
"Anak durhaka banget sih aku! sampe lupa buat jenguk ibu! Besok ya bu pulang sekolah puan kesana!".Kata puan sambil memandangi wajah ibunya di layar ponsel puan.
****
Apartemen sarah
Belum sampai sarah menuju kamarnya dia dikagetkan kehadiran mamanya yang dengan santai duduk di sofa depan tv,
"Jadi juga kamu sama hendrico?kapan disahkan? Gak mumgkinkan terus-terusan diapartemen! apa kata orang nanti!".
Wajah sarah yang tadinya cerah berubah seketika jadi muram durja,
"kalau mau kesini dulu bilang dulu mi! Kan aku kaget jadinya!".
"Loh kenapa mami harus minta ijin?kamu kan anak mami ya suka mami dong mau kapan saja kesini?".
Sarah ogah menjawab ocehan maminya yang memang dari dulu kurang akrab dengannya apalagi maminyalah yang membuat dirinya dilema dan berujung bercerai dengan felix.
"Lihat wajah kamu,keburu memudar nanti! Cepatlah minta hendrico nikahi kamu!".
Sarah tahu betul sifat materialistis maminya yang ternyata turun kepadanya,
"sabar mi! Sebentar lagi kok!".
"Kamu tahu kan sekalipun felix pemilik yayasan tapi kalah jauh dengan perusahaan-perusahaan milik hendrico!".
"I know! kita tinggal cari vendor dan selesai,mami gak usah capek buat mikirin itu!".leyeh sarah yang membaringkan badannya keatas sofa.
"Sepertinya kamu kurang semangat ? Kenapa?masih memikirkan felix lagi?".
Sarah tidak menjawab sepatah kata pun, hanya terdiam.
Mami mendekati sarah, "sarah,buang perasaan kamu jauh-jauh lagi!ingat kan, utang mendiang papimu banyak sarah! mami gak mau jatuh miskin!".
Inilah alasan mengapa sarah memilih bercerai dari felix semua karena perusahaan papinya terlilit utang dengan jumlah besar.Sarah tahu betul felix tidak akan tinggal diam namun melihat bagaimana nasib kedua buah hatinya kedepannya jika semua tabungan dipakai untuk menutupi utang membuatnya terpaksa untuk berpaling.
"Aku tahu mi!tapi soal perasaan itu gak bisa dibohongi,aku sangat mencintai felix dan anak-anak".
__ADS_1
"Halah,makan itu cinta! karena cinta mami ke papimu makanya dia meninggalkan utangnya yang besar! Stop bicarakan cinta!pokoknya kuasai semua kepunyaan hendrico segera setelah kalian menikah! Kamu ngerti kan sarah?".Tegas mami.
Sarah menghela napasnya dengan panjang,
"Aku ngerti mi,cuma karena ini chia dan..
Mami sarah langsung memotong dengan cepat omongan sarah sambil memegang tangannya,
"kapanpun kamu bisa temuin mereka kan? mereka toh tetap anak kamu! mereka bukan benci hanya saja belum tahu pahitnya kehidupan kalau tidak ada uang! kamu istirahat dan jangan lupa kasih kabar baik ke mami secepatnya!".
Sarah mengangguk menanggapi perkataan maminya.
"mami pulang dulu!".pamitnya yang langsung bergegas mengambil tas dan pulang.
Setelah kepergian maminya sarah masih belum beranjak dari sofanya hanya membuka ponsel dan galeri foto waktu mereka masih bersama dengan anak-anak.
"Maafin mama ya jessi,chia! mama harus lakukan ini! kalian gak usah khawatir hati mama hanya untuk papa,kita pasti bisa sama-sama lagi! mama janji!".Ungkap sarah dengan raut wajah kerinduan campur sedih.
****
Keesokan paginya clein yang sepertinya sudah siap-siap untuk berangkat kuliah kedatangan tamu istimewa yang sangat dirindukannya,
Clein yang sangat kaget sampai tidak bisa berkata apapun langsung bergegas cepat menuju wanita paruh baya tersebut,
"mama? Mama kok gak bilang mau ke indo sih? kan bisa telpon biar aku jemput!".Jawab clein yang langsung memeluk mamanya dengan sangat kencang.
"Surprise sayang!".jawab mamanya clein dengan penuh semangat bertemu anak semata wayangnya.
"Mama kok bisa ke indo?kenapa ma?".
Mama clein tertawa pelan, "jadi mama udah gak boleh lagi kesini clein?".
"Ya bukan gitu ma.Makasud clein mama kan lagi pengobatan".
"Mama minta ijin sebentar soalnya mama kanget berat nih sama anak mama yang super sibuk sekarang!".Sambil menyibakkan rambut clein manja.
"Iya ma,soalnya kan tahu sendiri sebentar lagi kelar belum lagi banyak event dikampus!".
__ADS_1
"Iya sayang,mama ngerti kok! yang penting sekarang mama sudah disini sama kamu!".
Tiba-tiba hendrico,papa clein turun dari tangga kamarnya menuju kebawah untuk berangkat kekantor,
"loh kamu disini lis?".tanya hendrico dengan tampang sedikit kaget.
"iya,untuk bertemu anakku! gak salah kan?".
Hendrico menggeleng,
"kamu selalu sensi!aku cuma bertanya lagian kamu kan memang ibunya!".
Clein langsung memotong pembicaraan mereka karena takut pasti ujung-ujungnya akan ribut,
"mama nginap disini kan ?".
"gak clein,mama di hotel aja!".
Clein menoleh kearah hendrico,
"pa,mama boleh disini kan ?".
Dengan santai hendrico menjawab pertanyaan clein,
"silakan ! Daripada dihotel lebih baik kamu disini saja menginap selama di indo,lis!".
"gak usah repot-repot!".
"ma ayolah,biar aku lebih dekat buat ketemu mama!".clein memohon.
"kamu lihat anakmu ! Sudahlah tinggal saja disini selama kamu mau ! Aku harus berangkat kekantor".
Clein dan mamanya menatap kepergian hendrico namun jelas terlihat dari raut mamanya clein kalau dia masih menyayangi mantan suaminya.
Clein melirik mamanya dan coba untuk mengalihkannya,
Kita ke kamar yok mak!".
__ADS_1
Untunglah mama clein segera mengiyakannya.
****