Ada Cinta Untuk Perempuan

Ada Cinta Untuk Perempuan
BAB XXXII


__ADS_3

Pak felix belum juga menjawab permintaanku sepertinya masih dilema karena dia terlalu sibuk dengan yayasannya,


"Ya kalau bapak gak mau gak apa-apa sih kalau gitu dengan mbak sarah aja pak yang jemput dan antar anak-anak tiap hari jadi bakal buat mereka gak down lagi!"lanjutku yang langsung memberikan dua pilihan agar pak felix bisa memilih yang terbaik.


Pak felix menghela nafas panjang,


" oke aku pilih yang pertama aja,sabtu ini kita liburan ke pantai!".


Aku benar-benar lega akhirnya pak felix menyetujui saran yang kuberikan walaupun sedikit kaget karena otakku berpikir dia pasti memilih nomor dua.


"Eh gak terpaksa kan pak?".Kupastikan sekali lagi dengan wajah memohon.


Pak felix nyengir melihat kelakuanku,


"iya loh pu ,kapan sih aku pernah lupa dengan janji?".


Aku dan pak felix tertawa bersama tiba-tiba pak felix memegang pundakku,


"Thanks ya pu,baru beberapa hari saja kamu udah buat sedikit perubahan dirumah ini!"Puji pak felix yang membuatku ketar ketir.


"Biasa aja ah pak,lagian kan itu sudah tugas aku pak kalau gak ya bakalan gak digaji dong !"sindirku sambil tersenyum.


"Andai sarah dari dulu seperti kamu aku yakin anak-anak pasti lebih memilih dia!".


Aku sebenarnya malas kalau pak felix sudah membahas mantan istrinya,gak ada alasan kenapa hanya saja sedikit membuat telingaku sakit.


"Bapak labil ah!".


Pak felix menunjukkan raut bingung mendengar perkataanku barusan,


"kok labil?".


"Kalau mbak sarah datang pak felix ngamuk gitu tapi kalau udah jauh ngomongin mulu! Apa namanya coba kalau gak labil?".


"Hahahaha,iya juga! Ya udah aku keatas dulu mau buat soal-soal untuk besok!".


Aku langsung memutar otak cepat secara ingin tahu soal apa yang akan diberikan besok,


"Pak,boleh dong aku tau gitu soalnya!"godaku ke pak felix.


"Hmm,kamu mau ya?"tanya pak felix mendekat ke wajahku.


"Mmm..mau pak!"jawabku terbata-bata karena jantungku seperti mau copot memandang wajahnya secara dekat.


Pak felix mengelus rambutku,


"kalau mau belajar yang rajin ya!"ujar pak felix langsung beranjak kedalam rumah meninggalkan omelanku.


Sekolah


****


Sampai disekolah aku sedikit mengantuk dan langsung kutidurkan sejenak dimeja kelas,


"Woi tidur lagi!kamu gak tidur emang pu?".kejut dera yang membuatku sedikit kesal.


"Ih apaan sih,lagian ini masih jam berapa!".jawabku malas.


"Kamu security disana?".

__ADS_1


"Ya gaklah,cuma ya gitu subuh harus siapin kebutuhan merekalah,itulah semua pokoknya!".


"Kasiannya sahabatku ini!"ujar dera yang mengunyel-unyel wajahku.


Lanjut dera,


"ntar malam jadikan pu?".


Aku sebenarnya sangat malas namun karena ancaman si pria aneh itu membuatku harus menyetujuinya,


"Iya iya der!".


"Aku jemput,oke?".


Aku menolaknya,


"gak.usah ntar kita ketemuan langsung aja disana,gak enak dilihat pak felix ntar!".


Umtunglah dera mengiyakan apa yang aku katakan.


Ponselku bergetar dari kantong seragamku,ternyata nomor baru yang menghubungiku,


"Halo?".


"He! Anak tidak tau diuntung! Kamu pikir bisa main kabur ?dimana kamu dan ibumu sekarang??".


Ternyata pria brengsek yang menghubungiku,dengan sigap segera kumatikan dan kublokir nomornya,dera melihatku penasaran,


"Kok wajah kamu gitu pu?ada apa? siapa yang nelpon?".


"Gak ,salah sambung tadi! Aku kewc dulu ya cuci mula!".Aku bergegas menuju wc.


Ketika pak felix  sudah berada dikelas,aku mengetok pintu dengan wajah lusuh.


"Maaf pak saya dari wc!"kataku tanpa menoleh kehadapannya dan langsung menuju mejaku tanpa menghiraukan jawabannya.


****


Dikampus Clein


"Clein,bokap lo noh tadi manggil!".kata deo yang menghampiri sahabatnya di ruang BEM.


Tanpa menjawab clein bergegas ke tempat papanya,


Clein tanpa mengetok langsung membuka pintu ruangan tempat papanya bekerja yang ternyata baru selesai mencium sarah,calon mamanya.


"Eh clein,masuk! Tante sudah mau pergi kok! Sayang,nanti ya! Aku kesalon dulu!"pamit sarah ke papanya clein.


"Iya,take care sayang!"jawab papa clein yang mengantarkannya ke depan ruangan.


Clein sendiri samasekali tidak menjawab sapaan sarah dan langsung nyelonong  duduk di sofa.


Papa clein memberikan secangkir teh hangat lalu duduk berhadapan dengan clein,


"Gimana clein?sebentar lagi kamu lulus itu artinya kamu sudah bisa belajar untuk pengganti papa!".


Clein dengan wajah datar hanya menjawab,


"harus berapa kali sih clein bilang,clein gak tertarik samasekali!".

__ADS_1


"Kamu emang mau jadi apa sih?kamu anak papa satu-satunya ya otomatis kamu penerus papa!".


"Papa kan masih bisa kerja,kenapa harus clein lagi sih!".


"Iya papa tahu,tapi paling gak kamu belajar dulu!".


"Nanti ajalah pa! Ada lagi yang mau dibilang?"jawab clein jutek.


"Sebentar lagi papa dan tante sarah akan mengadakan pesta pernikahan jadi papa harap kamu harus ikut untuk bantu juga!".


Clein menatap sinis papanya,


"ada EO kan pa?jadi biar aja mereka yang urus ! Toh clein gak bisa datang!".


"Clein jangan pancing papa ! Gimanapun tante sarah akan jadi mamamu!kamu harus legowo!".


"Dan sebentar lagi..


Belum selesai papa clein menyelesaikan omongannya clein memotong,


"Mama??gak salah pa??mama clein cuma satu dan itu lagi pengobatan diluar,wanita yang menemani papa dari nol lagi berjuang untuk hidupnya! Jadi jangan pernah paksa aku untuk menerima wanita itu untuk jadi mama !itu tidak akan pernah terjadi!".bentak clein yang langsung keluar dari ruangan papanya.


Papa clein hanya menatap melas kepergian anaknya.


Clein menuju ke arah ruang BEM dan menemui kedua sahabatnya yang sedang tiduran santai,


"Ada pengumuman apa clein?".tanya deo.


"Gak ada! Gue mau tidur jadi kalau ada yang datang tolong ditolak!"perintah clein yang langsung naik keatas.


Kedua sahabatnya saling bertatapan melihat tingkah anehnya clein.


Sekolah Puan


****


Pak felix yang daritadi curi pandang ke arah puan karena hari ini puan seperti lemas tidak bersemangat,


"Apa karena aku gak kasih soalnya yang diminta tadi malam ya?makanya dia begitu?".gumam pak felix.


Sampai dengan selesai pelajaran pak felix ,puan masih cuek seperti tidak saling mengenal.Dera yang memaksa puan akhirnya mengiyakannya kekantin padahal rencananya dia ingin tiduran saja sepanjang jam istirahat.


Tiba-tiba satpam datang membawa minuman yang berbungkus,


"Non puan,ini dari ojek online tadi!".


Aku mengambilnya dengan wajah heran,


"Loh?saya gak pesan apa-apa loh pak!".


"Bapak juga gak tau non,permisi ya non!".


Dera melirikku,"wih isinya apa tuh pu?siapa yang kirim?".


Aku menaikkan pundakku tanda aku pun tak tahu ketika kubuka ternyata minuman kopi cokelat dan ada secarik kertas tertulis,


"minuman untuk perempuan agar kembali bersemangat! Semangat Nak!.


"Auwww so sweet,tapi kok nak?". Tanya dera dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Apaan sih! Aku juga gak tau siapa yang kirim!".


__ADS_2