
Pak felix dengan santainya duduk merebahkan badannya ke sofa ,kulirik wajahnya yang sedikit kelihatan lelah namun seperti tetap berusaha untuk segar.
"Bapak kenapa repot-repot sih?".Kuberanikan diriku bertanya hal yang selama ini ingin kutanyakan.
"Repot gimana pu?"Pak felix menaikkan sebelah alisnya.
"Yaa kenapa harus jadi guru?padahal kan bapak pemilik yayasannya!".Hardikku.
Pak felix malah bertanya kembali,"kenapa emangnya pu?".
"Ya lucu aja pak,bapak tuh ngerepotin diri sendiri pemilik yayasan malah jadi guru sma kan capek-capekin badan!"Jawabku dengan penuh yakin.
"Suka aja sih,ya pengen lihat anak-anak semasa kamu itu ngapain aja!trrus lihat guru-gurunya becus gak ngajar!".
Masa iya?".
"Iya,bener!".
"Oh ya mau hirup udara segar gak?soalnya disini suntuk juga!"tanya pak felix tersenyum simpul,
"Ah,,belum makan juga soalnya nih!"lanjutnya.
"Nanti mami marah lagi pak?"jawabku.
"Kan udah dibilang kamu gak usah kerja selama seminggu! Jadi bos kamu gak bakal marah! Yok!".
"Bapak kok baik gitu sih sama aku?"aku menatap pak felix,kenapa pak guru yang satu ini begitu baik dengannya.
"Nanti kamu juga akan tahu!"ucap pak felix penuh ambigu.
"Ih,mengerikan.Ya udah ayoklah pak kalau gitu!"jawabku yang mengikutinya dari belakang.
Akhirnya mereka tiba disalah satu restoran termahal yang membuat mataku tak berkedip,
Aku menarik lengan baju pak felix,
"Pak,cari tempat lain yok!"Seketika kami saling memandang dan pak felix melihat kearah lengan baju yang kutarik.
"Eeh maaf pak ,spontan!".
Dia tertawa,"Uhui dong! Kenapa emangnya?disini tuh enak banget loh!".
Aku berbicara pelan dekat dengan pak felix,"ini kan tempat artis-artis sering dinner malu ah pak!".
Pak felix kembali menarik tanganku pelan,"aman kok!".
Kami berjalan kearah meja yang sudah diresevasi pak felix pada saat dimobil tadi,seorang pelayan mendekati kami,
"Selamat malam pak felix,sudah lama ya tidak kesini!"ucapnya sambil melirik kearahku.
"Loh ganti lagi pak?lebih muda ya sekarang!".
Pak felix cengengesan sambil menjawab pertanyaan si pelayan,"ini keponakan saya kok!".
Aku mendengus mendengar kata ponakan serasa tak sebanding dengan pak felix.
__ADS_1
"Ih,mikir apa sih kamu pu! Pak felix itu tua banget buat kamu lagian mana mungkin dia suka ama aku!"bisikku yang sudah mulai kelaparan sambil memegang perut.
"Ini menunya ya pak felix,ini ya dek!"ucap pelayan sambil berlalu.
Pak felix menatapku,"kenapa pu?"
"Ya kesal aja dibilang lebih mudalah,ponakanlah!".
"Ya masa aku bilang pacar kan lucu!"Ujar pak felix.
Makanan yang kami pesan pun telah tiba,perutku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.
"Wajahmu sudah lapar banget kayaknya,yok makan!ini itu enak banget!".kata pak felix.
Aku menurutinya dan langsung menikmati makanan yang secuil tapi soal rasa jangan ditanya dan kupastikan pasti harganya mahal.
Setelah siap makan,pak felix sibuk mengotak-atik ponselnya sedangkan aku sendiri sibuk melihat para pengunjung yang makan direstoran ini seketika seorang wanita datang kearah kami.
"Cantiknya!"pujiku dalam hati.Mataku tak bisa berkedip memandanginya dari kepala sampai kaki,bayangkan kulitnya yang putih segar,hidungnya mancung pokoknya bak blasteran.
"Lama gak bertemu lix!"ucapnya sambil memegang pundak pak felix.
Kupandangi pak felix yang sepertinya sedikit terkejut akan kehadiran wanita tersebut.Aku masih penasaran siapa dia.
"Sarah??".
Aku hanya terdiam ketika pak felix memanggil namanya sarah,ternyata dia adalah mantan istri pak felix.
Sarah melihatku dengan tatapan sepele,"ini pasangan kamu sekarang??
Aku mendongak melihatnya.
"Anak kecil darimana kamu ambil?kamu udah doyan dengan daun muda ya?".ejek mantan istrin pak felix.
Pak felix menjawab ucapannya,
"aku sudah bilangkan sar,tidak semua hal harus aku jelaskan sama kamu!".
Aku membalas tatapan mantan istri pak felix,
"Kenalin aku sarah,mantan istri felix!"dia memberikan tangannya tanda ingin berkenalan denganku.
Aku membalasnya dengan senyuman,"Hai,saya perempuan panggil saja puan!".
Dia tertawa seperti mengejek,"nama yang aneh ya! Felix,kalau kamu mau cari penggantiku setidaknya cari yang dewasa ya karena aku tidak akan setuju dia jadi mama tiri jessi dan chia!".
Pak felix bangkit dari kursinya,
"aku tidak sepertimu sarah yang gampang memalingkan hati dan mengkhianati keluarga ! Ayok pu kita pulang!".
Pak felix menngambil tanganku dan memegangnya,
"Ah,satu lagi kalaupun dia yang akan jadi jodohku kelak kupastikan dia jauh lebih baik darimu!".
Deg..
__ADS_1
"Apa-apaan ini?jodoh? Aku jodoh pak felix?".
Aku berpamitan dengan mantan istri pak felix dengan menundukkan kepala dan setelah itu mengikuti tarikan tangan pak felix.
Sesampainya dimobil pak felix,kulihat raut wajahnya yang berbanding terbalik dengan tadi kami pergi,
"Bapak gugup ya?sedih?".tanyaku dengan wajah kasihan.
"Ya begitulah,maaf ya tadi jadi bawa-bawa kamu!".
"Slow pak,!"jawabku santai.
Aku melanjutkan omonganku kembali,
" oh ya,kita mampir sebentar ya ketempat langganan saya pak,boleh?".
"Oke,kita jalan ya!"jawab balik pak felix sambil membawa menyalakan mobilnya.
****
"Tada....,nih pak tadi aku pesan dua!"kataku yang memesan es krim langganan dan langsung masuk kemobil.
Pak felix tertawa tipis,"maksudmu menemani makan es?".
"Ini es krim udah lama buka dan terkenal enak terus bisa buat hati kita tuh nyess sejuk!"hiburku yang akhirnya membuat oak felix tertawa lebar.
"Dasar kamu ya,ada-ada saja!".
Aku asyik menikmati es krimku yang tanpa sadar tiba-tiba tangan pak felix menyentuh sisi bibirku langsung kutangkis dengan sigap manatau dia ingin menciumku,
"Ada sisa es krim nih! Kelihatan sekali masih anak-anak!"sahut pak felix tertawa.
Aku malu sekali dengan tingkahku lagian kenapa aku sok suci toh juga sudah rusak itulah isi hatiku sekarang.
"Pak,sekarang jawab kenapa baik sekali sama aku?"tanyaku penasaran karena sampai detik ini pak felix belum menjawab.
Pak felix menyandarkan badannya ke tempat duduknya dimobil,
"Ya kan karena kamu masih dibawah umur makanya aku baik sama kamu,gak salah kan?".
Aku mengernyitkan dahiku,
" Yakin cuma itu pak? Soalnya gak semua guru kayak gitu! Atau bapak ada niat jahat ya sama aku?".
"Pu,kalau aku mau niat jahat kan gampang waktu itu tinggal langsung bawa kekamar selesai!"
Aku menundukkan kepalaku dengan malu ada benarnya juga perkataan pak felix kenapa sampai sejauh ini aku berpikir.
"Aku punya dua anak perempuan dan kamu juga sama aku anggap..
Belum sampai selesai omongan pak felix selesai aku menyanggahnya,
"Aku bapak anggap hanya seperti seorang anak kan? Benerkan pak?"Tanyaku dengan pasti.
Pak felix tidak menjawab hanya tersenyum tipis dan mengangguk.
__ADS_1
Ntah mengapa karena kata-katanya tadi membuatku lemas hatiku serasa dipotong-potong padahal aku tau dia jauh sekali umurnya denganku namun sejak pertemuan pertama kala itu membuat jantungku berdebar tiap bertemu dengannya.
"Apakah ini tandanya aku suka pada pak felix?"Bisikku dalam hati.