Ada Cinta Untuk Perempuan

Ada Cinta Untuk Perempuan
BAB XVIII


__ADS_3

"Ah,ga mungkin!"jawabku spontan mengeluarkan suara yang membuat pak felix kaget.


"Gak mungkin apanya pu?".


"Hah?eeh gak pak,!"balasku sambil tertawa.


Hujan turun sangat deras membuatku sedikit kedinginan apalagi baru teringat jaket kutinggalkan di jok motor,aku mengelus-elus tanganku karena sudah sedikit menggigil.


Pak felix mengambil sesuatu dari belakang kursinya dan itu adalah jaketnya,


"Nih pake pu, biar kita langsung gerak pulang!"sodor pak felix.


Aku menolaknya dengan lambaian tanganku,"gak usah pak,tahan kok jaketku ketinggalan dimotor".


Untuk kesekian kalinya pak felix tanpa disetujui olehku menaruhnya dipundakku yang membuatku benar-benar semakin dilema.


"Kalau kamu sakit besok gak bisa pergi,kalau gak pergi nanti jadi stress soalnya bakalan ujian!".rayu pak felix dengan tersenyum.


"Pak,lebih memilih dicintai atau mencintai?"tanyaku ke pak felix sambil memandangi wajahnya yang sangat membuat hati ini sejuk.


Pak felix menggigit bibirnya sedikit sambil membalas pertanyaanku barusan,


"saat ini kayaknya dicintai aja deh!".


"Kenapa?".


"Ya biar kita gak ngerasain gimana rasanya disakiti!".jawab pak felix


"Kalau mencintai otomatis kita bicara merelakan atau direlakan,ngerti kan maksudku?"timpal pak felix.


"Aku lebih memilih mencintai,jadi cukup kita aja yang tau rasa itu tanpa atau dengan memiliki!".


Aku tak tahu mengapa kali ini aku membahas soal itu namun sejak bertemu pak felix kuakui hatiku selalu tak karuan,aku belum tahu ini cinta atau hanya sekedar kagum namun yang kuketahui adalah aku hanya siswa dianggapnya dan bagiku itu tak jadi masalah.


"Waw bijak sekali,sudah pernah jatuh cinta emang?".Sindir pak felix.


Aku tersipu malu dan menggelengkan kepalaku,"belum pak dan kan aku pernah bilang aku ga akan menikah pak!".


"Siswa pintarku,jatuh cinta itu gak mengharuskan kita menikah tapi intinya kita manisia pasti pernah atau akan merasakan jatuh cinta!".


"Dan aku akan melihat nanti kamu jatuh cinta sama siapa kalau kamu masih diyayasan bakrie!"tambah pak felix tersenyum semirik.


"Tau ah pak, yok balik keclub soalnya motorku disana !".alih-alihku ke pak felix karena memang tak tahan dengan tatapannya kemataku.


"Gak pu,kali ini aku antar kamu sampai rumah,ini hujan deras dan gak mungkin bawa motorkan?".


Wajahku sangat panik begitu tau pak felix mau mengantarkan aku kerumah,


"Gak usah pak, lagian rumah saya jauh!".


Pak felix menstarter mobilnya,


"kali ini siswa harus patuh sama gurunya dan masalah rumah aku sudah tau,aku cuma antar sampai depan rumah"!Ok.Ayok!".

__ADS_1


Aku diam seribu bahasa,darimana pak felix tau rumahku.


"Aah,dia kan pemilik yayasan ya pasti tahulah!"gumamku.


****


Kediaman Clein


"Clein,ayok makan bareng!"


Clein yang masih memainkan ponselnya tanpa menoleh kearah papanya,


"duluan aja pa!".


"Clein,tante sudah banyak bawa makanan ayok kita makan bareng!"


Clein menghentikan permainannya dan menatap papa dan wanitanya,


"Pa,aku kan udah bilang duluan aja aku masih kenyang!".


"Kamu sampai kapan sih melawan papa?kenapa gak bisa dibilangin?".Timpal papa clein.


Clein beranjak dari sofanya,"aku rasa papa tau alasannya apa?aku ngantuk mau tidur!".


Wanita itu menghentikan perdebatan papa dan clein,


"sudah mas,dia sudah besar jangan diatur-atur!".


Wanita itu memegang dadanya papa clein,


"aku gak masalah kok,yang pentingkan kamu sayang sama aku!".


Papa clein menatap wanitanya dan memeluknya,"secepatnya kita urus pernikahan kita!".


"Iya mas tenang aja,aku kekamar clein ya bujuk dia biar dia juga bisa terima aku!".


"Hm,kamu yakin gak apa-apa?".


"Aku akan terus mencoba mas,aku keatas ya sebentar!"ucap wanita itu menuju ke kamar atas clein.


Tok..tok..tok..


Clein membuka pintu dan berhadapan dengan wanita tersebut,


"Mau ngapain kesini?".tanya clein dengan nada datar.


Wanita itu menyerodok masuk pelan kekamar clein,


"clein,tante tahu kamu gak suka sama tante tapi kamu harus ingat papa kamu mencintai tante!".


"Terus?hubungannya sama saya apa?".


Mata wanita itu tertuju kearah foto mama clein yang ada dimeja belajarnya,

__ADS_1


"ya kamu harus belajar untuk terima kalau kamu mau papamu bahagia!".


Clein  menggedikkan bahunya,"saya gak mau dan gak sudi! Kamu biang kerok dan perebut kebahagiaan aku dan mama!".


"Perebut?papa kamu yang duluan mendekati tante,tante bisa memberikan kebahagiaan yang seutuhnya untuk papamu,mamamu hanya bisa menyusahkan! Sakit-sakitan terus gak ada yang memperhatikan papamu luar dalam!"


Clein benar-benar sudah muak dan emosi mendengarkan omongan wanita itu,


"setidaknya mama tidak berkhianat dan meninggalkan anak-anaknya hanya demi laki-laki lain!".


Mama clein memang sudah lama jatuh sakit jadi setiap sebulan sekali selalu berobat ke penang sejak saat itu papa clein kurang perhatian dari seorang istri sejak kehadiran wanita itu papa clein seperti menemukan kehidupan yang cerah alhasil papa clein menceraikan mamanya dan lebih memilih wanita itu.


"Terserah kamu bilang apa,yang penting cepat atau lambat kita akan seatap bareng jadi tolong hormati papamu dan saya!".


"Silakan keluar dari kamar saya dan ingat sampai kapanpun saya tidak pernah menganggap anda ada!"Ujar clein membuka pintu kamarnya.


****


Pak felix dan puan akhirnya sampai didepan pagar kecil rumah puan,


"Bapak kok bisa tahu rumahku sih?"tanya puan terheran-heran.


"Ya percuma dong saya banyak anggota!".


Saat puan ingin melepaskan jaket pak felix menahannya,


"No, pakai aja dulu soalnya masih hujan diluar,kalau udah dicuci baru balikin ke aku!".


Puan mengangguk sambil celingak-celinguk kiri kanan karena takut pria brengsek itu ada dirumah.


"Aku turun ya pak,terimakasih hari ini!"balas puan.


"Iya pu!"jawab pak felix singkat.


Saat puan turun dari mobil tiba-tiba motor butut berhenti tepat di samping mobil pak felix dan memandangi mereka,


"Wah sudah hebat sekarang ya! Disewa berapa kamu sampai diantar segala?"Celetuk pria itu yang tak lain adalah ayahnya puan.


Puan sangat kaget dan tak bisa berkata apa-apa ditambah pak felix mendengar dengan jelas omongan ayahnya. Pak felix turun dari mobil dan membalas omongannya,


"Maaf,anda siapa?sopan sekali anda bicara?".


Ayah puan turun dari motor dengan aroma minuman beralkohol,


"sudah langganan ya? Servisnya bagus gak? Genjotannya mak nyos,mantap memang!".Ucap ayah puan sambil menunjuk kearah celananya.


"Masih sempit lagi,enakkan sama dia? Saya malam ini juga harus digoyang sama dia!".kembali ayah puan berbicara.


Wajah puan sudah sangat memerah dia sudah sangat malu dihadapan pak felix dan menunduk menangis namun disembunyikan oleh rintik hujan.


Braaak.....


Tonjokan melayang diwajah ayahnya puan.

__ADS_1


__ADS_2