
Sedari tadi aku hanya termenung menatap jendela tanpa memperhatikan penjelasan guru,ntah kenapa hari ini aku kurang semangat apalagi mengingat omongan pak felix dan mbak ancha tadi dikantor.
Dera lagi-lagi yang ternyata terus memperhatikanku,
"Kenapa gak jujur aja sih pu?".
"Jujur apa sih der?".
Dera berbisik pelan,
"kamu ada hati kan sama pak felix?".
Aku mencubit paha dera yang akhirnya berteriak kencang,
"Awww!".
Ibu ida memandang kemeja kami,
"ada apa dera?".
"Hmm ini bu,kaki dera kepentok kursi!".jawab dera terbata-bata maklum bu ida salah satu guru terkejam seantero sekolah.
Tahu kan guru matematika diseluruh sekolah yang ada di bumi nusantara ini selalu tepat waktu,disiplin dan tidak pernah absen.Sampai sekarang masih misteri kenapa dan bagaimana bisa?.
"Makanya Fokus lihat kedepan!".tegas bu ida memandang kearah kami berdua.
Dera mengangguk ke bu ida,
"Ih kamu ya pu!".
"Makanya jangan usil kan aku udah bilang ribuan kali,gak ada dera!".
Dera hanya memonyongkan bibirnya tanda kalau dia belum percaya omonganku.
****
Seusai pulang sekolah aku langsung bergegas pulang kerumah maklum malam ini aku harus ke acara seni menemani dera sesuai yang diundang lelaki aneh itu.
Aku melihat mbak siti sedang memotong buah melon didapur dan kuhampiri,
"Wah enak nih !".
"Eh puan,iya untuk nanti malam! Udah pulang sekolah toh!".ujar mbak siti yang mrnawarkanku melon dipiring.
"Udah mbak, oh ya jessi sama chia belum pulang?harusnya kan udah?".
"Tadi dijemput nyonya sarah katanya hari ini ulangtahunnya jadi ya harus hadir!"jawab mbak siti.
"Oh gitu,pak felix tahu?".tanyaku penasaran.
Mbak siti tiba-tiba menghentikan langkahnya menuju kulkas,
"eh iya ya,aduh mbak siti gak tahu wong datang langsung suruh non jessi,non chia siap-siap!".
"Oh ya udah nanti tanya pak felix aja, aku keatas dulu ya mbak!".
Mbak siti menjawab "iya pu!".
Sesampainya dikamar aku langsung menggantikan pakaianku dan merebahkan badanku dikasur,ponselku berdering yang ternyata dari pak felix,
"Iya halo pak!".Jawabku dengan nada malas.
"Pu,tadi katanya sarah datang kerumah ya?".tanya pak felix tegas.
"Aku gak tahu pak soalnya aku baru datang,tadi kata mbak siti sih mbak sarah bawa anak-anak buat ngerayain hari ulangtahun mbak sarah!".
Pak felix terdiam sejenak,
"Oh oke kalau begitu. Aku hubungi dia langsung saja,makasih ya pu!".
__ADS_1
Belum sempat aku mengatakan iya pak felix sudah mematikan teleponnya.
"Dih,gak sopan banget sih,untung aja dia baik!"keluhku.
Kutaruh ponselku disebelah dan langsung memejamkan mataku istirahat sebentar.
****
Pukul 17.20
Ponselku berdering kencang membuatku terbangun tiba-tiba,
"Halo?"jawabku.
"Pu jangan lupa , mandi sana!".teriak dera yang ternyata menghubungiku hanya untuk mengingatkan rencana hari ini.
Aku menguap dengan sangat lebar,
"iya iya,ini juga mau mandi!udah ya! Sampai jumpa disana!".kumatikan ponselku.
Kulihat jam tanganku,
"Astaga ternyata lama juga aku tidur! Hmm baru kali ini tidurku puas banget!".kataku sambil berjalan kekamar mandi.
Selesai mandi dan berpakaian aku langsung tancap gas menuju parkiran motor, tidak lupa kupakaikan bandana lilac warna kesayanganku.
"Nanti ajalah aku chat pak felix,lagian dirumah juga kosong!"gumamku.
****
Di Acara Seni Universitas Bakrie
Akhirnya aku sampai dan melihat sekelilingku yang sudah sangat ramai ditambah banyak sekali jualan jajanan masa-masa waktu smp yang membuatku tambah semangat.
Aku mengambil ponselku untuk menghubungi dera namun lebih dari empat kali samasekali tidak diangkat,
"Kemana sih nih anak?tadi dia yang ngebet!ya udahlah aku masuk duluan aja!".batinku berbicara.
"Woi,bareng dong!"teriaknya yang ternyata si lelaki aneh alias clein.
"Ih jangan ditarik dong,lo kira gue kerbau apa!".
"Dikit! Yok masuk!".
"Gue masih mau nunggu dera nih,soalnya kan dia yang pengen banget kesini!"jawabku jutek.
Clein melihat kiri dan kanan,
"dia gak ada loh,lagian kan kalau udah sampai dia pasti call lo!".
Omongan clein ada benarnya juga daripada aku dikira orang gila nungguin ada bagusnya aku masuk,aku langsung bergegas tanpa menghiraukan kehadiran clein namun clein masih tetap berjalan disampngku.
Kami berkeliling melihat hasil dari para mahasiswa yang dijual langsung oleh mereka namun yang membuatku kurang nyaman,setiap jalan semua mata para cewek memandangku sinis dan hanya menegur manis si clein,
"Gue risih tahu!".kataku ke clein.
"Risih kenapa?".
"Noh,gue jalan sama lo tu mata pada sinis lihat gue!".
Clein tertawa kearahku,
"ya mana gue tahu,lagian bagus dong!".
Aku mengernyitkan dahiku,
"bagus gimana?".
"Ya berarti mereka iri sama lo,secara lo cewek pertama yang jalan sama gue!".jawab clein mengarahkan wajahnya kedepan wajahku.
__ADS_1
"Pede banget!"ucapku yang langsung melanjutkan ke tempat lainnya tanpa memperdulikan dia yang masih mengikutiku.
Mataku tiba-tiba tertarik pada sebuah mug berwarna lilac,manis dan lucu.
"Lo suka banget sama lilac ya? Bukannya lilac itu ungu?ungu itu kan janda?".
Aku memandangnya dengan sinis,"ihh sotoy! Lilac itu manis tahu!kalem aja lihatnya adem!".
"Kenapa bisa suka lilac?".
"Gak ada alasan,gue suka aja pokoknya! Tiap lihat warna lilac bawaannya tenang aja gitu!".jawabku simpel yang masih memandang mug tersebut.
"Lo gak beli? Beli aja!"tanya clein.
Aku menggelengkan kepalaku, "gak deh!".
Tiba-tiba ponselku berbunyi dan itu dari dera,
"Kamu dimana sih der? Ditelponin juga!"tanyaku sambil mengamuk ke dera.
"Maaf ya pu,tau nih mami! Minta temenin check up gitu soalnya papi lagi gak bisa! Kalau gak aku temenin ,uang jajan dipotong ! Ya mana mau akunya!".ungkap dera.
Aku hanya bisa menghela napas panjang, "
kenapa gak dari awal sih der tau gini aku gak kesini!".sesalku.
"Iya maaf,tapi gak apa-apa pu, cari tahu ya soal kak clein!".
"Maksudnya?".
"Iya,ngobrol-ngobrol gitu! Cari tau,kesukaan dia apa dari makanan,minuman.terus..!"
Aku memotong pembicaraan dera yang mulai ngelantur,
"Ogah ah! Kamu ini! Ya udah,aku balik aja!".
"Pu,plis! Bantuin kali ini dong! Masa kamu tega!".ucap dera dari kejauhan memohon.
Kalau bukan karena sahabatku aku sudah menolak keinginan bodoh dera,
" ya udahlah,iya iya!".
Dera yang begitu antusias mendengar ucapanku terdengar bahagia.
Clein melihatku,
"dera? Dia gak datang?".
Aku menggelengkan kepalaku,
"gak,maminya minta temenin check up!".
Aku tak sengaja melihat clein yang tersenyum tipis setelah mendengar perkataanku,ntah apa maksud dari senyumannya.
"Eh,bentar lagi tulus nyanyi tuh,lihat yok!"ajaknya.
Aku mengingat omongan dera yang menyuruhku mencari tahu segala tentang clein dan terpaksa hari ini harus kulakukan.
"Boleh deh!"aku berjalan dengannya menuju tempat tulus akan bernyanyi.
****
Dimobil Felix
"Halo!".
"Iya lix,!"jawab sarah.
"Kenapa kamu gak minta ijin sama aku untuk bawa anak-anak?".tanya clein dengan nada setengah marah.
__ADS_1
"Loh,lix mereka anak-anak aku juga! Masa iya apa-apa aku harus ijin sih?".
"Kamu dimana?aku yang jemput anak-anak!".