Ada Cinta Untuk Perempuan

Ada Cinta Untuk Perempuan
BAB XIX


__ADS_3

Mataku terbelalak melihat pak felix yang menonjoknya,aku terdiam seribu bahasa tak tahu harus berbuat apa.Disatu sisi aku malu sekali karena akhirnya pak felix tahu aibku di sisi lain aku senang pria brengsek ini kena tonjok.


"Anda siapa?berani ngomong kotor seperti itu?"Tanya pak felix yang sangat begitu emosi.


Pria tua itu tertawa mabuk,


"wah tidak sopan ya! Saya itu ayahnya perempuan!".


Pak felix dengan wajah membisu menurunkan tangannya yang tadi masih dikepal seakan ingin menonjoknya lagi,"Ayahnya puan?".


"Iya,dia tidak pernah cerita? Namanya anak durhaka tidak mengakui saya ayah kandungnya sendiri!".


"Pak felix aku minta maaf,bapak boleh langsung pulang saja!"kataku yang menyuruhnya untuk pulang karena wajahku sudah sangat malu.


Ayah puan menghentikannya,"eh jangan,kalau mau bawa aja nih anak biar bisa enjot-enjotan puas!hehe,tapi bayar ke saya ya!".


Pak felix mengepalkan tangannya siap-siap hendak menonjok sekali lagi nsmun dihalang oleh puan,


"jangan tanggapin orang gila pak,pulang saja pak! Aku juga mau istirahat!".


Puan langsung bergegas berlari menuju rumah sedangkan pak felix memandang penuh emosi kearah ayahnya puan lalu pergi kemobil.


Puan langsung masuk ke kamar ibunya dan memeluknya,


"Ibu,puan malu bu!"isak puan yang tak terbendung lagi.


"Ibu cepat sembuh dong,puan mau kita pergi jauh bu!".sambung puan.


Seusai puan mencurahkan isi hatinya dia keluar untuk kembali kekamarnya,diruang tamu dia meiihat pria brengsek namun puan mengacuhkannya.


"Heh!bagus kamu ya!anak tidak tahu diri!"bentak ayahnya.


Puan menghentikan langkahnya dan berbalik badan kebelakang,


"Kau sendiri?sudah jadi orangtua panutan?pikir kalau ngomong,kau tahu siapa dia?Ha?dia guruku!mau ditaruh dimana mukaku?.


Puan langsung melangkah tanpa memperdulikan balasan omongan ayahnya.


****


Felix masih menyetir sambil memikirkan kejadian yang terjadi tadi dirumah puan,


"Apa ini alasannya dia kerja malam? Itu ayahnya?terus apa maksudnya dengan omongan ayahnya tadi?"felix mengernyitkan dahinya.


****


Keesokan paginya di kediaman felix


Felix yang sedang sarapan bersama kedua anaknya kedatangan mamanya felix,


"Pagi semuanya,oma datang ini!".


Felix berdiri dan langsung menyambut mamanya,

__ADS_1


"pagi ma,tumben kesini ma pagi-pagi banget lagi".


Chia dan jessi tak lupa juga mencium tangan omanya.


"Jadi gak boleh lagi datang mama?hari ini kan peresmian butik ancha yang baru lagi,makanya mama mau sekalian bareng kamu!".Ucap mama felix.


"Hm,aku udah bilang ancha ma aku gak bisa hari ini!".


Mama felix melotot,"loh,kenapa?sekarang hari libur masa gak bisa?"


Pak felix mengambil kunci mobil dan menjawab,


"hari ini aku sudah janji dengan siswa-siswiku untuk refreshing sebelum mereka ujian akhir".


"Selalu begitu!kapan sih kamu ngerti maunya mama,lix?"gerutu mama felix.


Felix yang tidak ingin anak-anaknya mendengar bahasan mamanya langsung menyuruh jessi dan chia untuk masuk kekamar.


"Jes,chia udah siap makannya kan? Sekarang kekamar langsung ya,papa mau ngobrol dengan oma".


Jessi dan chia mengangguk dan langsung berjalan kekamar.


"Apalagi sih ma?felix gak ngerti!".


"Sudah cukup ya kamu ditinggalkan wanita sialan itu dia lebih mrmilih lelaki lain dari kamu lix! Sekarang kamu harus pikirin diri kamu!".ucap mama felix dengan nada tinggi.


"Jadi maksud mama aku harus gimana?menikah lagi?".


"Itu kamu tau,dan kamu harus memilih wanita yang benar-benar baik,dan itu ancha. Lihat dia,dia pakai jilbab,agama kuat dan dia mandiri,satu lagi kamu sudah lama bersahabat dengannya!".pinta mama felix.


"ma,felix tahu mana yang terbaik untuk felix dan untuk saat ini felix gak mau memikirkan hal itu, dan untuk ancha felix hanya menganggap dia sahabat gak lebih".


"Sahabat juga bisa jadi cinta,kamu coba dong! Bukannya malah ngurusin anak-anak sekolahmu!".


"Cinta bukan untuk dicoba ma,".


Ketika mama felix ingin membalas omongan felix,


"Ma,nanti kita sambung lagi ya felix takut telat ini.Oke. bye ma!"pamit felix sambil mencium mamanya.


Sedangkan mama felix tidak berkutik samasekali.


****


Tok..tok..tok..


Pintu rumah puan berbunyi membuat puan berjalan kearah pintu untuk membukanya,


"Pak felix???"kata puan kaget melihat kehadiran pak felix didepan rumahnya.


Puan yang hanya memakai hotpants dan atasan tangtop tali tipis dengan rambut diikat keatas membuat pak felix sempat meneguk air ludah yang ada ditenggorokannya untunglah pak felix bisa mengontrol semuanya.


"Pagi pu,sudah mandi?".

__ADS_1


"Sudah pak,".


"Ya udah ayok kita berangkat".Ajak pak felix.


Puan yang masih bingung dengan kehadiran pak felix lupa kalau hari ini saatnya mereka untuk refreshing ke dufan.


"Kemana pak?".


"Ya kedufanlah puan, tadi saya telpon ketua kelas katanya cuma kamu yang belum ada jadi aku suruh bisnya jalan duluan biar aku yang jemput kamu!"jawab pak felix dengan nada santai.


"Tapi pak..."


"Gak ada tapi-tapian aku tunggu kamu dimobil ya pu,silakan ganti bajunya!".perintah pak felix langsung bebrbalik badan kemobil.


Puan yang segan untuk menolak walaupun dia tidak tahu apa yang harus dijelaskan ketika pak felix bertanya soal tadi malam hanya bisa menuruti perintah pak felix.


Puan yang sudah bersiap-siap langsung menuju kemobil pak felix,


puan memakai maxi dress santai berwarna biru laut dengan rambut panjang terurai dengan hiasan jepitan kecil dirambutnya,membuat pak felix tak berkedip.


"Maaf pak kalau lama ya!".ucap puan.


"Iiya..iya,nah gitu dong!kamu sudah pernah kedufan?"tanya pak felix yang langsung menjalan kan mobilnya.


"Sudah pak,tapi udh lama sekali!ini anak-anak gak bakal curiga kenapa kita bareng pak?".


"Kamu tenang aja,aku udah siapin alasan yang masuk akal kok!".


Puan masih tak enak hati dengan gurunya yang satu ini,


"Aku benar-benar...


"Kenapa lagi? Ga enakkan?segan?"sambung pak felix sembari melihat puan.


Puan mengangguk lesu.


"Kan aku udah bilang alasannya kenapa kan? Jadi stop bahas itu ya,cukup kamu fokus untuk ujian penentuan universitas nanti! Udah tahu kan pengumuman terbarunya?" Tanya pak felix.


"Udah pak, yang biayanya dipotong 80% kan?".


"Iya,jadi jangan sampai kamu gak lulus kan kamu pintar!".


Yang sebenarnya peraturan tersebut adalah peraturan suruhan pak felix selaku pemilik yayasan karena ingin membuat keringanan untuk puan.


Puan tersenyum tipis,


" iya pak doain aja nanti lulus!"ucapnya sambil membuka isi ponselnya yang berisikan whatsapp dari sahabatnya,dera.


"Pu,udah dijalankan?bareng pak felixkan?"


Puan mengetik dan langsung membalasnya,


"Iya der,kenapa?"

__ADS_1


Tak sampai 10 detik balasan dera sampai,


"Huhuhu enak banget!^^"


__ADS_2