keesokan paginya seperti biasa dengan rutinitasku dirumah dan langsung kesekolah.Kutemui dera yang sudah menungguku digerbang sekolah.Kupandangi dirinya yang terasa sedikit berbeda dengan sweater pink dan bando pinknya,
"Tumben waw banget hari ini!Hari ini kan bukan ulang tahunmu!"Hardikku ke dera sambil menarik tangannya berjalan menuju kelas.
Dera tersenyum centil,
"Iya pu,kan buat pak felix!".
"Ih gila! dia itu udah tua der! udah punya anak lagi!"Bentakku yang kaget dengan alasannya.
"Slow aku kan gak pelakor sih! cuma emang pak felix tuh paket komplit jadi pengen aja diperhatiin gitu!".
"Dia itu cocoknya jadi papamu der!"kataku sambil tertawa".
Dera yang geram mendengar kalimatku langsung mencubit perutku,
"Aw aw..sakit tau der!ih! kan aku bercanda doang kali!".
"Ya lagian bercandanya kayak gitu!eeh wait, matamu kok panda banget sih?kamu begadang lagi ya pu?"Tanya dera yang langsung melihat dekat kemataku.
"Eh tuh pak felix masuk yok,kan ada kuis hari ini!"kutarik tangan dera cepat agar lupa dengan pertanyaannya kepadaku tentang mata pandaku.
****
Dikelas
Pak felix masuk kekelas dengan setelan kemeja biru sepertinya ukuran yang sedikit ketat namun sangat cocok dengannya.Kupandangi para cewek dikelasku yang matanya semua tertuju padanya.Hanya aku saja yang samasekali tidak tertarik apa mungkin karena kami sudah dua kali bercerita jadi tidak terlalu waw bagiku.
"Pagi anak-anak.Apa kabar hari ini?"Tanya pak felix tersenyum.
Semua anak-abak menjawab ,
"Baik pak.
"Bagus, hari ini kita kuis ya!".
Dera mengangkat tangannya,"Pak,ada hadiahnya gak?".
__ADS_1
Pak felix menjawab,"Ada dong.Kuis ini ada hadiahnya. Hmm..Puan tolong pasangkan kabel layarnya!".
"Aah pak felix kenapa aku terus yang disuruh sih! apa kata teman-teman disini! pasti yang ada jadi sebel denganku!".Kataku dalam hati sambil melirik kearah dera.