Ada Cinta Untuk Perempuan

Ada Cinta Untuk Perempuan
BAB XIV


__ADS_3

Dengan sangat terpaksa aku bertahan disana daripada kabur pasti akan lebih malu lagi.Dia melangkah kearahku dan dera setelah sampai dia merogoh tasnya dan menunjukkan ktpku.


"Ini punyamu kan?".


Aku menggaruk kepala yamg sebenarnya samasekali tidak gatal,


"Iya kak,boleh pinjam?".


Dia mencondongkan wajahnya kearah wajahku,


"Gak!".


Mampus,pria yang satu ini benar-benar keras kepala samasekali gak punya hati jadi benar-benar bingung harus bagaimana lagi agar dia mau memberikan ktp itu kalau tidak ada otomatis aku tidak bisa mendaftar.


Aku mendekatinya,


"Jadi gini kak,aku janji bakal ganti goresan yang dimotormu tapi gak sekarang!".


"Ya udah!".Jawabnya sederhana dengan wajah belagunya.


"Makasih ya kak,jadi aku boleh minta ktpnya kan?".


"Gak,aku bakal kasih kalau kamu sudah betulin motor aku!".


Aku melongo untuk beberapa saat,jangan sampai aku tidak bisa ikut tes hanya karena pria belagu ini.Jika kubawa kebengkel motornya bisa saja tapi bagaimana dengan biaya pengobatan ibu,bakalan tidak akan cukup.


Dera yang sedari tadi kucuekin dan hanya melihat kami beradu mulut akhirnya ikutan berbicara,


"Kok ktpnya ada sama kakak?".


Saat pria aneh ini ingin menjelaskan langsung kupotong jangan sampai dia cerita bertemu denganku ditempatku bekerja yang ada dera malah semakin curiga.


"Eh der,jadi gini aku gak sengaja buat motornya tergores jadi waktu itu aku gak megang uang makanya aku kasih aja ktp jadi jaminan!".Tegasku yang menoleh ke pria aneh sambil main mata.


Untunglah pria belagu ini menutup mulutnya sambil mengangguk.


Dera mengambil ponsel yang ada di tasnya,


"kasih aja ya kak ktpnya nanti pulang sekolah motornya aku suruh karyawan papa yang ambil!".


"Ga usah der,aku..".Kataku yang benar-benar tak ingin merepotkannya namun dipotong lagi dengan dera.


"Udah gak usah banyak ngomong ih!papa kan punya teman pemilik bengkel jadi kamu tenang aja!".


Pria belagu tersebut memberikan ktpnya ketanganku,


"Untung selamat! ya sudah nanti pulang sekolah saya tunggu di parkiran motor!".


Ingin rasanya kutonjok wajah songongnya yang benar-benar punya hati super tega.


"Namanya siapa kak?"teriak dera yang sepertinya kesemsem dengan pria belagu tersebut.


"Itu senior idaman dikampus namanya Clein".Jawab kakak senior yang ada dimeja pendaftaran.

__ADS_1


"kalau kalian lulus masuk sini bakalan ketemu tiap hari sama dia terus dia juga ketua bem kita!".Lanjutnya.


Aku tidak peduli dengannya atau tidak ingin tahu siapa dia sekarang hatiku lega akhirnya aku bisa mendaftar,


"Thanks ya der!".Hardikku ke arah dera namun dera masih tidak bergeming.


Kucubit lengannya dera yang ternyata masih melihat kearah perginya pria belagu itu,


"Dengar gak sih? malah melamun lagi!".


Dera memegang kedua pipiku dengan tangannya,"Pu,aku udah nemuin tambatan hati aku yang sebenarnya!"


Aku menjawab dengan muncung dipanjangin karena terapit kedua tangan dera dipipiku,


"Pak Felix kan?".


Dera menggeleng,"No pu! tapi dia yang namanya clein itu! ini namanya jatuh cinta pada pandangan pertama!"


Aku membelalakan mataku mendengar omongan ngawurnya dera,


"Ngawur kamu! baru juga pertama kali ketemu! udah ah yok daftar!".


Dera samasekali tidak menjawab hanya mengikutku dari belakang sambil tersenyum-senyum sendiri.


****


Didepan kelas


Sudah hampir 2 jam lebih kami mengurus dan menyelesaikan tes untuk masuk universitas bakrie dan hatiku masih harap-harap cemas karena takut tidak lolos.


Ingin rasanya kukatakan tidak tapi karena dera sudah menolong akhirnya kuiyakan keinginannya.


"Aduh!"ringisku sambil memegang perut.


"Kenapa pu?".


"Tau nih perut aku sakit banget,aku ketoilet dulu ya!".Ucapku sambil berlari kearah toilet dengan kencang.


BRAK....


Tanpa sengaja aku menabrak seseorang sampai terjatuh dan posisinya aku ada diatasnya,


"Aw sakit banget!"Rintihku yang kepentok dengan kepalanya,kucondongkan wajahku kebawah untuk melihat siapa yang kutabrak barusan sontak aku kaget ,


"Pak felix?".Batinku teriak melihat wajahnya dekat sekali dengan wajahku,


pak felix memang sangat tampan,bibirnya yang merah membuat jantungku tak bisa diajak kompromi tak tahu harus bagaimana lagi ditaruh wajah ini.


"Pu,berat nih!"bisik pak felix tersenyum.


Langsung dengan sigap kubangunkan badanku keatas begitu juga sebaliknya pakĀ  felix,mataku celingak celinguk takut ada yang meluhat untunglah sudah sepi karena sudah pada masuk kekelas.


"Mma..mmaf pak,Aku sakit perut jadi kebelet gak lihat jalan deh!".

__ADS_1


Pak felix yang berada didekatku memegang kepalaku dan menepuknya pelan,


"Jangan lari gitu lagi ya,kalau tadi jatuhnya kelantai gimana?".


Deg..


"Apa-apaan ini! kok mendadak sekujur tubuhku gemetaran?"Gumamku dalam hati.Untuk kesekian kali dibuat jantungku berdetak sangat kencang,benar-benar tak bisa berkata-kata.


"Ya udah sana ketoilet sebentar lagi kan kelas saya,tapi saya kekantor dulu ada yang ketinggalan!duluan ya!".Pamit pak felix meninggalkan senyumannya yang memang tak tertandingi oleh siapapun!".


Aku masih terdiam memandanginya sampai pak felix tak kelihatan dan memegang rambutku mengingat yang ditepuknya tadi,baru kali ini aku merasakan hal seperti ini sekian banyak lelaki yang menyatakan cinta selalu tak kuanggap tapi ntah kenapa setiap berhadapan dengan pak felix rasanya pasti berbeda.


Aku masih mengerjapkan mataku perlahan,


"Heh! dicariin taunya masih disini! udah dari toilet?"Tepuk dera tiba-tiba.


"Ih buat kaget aja sih! ii..iya ini mau ketoilet!".Jawabku sedikit terbata-bata karena kaget kehadiran dera.


"Lah daritadi kemana aja ? masa baru sekarang ketoilet sih pu?".Tanya dera penasaran yang juga melihat kearah depan tempatku melihat.


"Lihat siapa sih pu?".lanjut dera penasaran.


Aku membisikkan ketelinga dera yang kelihatan ingin tahu,"RAHASIA!".


Aku berteriak ketelinga dera dan langsung lari kearah toilet.Dera yang sontak kaget memakiku dari belakang namun tak kuhiraukan lagi karena mendadak perutku sakit lagi.


****


Dimeja kantor pak felix


Pak felix sedang sibuk mengecek hasil soal-soal para siswa yang akan dibagikan dikelasnya tiba-tiba tersenyum sendiri melihat kertas hasil perempuan,


"Anak yang lucu tapi pintar dan disiplin!tapi kenapa dia kerja begituan ya?"gumam pak felix dalam hatinya.


"Ehem..!".


Pak felix terbangun dari lamunannya dan melihat kearah meja depannya yang sudah ada pak rudi,guru olahraga kelas 3.


"Eeh..pak rudi kirain siapa".


Pak rudi tertawa kecil sembari melihat kertas yang dipegang pak felix yang tertera nama perempuan,


"Dia memang sudah cantik pintar pula dan takjubnya gak tertarik pacaran pak!".


"Siswa terpilih sekali ya pak!"Jawab pak felix singkat.


Raut wajah pak rudi tiba-tiba berubah menjadi sedikit lebih serius,


"tapi ya itu sejak ibunya sakit anak itu lebih banyak dirumah,habis pulang sekolah ya pulang!untuk ikutan fieldtrips saja dia menolak".


"Sakit?sakit apa pak?".


Pak rudi seperti mencoba mengingat sakit yang dialami ibu puan,

__ADS_1


"kalau tidak salah stroke pak! jadinya ya anak itu menanggung sendirian!".


Pak rudi mendekatkan kepalanya lebih dekat kearah meja pak felix dengan nada pelan, "sejak ayahnya bangkrut ayahnya kayak gak mau tau soal puan dan istrinya!".


__ADS_2