
Sekolah Puan
Suara klakson mobil membuyarkan lamunanku tepat di depan motor yang kuparkirkan.
"Pak felix?".
Pak felix turun dari mobilnya sambil menenteng segelas kopi disebelah kanannya,
"Tumben pagi ini gak ada buat sarapan?".
"Eh iya maaf pak! aku tadi telat bangun jadi gak terkejar gitu!".
Pak felix tertawa manis dihadapanku dan mengelus rambutku,
"Wajah kamu itu ya kalau udah begini orang-orang tuh gak bisa marah sama kamu!".
Aku yakin pasti wajahku sudah berubah jadi udang merah,
"Si bapak ngelus rambut saya mulu ih!".
"loh?salah?kamu gak suka?".tanya pak felix yang langsung menarik tangannya.
"aih bukan gitu loh pak,tapi aku jadi kalang kabut jantungnya!".kataku dalam hati.
"eeh pak udah bel tuh,masuk dulu ya!".pamitku yang langsung bergegas cepat menuju kelas untuk menghindari percakapan yang membuatku sangat jantungan.
"Puan puan!".Felix memandangi kepergian puan sambil menggelengkan kepalanya.
Disudut parkiran mobil terlihat dera yang daritadi ternyata lama mengamati mereka.
****
__ADS_1
Dikelas
Puan yang sedang asyik menulis tugasnya akhirnya tersadar melihat dera yang daritadi mengamatinya dengan seksama,
"Kenapa kamu?".
"Kenapa apanya?".
"Ya itu daritadi ngelihatin aku terus kayak penjahat aja!".Jawabku yang melihat sedikit keanehan dari dera hari ini.
"Nah tuh tau! Iya hari ini aku tuh barusan lihat penjahat,tukang bohong semua deh!".Jawab dera dengan nada kesal.
Aku menaruh penaku lalu memandangi dera,
"Kenapa sih?aku makin gak ngerti loh?".
"Justru aku tuh yang gak ngerti sama kamu! bilangnya sahabat tapi gak pernah mau jujur!".
"Kenapa kamu gak jujur kalau kamu suka sama pak felix?".
Pertanyaan dera untuk kali ini sangat membuat tenggorokan tiba-tiba kering,
"Apaan sih der?suka gimana? Aku gak shka kali!".
"Tadi aku lihat semua di parkiran mobil pu! Wajah kamu tuh gak bisa bohong apalagi waktu rambut kamu dibelai!".
Aku menelan ludah dengan pernyataan dera yang untuk kali ini tidak bisa kusanggah,
Ih sotoy ah! aku mau lanjut kerjain lagi nih!".
Dera memegang lengan bajuku dengan kencang,
__ADS_1
"Jawab dulu!".
Kali aku benar-benar gak bisa mengelak dari dera apalagi melihat wajahnya yang jarang sekali serius,
"Oke oke aku jawab,iya aku suka!".
"Dari kapan?dimana?".
"Ya aku gak tau sejak kapan der,intinya aku suka ! Tapi cuma sebatas suka dan kagum gitu kok!".Timpalku.
Dera menggelengkan kepalanya,
"Kamu tuh gak pernah pacaran pu,jangankan pacaran suka ama cowok aja kayaknya gak pernah! jadi aku yakin ini mah kamu beneran cinta ama pak felix!".
Aku sudah beberapa kali meyakinkan dera namun dia tetap tidak yakin dengan apa yang aku katakan,
"Ya sudah terserah kamu aja der, intinya aku udah jujur! yok gak usah bahas begituan lagi!".
"Gak pu,ini tuh harus kita bahas dan lanjutkan!".
Helaan nafasku sangat oanjang menanggapi omongan dera,
"Lanjutin apaan sih?".
"Ya perasaan kamu loh!".
"Aku gak ngudeng aah der! Belajar aja yuk!".Jawabku menolak.
"Ya gimana caranya biar dia suka sama kamu dan kalian jadian!".
Aku tak pernah habis pikir memiliki sahabat yang memang sangat perhatian dan posesif seperti dera namun kali ini aku kurang setuju,
__ADS_1
"Ogah ah! Kamu pikir dia anak-anak main asal jadian! Lagian der,aku tuh gak ada apa-apanya dari kolega-koleganya!jauh banget!".