
Pak felix menoleh kearah mamanya," ngawur ya mama,aku malah gak ada kepikiran kesitu!".
"Gimana sih kamu,masa gak mikirin anak-anakmu?"sungut mama pak felix yang sepertinya memaksa pak felix untuk menikahi ancha.
Ancha akhirnya bersuara,
"Udah tante,kita juga sahabatan kok.Gak usah dibahas disini.Hari ini kan ulangtahun tante,so harus happy".
"Hmm maaf,pak felix saya duluan aja ya soalnya ada kerjaan"kini aku sengaja mengalihkan pembicaraan apalagi aku harus kerja nanti malam.
Pak felix menatapku seakan tidak enak mungkin karena mereka membahas masalah yang bukan ranahku.
"Ya udah sekalian ya saya antar kebetulan anak-anak juga besok harus sekolah!".
Lagi-lagi mama pak felix dengan sinis memandangku seakan aku mau ditelannya,
"Loh,kan dia bisa naik ojek online sih lix! mama mau ajak makan malam soalnya kan jarang-jarang kita semua ngumpul!".
Ancha menengahi kembali perdebatan antara ibu dan anak ini,
"tante,dia kan masih anak-anak nanti takutnya dijalan malah kenapa-kenapa! udah antar aja lix,jessi dan chiara juga harus istirahat kan masih bisa lain waktu".
Saat mama pak felix ingin mengatakan sesuatu pak felix langsung dengan cepat memotongnya,
"Felix duluan ya ma nanti kita atur waktu ya ma! makasih udah ngerti ya cha, jessi,chiara pamit dulu sama oma dan tante!".
Jessi dan Chiara menuruti omongan papanya dan segera menyalamkan tangannya ke oma dan ancha.
Aku benar-benar tak enak hati tapi sudahlah yang penting audah mau pulang karena yang ada diotakku ingin keluar dari rumah seram ini saja.
"Saya pamit!"Ujarku kearah mama pak felix dan ancha yang membalas dengan senyuman.
****
Di mobil pak felix
"Maaf ya pu tadi omongan mama gak usah dimasukkin ke hati,mama gitu orangnya!"kata pak felix.
Aku menghela nafas begitu panjang,membuat pak felix menatapku dengan iba.
"Iya pak aman kok!"Jawabku dengan singkat.
Suasana hening dimobil jessi dan chiara tertidur pulas dibelakang mobil mungkin karena kecapekan tiba-tiba perutku tak bisa diajak kompromi berbunyi disaat tidak tepat.
krruuk..kruukk..kruuk..
Senyum pak felix sangat lebar seraya berkata,
__ADS_1
"Kita makan ya sekalian jessi dan chiara udah aku janjikan makan es krim".
Aku ingin rasanya menolak tapi karena memang kali ini kutepis gengsiku karena perutku sudah lapar sekali.Aku mengangguk dengan wajah malu.
Hampir 15 menit kami dimobil dan akhirnya berhenti disalah satu tempat makan siap saji. Aku membangunkan chiara dan jessi untungnya mereka tidak terlalu sulit dibangunkan.
"Wah kita jadi juga makan es krim ya pa?".Chiara dengan senang ketika melihat tempat makan lewat jendela.
Pak felix tersenyum menanggapi keceriaan anaknya,
"Yok kita masuk soalnya ada yang lapar berat!".
Aku tersipu malu menanggapi omongan pak felix.Aku turun dari mobil dan seketika chiara,jessi menggandeng tanganku membuatku sedikit kaku.
"Yok eonni kita makan es!"ujar jessi dengan sumringah.
"Yok!"aku membalasnya dengan senyuman.mungkin mereka menganggapku sebagai kakaknya jadi wajar saja didalam benakku berkata.
Kami duduk dimeja yang dipilih pak felix sedangkan dia langsung memesan kedepan.Tak sampai 10 menit meja kami sudah terisi dengan banyak sekali makanan ada ayam,kentang goreng,minuman,spagheti dan tentunya es krim yang sangat menggiurkan ditenggorokanku.
"Makan gih,kamu pasti lapar banget!".
Suruh pak felix yang menyodorkan minuman dihadapanku sedangkan kedua bocah yang lucu ini sudah menikmati es krimnya.
"Iya pak,lapar banget"Aku menjawab sambil mengunyah ayam dan nasinya.
"Ih eonni gak sopan,gak boleh kayak gitu!"ledek chiara kepadaku.
Aku tertawa kecil,"maaf maaf,lapar kelas berat ini!".
Ya begitulah kelemahanku jika aku sudah lapar maka cegukanku tak bisa tertahan.Tapi aku sedikit bahagia karena melihat mereka tertawa apalgi pak felix yang dari tempat mamanya memasang muka stres.
Jessi menarik kencang tangan chira seperti sedang kebelet pipis jika diliat dari cara memegang jessi.
"Chia temenin yok ke toilet!"Pinta jessi.
Chia pun mengangguk dan menuju arah toilet meninggalkan kami berdua.
Aku menatap pak felix yang sedang memainkan ponselnya,lelaki yang baik dan penyayang dalam hatiku berkata.
"Kenapa mandangi? nanti suka loh!"sindir pak felix sambil tertawa.
Jantungku berdebar bukan karena tepat didepannya melainkan karena melihat lirikan tajam pak felix yang mendadak menatapku,
"Hais si bapak ini! aku tuh cuma salut aja bapak bisa menghandle keluarga dengan baik!".
"Makanya nanti kalau kamu menikah cari suami kayak aku! tapi jangan diselingkuhi kalau udah dapat ya!"Peringat pak felix.
__ADS_1
Aku memonyongkan bibirku,"gak nikah ah pak!".
Pak felix terperanjat mendengar pernyataanku,
"Hah?bercanda kamu ya?".
"Aku serius pak,aku lebih memilih buat gak nikah!".
"Hm,"gumam pak felix yang meminum kembali minuman didepannya.Dia menatap wajahku seakan masih tak percaya dengan omonganku.
"Alasannya?".
"Menikah ribet! banyakan ributnya,ada yg selingkuhlah,pokoknya gak menarik!".Jawabku dengan sederhana.
Itulah isi hati dan pikiranku bahwa sudah kutetapkan diriku tidak akan mencintai bahkan menikah karena menikah tak seindah drama korea yang kutonton selama ini.
Bayangkan ada saja masalah yang bikin runyam dan aku tak habis pikir masalah perselingkuhan ditambah masalah yang kuhadapi dengan pria brengsek itu.
Pak felix tiba-tiba menepuk pundakku
"tidak semua seperti itu,menikah itu kan ibadah!".
Aku hanya menyimak dengan kedua dahi yang berkerut karena bagaimanapun dia mengatakan tentang indahnya pernikahan bagiku tetap sama saja karena kenyataan yang kulihat jauh berbeda.
"Pak,aku harus pulang soalnya biar sempat siap-siap kerja!"bisikku pelan agar tak terdengar anak-anak.
"Hari ini gak usah kerja,tenang aja!".
Aku menegakkan punggungku refleks,
"loh? jangan pak,bisa mampus aku kalau gak kerja!".
Jessi dan chiara yang baru sampai melihat kearahku,
"Eonni kerja juga ya?kerja sambil sekolah?dimana?"tanya jessi.
Pak felix menyengir menjawab pertanyaan jessi,
"kerja dirumah sayang,makanya jessi dan chiara juga belajar beres-beres rumah ya."Kita pulang yok udah magrib!".
Ketika aku mau berucap ke pak felix,pak felix langsung menunjukkan isi chat di ponselnya yang tertera nama mami,
"Baik bos,hari ini saya ijinkan oni tidak masuk".
"Langsung pulang ya,lagian besok kan ada ujian untuk beasiswa tes universitas jadi badan harus fit!"Perintah pak felix langsung mengarahkan kami ke mobil.
Aku hanya mengangguk tersenyum,enak sekali jadi orang kaya disegani oleh siapapun namun tak apalah anggap saja hari ini bonus dan aku bisa bersantai malam ini.
__ADS_1