Ada Cinta Untuk Perempuan

Ada Cinta Untuk Perempuan
BAB XXXV


__ADS_3

"Aku direstoran tempat biasa,kamu gak usah kesini!nanti aku yang antar anak-anak!".tolak sarah


"Aku datang hanya jemput anak-anak,aku meluncur kesana sekarang!".jawab felix yang langsung mematikan ponselnya.


Sarah sedikit cemas karena ada sang kekasihnya juga yang ikut merayakan ulangtahunnya serta teman-teman kerjanya.


****


Kampus


"Kita duduk sini aja!"ajak clein menunjuk kursi paling depan yang dipilihnya.


Aku sedikit heran karena kami datang juga sedikit terlambat tapi kenapa dengan santainya clein langsung memilih kursi paling depan,


"Kita kan belakangam datang?kok paling depan sih?".tanyaku.


"Ya udah sih,hidup lo complain mulu! Yang penting kan duduk!lo mau berdiri aja?".


Aku menggelengkan kepalaku,


"iya iya!".


Akhirnya Tulus salah satu penyanyi pria yang banyak digandrungi para perempuan muncul,tak dipungkiri aku juga menyukai setiap lagunya,,dari segi suara bahkan setiap makna diliriknya.


Kita adalah sepasang sepatu


Selalu bersama tak bisa bersatu


Kita mati bagai tak berjiwa


Bergerak karena kaki manusia


Aku sang sepatu kananmu


Kamu sang sepatu kiri


Ku senang bila diajak berlari kencang


Tapi aku takut kamu kelelahan


Ku tak masalah bila terkena hujan


Tapi aku takut kamu kedinginan


Kita sadar ingin bersama


Tapi tak bisa apa apa (hu hu hu)


Terasa lengkap bila kita berdua


Terasa sedih bila kita di rak berbeda


Di dekatmu kotak bagai nirwana


Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya


Ku senang bila diajak berlari kencang


Tapi aku takut kamu kelelahan


Ku tak masalah bila terkena hujan


Tapi aku takut kamu kedinginan


Semua bertepuk tangan setelah tulus menyanyikan lagu sepatu termasuk diriku,


"Lagunya enak kan? Pas banget!"ujarku melirik clein.


"Pas gimana?".tanya clein bingung.


"Ya pas lah ama keadaan!".


Clein tidak lagi menjawabku ketika tulus kembali mengatakan akan menyanyikan lagu "Teman Hidup",kupandangi wajahnya yang sangat serius mendengarkan lagunya.


Dia indah meretas gundah

__ADS_1


Dia yang selama ini ku nanti


Membawa sejuk memanja rasa


Dia yang selalu ada untukku


Di dekatnya aku lebih tenang


Bersamanya jalan lebih terang


Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku


Berdua kita hadapi dunia


Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju


Bersama arungi derasnya waktu


"Yang ini aku suka lagunya, !"jawab clein tersenyum sendiri.


"Kenapa suka?jangan-jangan lo lagi suka ya ama orang?".aku menjadi begitu penasaran.


Clein menatapku dalam ,


" bisa dibilang begitu!".


Aku terbelalak kaget karena bagaimana jika dera tahu terus hatinya bakalan sedih sekali,


" siapa?".


"Ada,baru kenal sih cuma dia beda aja menurut gue dari cewek-cewek yang gue kenal! Dia lebih apa adanya!".


"Temen kuliah lo juga?".


Clein sepertinya menolak mengatakan tentang cewek yang disukainya lebih dalam,


"Ntar deh,ada waktunya!"ucap clein yang langsung menghadap kepanggung.


Kupandangi clein dengan serius,sebenarnya dia baik aku akui hanya saja dia suka buat kesal apalagi dengan setiap ancamannya.


kulihat sekelilingku hampir semuanya bergandengan tangan mesra dengan sang kekasih, sedangkan aku?malah jalan dengan lelaki aneh ini.


Krrukk..krrukk..krrukkk..seperti biasa perutku tak bisa diajak berkompromi.


Clein melihatku tiba-tiba,


"Lo laper ya?"tanya clein dengan wajah menggodanya.


Aku benar-benar malu dibuat perutku,waktu itu didepan pak felix sekarang didepan clein!.


"Gak ah,cuma masuk angin kayaknya!"jawabku mengelak.


Clein tersenyum,


"makan sate didepan yok!atau lo mauny dicafe aja?".


Lagi-lagi aku memang tidak bisa berkompromi kalau sudah soal perut,


"Sate aja deh, kalau dicafe udah dikit mahal lagi!".


Aku langsung berjalan meninggalkan clein menuju tempat tukang sate,


"Dasar gengsi!"bisik hati clein sambil senyum mengikuti puan.


Aku melahap dua porsi sate padang dengan kerupuk kulit dan disuguhi es tebu jangan tanya bagaimana clein melihatku,


"Gila,gue gak nyangka makan lo banyak juga!tapi badan lo gak gemuk!".


Sambil memakan sate dari tusukannya, "gue juga bingung!".


"Aah,gue tahu! Lari kedosa lo kali!".


Hampir tusukan sate ini kucolok kematanya karena dia selalu mengejekku,


"gue colok lo!".

__ADS_1


Aku melihat dia sangat lahap dengan siomaynya,


"Lo suka siomay ya?".


Clein mengangguk,"suka banget malah! Dulu nyokap gue sering masakin siomay buat gue!".


"Wihh,pasti enak banget ya? Kapan-kapan gue mau nyiciplah!".


"Astaag,apa-apaan sih lo pu! Ntar dikirain gue ngebet lagi ama dia!".gumamku yang menyesal dengan kalimat yang barusan kukatakan.


"Gue gak tahu masih bisa lagi atau gak!".jawab clein dengan wajah yang langsung berubah sedikit tunduk sambil mengaduk siomaynya.


"Loh,kenapa gitu?".


"Nyokap gue diluar negri dia lagi pengobatan,belum pasti bisa sembuh atau gak!".


Ternyata inilah yang dialami clein,lelaki yang kukira preman habis dan suka buat emosi ternyata juga memiliki beban.


"Maaf ya,gue gak bermaksud gimana-gimana,gue juga gak tahu!, kalau gue tahu gue bakalan diam aja deh!"kataku yang sedikit menyesal menanyakan hal itu.


Clein tertawa,"hais santai aja kali! Lo sendiri gimana?".


"Apanya yang gimana?".


"Bokap nyokap tinggal sama lo jugakan?".


Aku terdiam ketika clein menanyakan hal yang sangat tidak kusukai,


"Bokap gue udah lama meninggal,kalau nyokap lagi dirawat intensif dirumahsakit soalnya struk!"jawabku yang sedikit berbohong soal lelaki brengsek itu.


"Lo pernah kerja gitu?".


Aku shock dengan pertanyaan clein yang menanyakan soal kerja atau jangan-jangan dia tahu kerjaanku sebelumnya?.


"Ha,kerja gimana maksudnya?".


"Ya kerjalah,apalagi kan bokap lo gak ada lagi !".


Aku sangat lega mendengar pernyataan clein yang tadi hampir membuatku panik.


"Oh,gak! Nyokap gak pernah ngijinin waktu itu!"jawabku berbohong.


Aku memotong omongan clein dan mengalihkan kearah lain agar tidak bertanya terlalu dalam,


"Lo pernah pacaran?".


Deg..


"Pertanyaan apaan itu puan!"bisikku dalam hati.


Clein dengan cepat menjawab,"gak!".


"Hah?mana mungkin,secara katanya lo paling keren,gagah dikampus masa gak pernah pacaran!".


"Iya serius,gue gak pernah pacaran! Gue belum tertarik !".


"Terus cewek yang lo bilang tadi didalam gimana?".


Clein meminum es jeruknya lalu mengambil tisu dan mengelap kesisi mulutku,


"Lo kayak anak-anak ya makannya!".


Tiba-tiba aku teringat dengan kejadian waktu dengan pak felix,ntah kenapa aku jadi rindu ingin cepat-cepat pulang melihat wajahnya saja sudah membuat hatiku lega.


Clein menaruh tangannya dihadapan wajahku,"yah dia melamun!".


"Iya gue kan emang masih anak-anak!".jawabku.


Clein tertawa mendengar perkataanku lalu terdengar nada ponselnya dan clein langsung mengangkatnya,


"Iya pa! Clein gak bisa datang pa! Udah dulu ya pa,!"lalu dimatikannya.


"Bokap?".tanyaku.


Clein mengangguk namun kali ini raut wajahnya seperti bete,"iya!".

__ADS_1


__ADS_2