Ada Cinta Untuk Perempuan

Ada Cinta Untuk Perempuan
BAB XXXI


__ADS_3

Aku mengiyakan maksud dari miss laura,


"Nanti kita akan bahas dirumah pas papa anak-anak pulang ya miss!".


"Iya ,tolong ya lebih banyak waktu untuk jessi !"perintah miss laura.


Aku segera berpamitan dengan miss laura yang mengantarku sampai kedepan pintu sembari berjalan aku melihat jessi sedang santai duduk di ayunan,


"Sudah eonni?apa kata miss laura?"tanya jessi.


Aku tersenyum,"ya biasalah tentang kenapa kamu jadi menurun gitu aja sih!".


"Mama sih susah ada waktu untuk kami,kalau papa mah kebanyakan kerja terus!"keluh jessi.


Aku sebenarnya mengerti posisi jessi dan chia bagaimana di umur mereka masih sangat butuh perhatian dan kasih sayang mamanya apalagi keadaan pak felix yang terlalu fokus bekerja,


"Jessi tahu gak,eonni juga pernah ada di posisi kamu loh!".


Jessi melongo ketika aku mengatakan hal tersebut,


"hah?serius?".


Aku mengangguk,


"iya serius,emang sih sedih banget tapi lama kelamaan eonni sadar kalau gini terus yang rugi itu eonni!".


"Kenapa rugi?".


Aku mengelus rambut jessi,


"ya rugi,rugi diwaktu,dibadan,dipikiran dan yang ada malah buat menurun disegala hal! Contoh nih kalau jessi gak naik kelas yang rugi siapa?".


Jessi menunjuk ke dirinya,


"aku ".


"Nah tahu kan sekarang,kita itu memang ada waktunya sedih tapi ada waktunya untuk bangkit!susah sih tapi bawa berdoa aja semuanya!pasti tenang!".saranku ke jessi yang mulai sedikit tersenyum.


"Iya juga yaaa,!".


"Eeh weekend ntar gimana kalau kita jalan-jalan?".


Jessi langsung bangkit dari ayunan,


"kemana eonni?sama papa kan?".


Aku mengiyakan langsung,


"nanti kita bahas ya enaknya kemana! Yok kita jemput chia biar langsung pulang!"ajakku.


Ntah bagaimana jawaban pak felix yang pasti jika dia menolak aku akan tetap memaksanya.


Terlihat chia datang dari arah depan dengan wajah sumringah,


"eonni kita hari ini jangan langsung pulang,yayayaya!".


Aku mulai sedikit bingung karena takut pak felix malah akan memarahiku,


"kita pamit dulu ya sama papa?".


Untunglah kedua anak inu menuruti kata-kataku lalu kuambil ponsel yang ada ditasku,


"Halo pak felix!".


"Iya pu,gimana ?kamu udah disekolah jessi kan?".tanya pak felix.


"Sudah pak,nanti kita bahas dirumah. Hmm,gini pak boleh gak aku ajak anak-anak jalan-jalan sebentar?".ujarku.


Pak felix agak lama menjawab,


"mau kemana emang pu??".


"Kepasar malam aja pak kebetulan tadi aku lihat!".


Akhirnya dengan sedikit pergulatan pak felix mengijinkan dengan perjanjian jangan sampai terlalu malam pulang.


Kami bertiga pun segera bergegas untuk lanjut makan dulu baru kepasar malam.Aku sengaja agak lama dimall karena pasar malam baru buka jam 6 sore.


****

__ADS_1


Pasar Malam


"Yeay akhirnya,ini toh namanya pasar malam eonni? Tapi lebih mewah dufan ya?".tanya chia yang masih tetap bahagia melihat pasar malam.


"Jadi kalau gak ada uang,eonni dulu mainnya kepasar malam aja murah tapi tetap bisa puas main!".


Jessi menarik tanganku,


"naik itu yok!".


Aku melihat jessi menunjuk kearah kora-kora dan langsung kami bertiga membeli tiket,setelah naik kora-kora lanjut kami naik bom bom car tidak lupa memesan makanan rambut nenek,es krim.


Aku memandangi wajah mereka yang sangat terlihat bahagia padahal kebanyakan anak sekarang akan memilih bermain didufan daripada di pasar malam ini.


Sudah hampir 2 jam kami bermain kulihat wajah anak-anak yang lelah namun terlihat bahagia,


"Lebih puas disini eonni!"ungkap chia sambil memakan permen gulalinya.


Aku tersenyum puas dan melirik jam tangan,


"Yok kita pulang anak-anak nanti papa marah lagi!"kataku.


Anak-anak menuruti perkataanku dan langsung bersiap pulang.


****


Dirumah


Pak felix sudah daritadi sampai dirumah dan menyambut kami dengan wajah keanehan,


"Wah lusuh banget sih anak-anak papa?".


Chia dan jessi mencium tangan pak felix,


"enak banget pa kepasar malam loh!".


Pak felix menatap kedua putrinya, "seenak apa sih?kan dulu kita udah pernah ke sydney main begituan?".


Jessi menggeleng,


"no papa,beda banget! Kayak lebih sedehana tapi enak aja pa!".


"Tadi chia juga makan rambut nenek pa enak,"lanjut chia.


"Yuk mandi pakai air hangat,gosok giginya lama ya soalnya kam tadi makan yang manis-manis!"aku menyuruh mereka.


Chia menyenggol lenganku,


"eonni mau masak apa malam ini?".


"Chia lapar lagi?".tanyaku kaget.


"Iya eonni,jessi juga papa apalagi!".


Aku menyahut,


"ya sudah masak apa ya,hmm nasi goreng kampung aja gimana?".


"Ih apalagi itu?enak eonni?"lanjut jessi.


"Ya udah mandi dulu biar kita makan malam bareng ya".


Chia dan jessi berlari kearah kamarnya sedangkan pak felix memandangku dengan penuh tatapan manis ( menurutku),


"Capek banget pasti ya? Kita order makanan aja kalau gitu pu!".


"Gak apa apa pak,lagian gak bagus order gitu pak terus lumayan menghemat! Aku mandi sebentar ya pak baru masak!"pamitku.


Pak felix mengiyakan sambil tersenyum.


Setengah jam berlalu puan sudah sibuk memasak nasi goreng kampung didapur ditemani dengan mbak siti,


"Semenjak ada puan anak-anak dan pak felix makannya teratur jadi senang saya".puji mbak siti yang sedang melihatku memasak.


Sembari mengocok telur," mbak siti biasa aja ah,baru juga beberapa hari. Memang dulunya mbak sarah gak begini?".


Mbak siti menoleh kiri kanan melihat situasi aman terkendali,


" ya mbak sarah tetap perhatian tapi gak pernah masak untuk anak-anak dan pak felix jadinya saya terus yang masak".

__ADS_1


"Ohhh ,ya namanya tiap orang berbeda mbak sit, yuk bantu puan anterin kemeja makan".


Mbak siti dengan sigap membawa semua makanan yang telah kumasak kedepan.


"Waaahh aromanya lagi lagi wangi banget eonni!"kata chia yang sudah terlihat sangat kelaparan.


Aku mengambil nasi untuk pak felix dan anak-anak,


"Nah ini telur dadarnya untuk jessi terus telur mata sapinya untuk chia ya!".sahutku memberikannya ke anak-anak.


"Ini daun bawangnya ya pak"lanjutku meletakkan piring kecil berisikan daun bawang kesukaan pak felix.


Pak felix terheran-heran melihatku,


"loh kok tahu pu?".


"Tadi aku tany sama mbak siti , yuk makan mbak!".


Mbak siti kali ini menolak,


"nanti aja ya puan,mbak siti mau mandi dulu gerah banget!".


"Ya udah,nanti jangan lupa dimakan ya mbak sit!".


Mbak siti mengiyakan dan lanjut pergi kebelakang.


"Enak sekali ya nasi goreng kampungnya,bikin berat badan naik lagi nih nanti!"puji pak felix yang jujur membuat hatiku cenat-cenut.


Jessi dan chia hanya mengangguk karena begitu fokus makan.


Setelah semua selesai makan malam dan anak-anak sudah naik keatas sedangkan aku sedang berjalan malam kearah kolam renang pak felix untuk menurunkan nasi yang hampir dua piring kumakan.


"Kenyang banget euy!"gumamku.


Ponselku berdering ternyata clein meneleponku,


"Ada apa lagi?".tanyaku malas.


"Besok malam jangan lupa ya acara seni yang gue bilang!".


"Gue gak janji ya!".


"Ya udah kalau lo gak datang gue bilang aja kalau tiket konser yang satu lagi itu punya lo!".clein menutup ponselnya.


"Haiss apa sih maunya ini anak!"kesalku yang langsung mengirimkan teks whatsapp kepadanya,


Iya besok gue datang!


Lalu dia hanya membalas dengan emot main mata,


😉


Aku benar-benar tidak mengerti kenapa clein berbuat seperti ini terhadapku tapi aku benar-benar masih menjaga takut dera malah jadi salah paham.


"Susah turun nasinya?"ujar pak felix dari belakangku yang membuatku terkejut.


"Astaga si bapak doyan amat bikin kaget !Udah nih pak,hehehe!".


"Lagian dua piring loh kamu makan,badan gak gendut lagi!lari kemana coba!".usil pak felix.


Aku memonyongkan mulutku,


"ya namanya lapar loh pak lagian masa aku mau jaim gitu buat makan!".


Pak felix mengangguk,


"Hm sabtu ini kita jalan kepantai yok pak!".pintaku mengingat apa yang diakatakan miss laura, jadi setidaknya aku harus mencoba mengajak pak felix.


Pak felix mengernyitkan dahinya,


"kenapa emangnya pu?kok mendadak?".


"Ya gitu tadi kata miss laura,Jessi sedikit menurun belajarnya tapi itu diakibatkan kurangnya perhatian mama papanya,jadi aku pengen kita jalan jalan dengan jessi dan chia tapi bapak harus ikut!".


"Tapi sabtu ini..


Dengan tanpa sengaja aku memegang lengan pak felix,


"plis pak kali ini demi anak-anak,cancel semua dong! Kapan lagi coba pak!".

__ADS_1


Pak felix melihat kedua kalinya kearah tanganku yang memegang lengannya,


"Eh maaf pak!".


__ADS_2