Ada Cinta Untuk Perempuan

Ada Cinta Untuk Perempuan
BAB XIII


__ADS_3

"Saya turun disini aja ya pak ! "Pintaku yang sudah berada dimobil menuju rumah.


"Loh kenapa? kan bisa saya antar sampai rumah?"Jawab pak felix yang mungkin bingung kenapa tidak diantar sampai rumah.


Aku mencari alasan agar tidak diantar kerumah karena jika sampai pak felix mengantar apalagi bertemu dengan pria brengsek itu bisa mati aku.


"Ada yang mau saya beli pak di swalayan! didepan saja ya pak".Perintahku ke pak felix.


"Padahal pengen tau rumah eonni loh!".Kata chiara.


Aku menoleh kebelakang dan tersenyum ke chiara,


"kapan-kapan ya kita main dirumah".


Akhirnya mobil pak felix pun berhenti dan menepi tepat diswalayan.Aku berpamitan dengan pak felix dan anak-anak.


"Langsung istirahat ya pu soalnya besok kan penentuan tes masuk universitas!".ujar pak felix tersenyum.


Chiara dan jessi melambaikan tangannya dan aku pun membalasnya.


Hanya alam dan penciptalah yang tau alasan yang sebenarnya itulah isi benakku.Setelah mobil mereka pergi aku bergegas langsung memesan ojek online untuk kerumah.


15 menit berlalu hujan turun bertepatan aku sampai dirumah.Baju sekolah dan sweater yang kugunakan basah kuyup ketika aku ingin membuka pintu tiba-tiba wajahnya muncul depan pintu,


"Sudah hebat kamu ya! darimana saja ?? taukan aku bukan pembantu ibumu".


Aku tidak menanggapinya samasekali dan langsung melongos pergi,


Lelaki brengsek itu menarik tanganku dengan paksa menuju kamar,aku langsung menantangnya tidak ingin mengikuti kemauannya,


"Jangan paksa aku! aku besok harus ujian jadi aku harus istirahat!".


Dia mencekik leherku tepat didepan pintu kamarku,


"Sudah kubilangkan,kalau kamu tidak melayaniku ibumu kubuat sengsara!".


Dia menatapku dengan penuh buas,"Dan satu lagi siapa suruh bajumu basah kuyup seperti ini !ha!membuat gairahku benar-benar membara!".


Langsung dia menarik dan masuk kekamarku.Tak perlu lagi kuceritakan apa yang terjadi malam ini intinya aku benar-benar hanya bisa terdiam lagi.Ntah berapa lama lagi aku bisa lepas dari jeratan pria brengsek ini.


****Keesokan harinya****


Ponselku berbunyi cukup keras membangunkanku,


"Halo!"jawabku dengan nada serak.


Dari kejauhan kudengar suara dera ternyata yang membangunkanku,


"Pu! kamu dimana? 15 menit lagi masuk kok belum datang??".


Kubuka jendela kamarku dan matahari sudah timbul sedikit demi sedikit,


"Ah sialan,aku telat! aku siap-siap dulu ya ser!"Kumatikan langsung ponselku dan menuju kamar mandi.Semua ini karena lelaki brengsek itu.

__ADS_1


Setelah mandi kumampirkan sebentar kekamar ibu,


" Ibu sayang maaf ya puan lupa kalau kemarin harusnya kita kedokter.Nanti ya kita perginya.Puan pamit ya bu,doain ya semoga puan lulus tesnya biar puan sukses terus kita bisa pindah,hidup bahagia berdua,ya bu!".Pamitku sambil menyalam tangan ibu.


Dari kejauhan kulihat pak satpam hampir menutup pintu gerbangnya,


"Pp..pak tejo tunggu! jangan ditutup dulu".teriakku dari kejauhan untunglah pak tejo memiliki pendengaran yang sangat kuat padahal usianya sudah hampir 50.Itulah yang membedakan orang zaman dulu dan sekarang.


"Haih neng,untung cantik! masuk gih sana".Puji pak tejo sambil tersenyum.


Kubalas dengan senyuman dan langsung kutepikan motorku ,


"Kayaknya nih motor kenal deh! tapi dimana ya?".batinku berbicara seketika melihat motor yang tak asing namun lupa.Aku langsung bergegas pergi menuju kelas.


Belum sampai kaki ini melangkah ke kelas ,dera yang tepat dibelakangku menarik lenganku,


"Ga usah kekelas pu! kita kesana dulu tuh!".


"Hais tak kirain siapa!loh kenapa gak kekelas?"sambutku .


"Noh bazar berbagai universitas,jadi kita pikih salah satu dulu baru minta soal tesnya pu!".Dera menunjuk kearah aula sekolah yang dipenuhi bazar-bazar kampus.


"Banyak senior ganteng pu!"lanjut dera.


Aku samsekali tidak tertarik dengan senior yang dimaksud dera,sekarang yang kupikirkan bagaimana aku bisa lulus tes universitas bakrie juga agar bisa kulampirkan beasiswa ku kembali.


"Yok!"Aku mempercepat jalanku yang membuat dera teriak,


****


Sudah hampir 10 menit aku melihat brosur-brosur dari yang diberikan kakak senior tapi tak satupun yang membuatku tertarik.


"Pu,kamu udah tau mau ambil jurusan apa?"tanya dera.


Aku pura-pura berpikir,"emm..masih bingung der!".


Padahal sejujurnya aku sudah tau mau ambil jurusan dan universitas apa hanya saja tidak ingin terlalu kelihatan mengejar beasiswa.Mataku tiba-tiba melihat spanduk bertuliskan Universitas Bakrie,


"Nah akhirnya!"kataku dengan raut wajah bahagia.


Dera yang sedari tadi bingung melihat tingkahku memilih mengikutiku,


"Lah,Universitas Bakrie pu? kan udah sekolah disini masa kuliah disini juga sih pu?"


Aku berbalik dan tersenyum kearah dera,


"Pengen aja der,aku mau lihat dulu jurusannya apa aja nih!".


Setelah kami melihat-lihat brosur yang diberikan oleh para senior aku tertarik dengan jurusan hubungan internasional,ntah kenapa aku ingin sekali keluar negeri dan yang pastinya membawa ibu membuka kehidupan yang baru.


Dera mengernyitkan dahinya memandangku,


"Jurusan apa sih pu?".

__ADS_1


Aku menunjukkan ke dera bahwa aku memilih jurusan hubungan internasional sambil tersenyum menggoda,


"manatau ntar kalau sukses terus bisa bawa bule sama kamu!".


Dera mencibir "Ih ogah! aku mah cinta produk lokal pu! ya udah yok daftar!".


Aku bergidik memandang wajah dera dengan muka kaget,


"wait,kamu gimana?udah dapat?".


"Ya sama ,aku juga milih jurusan itu!".


Aku merenggangkan jemariku dan langsung menjewer telinga dera,


"gak boleh sama dera! kamu jangan ikutin jurusanku kalau gak sesuai hati kamu!".


Dera meringis kesakitan dan langsung berkata,


"sakit pu ih! kita kan soulmate pokoknya tenang aja itu juga keinginan hati aku!".


Aku menggeleng tegas namun tak bisa mengelak kemauan sahabatku yang satu ini.Kami berjalan kearah pendaftaran dan meminta segala persyaratan yang akan dilengkapi.


Seorang senior perempuan yang sedang duduk mendongak kearah kami berdua,


"mau daftar ya?Ktpnya ada?biar kita fotokopiin disini aja".


Dera merogoh tasnya dan langsung memberikannya,


"Nih kak! pu,ktpmu mana?".


Ketika aku sedang mencari didalam tas terlintas diingatanku ternyata ktpku ditahan sama lelaki yang aneh itu!".


"Duh mampus!".


"Kenapa pu?"tanya dera.


Tiba-tiba seorang pria mendadak datang membawa beberapa berkas file,


"kalau gak ada ktp jangan masuk universitas bakrie! hal penting begitu aja bisa lupa gimana ntar tes nya!".


Sontak saat aku sedang menutup tas ingin kumaki pria yang sok-sok ikut campur urusanku,


Deg..


Mulutku menganga saat melihat rupanya,sepersekian detik aku menarik tangan dera ingin langsung memutar arah balik namun terlambat dia sudah melihatku dengan jelas,


"Heh! kamu yang kemarin ya??".Teriak pria aneh itu sampai semua mata melihatku.


Aku bergidik samar agar tak terdengar yang ada disini,


"Hmm..ii..iya!".


Dera berbisik ditelingaku,"siapa pu? cakep banget loh!kamu kenal?".

__ADS_1


__ADS_2