Ada Cinta Untuk Perempuan

Ada Cinta Untuk Perempuan
BAB VII


__ADS_3

"Akhirnya sampai juga!"Aku menarik napasku dalam-dalam sehabis berlari agar tak dikejar oleh lelaki gila itu.


"Habis darimana kamu?mandi keringat gitu?"tanya mami yang sedari awal melihatku dari pimtu masuk.


"Oh..tadi habis dikejar anjing mi!"Jawabku berbohong karena mana mungkin aku harus jujur hanya karena masalah sepele.


"Mandi lagi sana! mami gak mau dapat pelanggan yang complain karena ngeliat kucelnya kamu!".


"Iya mi!".Jawabku singkat dan langsung jalan menuju arah kamar mandi khusus para pekerja.


Aku lupa menjelaskan mami sebenarnya wanita baik-baik awalnya namun karena dikhianati oleh orang yang sangat dicintainya yaitu suaminya membuatnya memilih berkecimpung didunia malam ternyata cinta bisa mengubah segalanya menjadi baik atau malah hancur.


"Oni,tempat biasa ya ditunggu sama langgananmu tuh!"Kata lexa kearahku sambil merapikan rok pendeknya.


Dahiku mengernyit menandakan aku sedikit heran,


"langganan? sejak kapan aku ada langganan kak?siapa emang?".


Kak lexa mencubit pelan tanganku,


"ih..masih muda kok udah lupa sih! yang di VIP waktu itu loh yang lo bilang gak ngapa-ngapain cuma ngobrol doang!".


Aku tersontak mendengar omongan kak lexa karena laki-laki yang dimaksudnya daritadi adalah pak felix.Otakku benar-benar panik ingin menolak tapi tidak mungkin.Aku berjalan mondar-mandir karena ingin mencari alasan untuk menolaknya.


"Ni,puyeng nih liat lo mondar-mandir! kenapa sih?".


Aku langsung jongkok tepat dikedua kaki kak lexa,


"kak plis bantu aku!".


"Bantu apaan sih?kenapa sih lo?".Tanya kak lexa bingung.


"dia itu guru baru aku kak disekolah!pusing aku jadinya ini!".


Mata kak lexa terbelalak mendengar jawabanku,


"Hah?seriusan?lah trus ngapain dia kesini?".


"Aku juga gak tau kak,makanya aku jantungan nih!".


"Atau jangan-jangan kamu mau ditangkap kali ni!'.Bisik kak lexa ketelingaku.


Jantungku benr-benar ingin copot mendengar perkataan kak lexa bagaimana jika itu benar?apalagi dia yang punya yayasan.Hatiku berkecamuk gak karuan.

__ADS_1


"Ya udahlah kak aku kesana aja ya kalau emang gara-gara itu aku dikeluarin dari sekolah masih ada sekolah lain kok kak!'Jawabku dengan penuh percaya diri dan bergegas pergi menemuinya.


"Semangat ni!'kata kak lxa dengan wajahnya yang juga ikutan cemas.


"Tenang pu tenang,gak cuma satu jalan keroma!kalau aku dikeluarin dari sekolah masih bisa cari sekolah lain."Batinku berbicara menyemangati diri sendiri.


Aku sudah berada tepat dipintu tempatku dan pak felix pertama kali bertemu,kuintip dari jendela dan melihatnya sedang menuangkan minumannya kegelas.


"Cari aku ya pak?"Tanyaku pelan dengan suara gemetaran.


Pak felix memandangku dengan senyuman,


"kok disitu?sini duduk temani aku ngobrol seperti waktu itu!".


Aku langsung duduk disampingnya dan berbisik pelan,


"pak kalau emang aku mau dikeluarin dari sekolah yaudah ga apa-apa pak tapi plis jangan kasihtau teman-teman ya pak!'.


Ntah kenapa dari awal aku masuk pak felix hanya kebanyakan tersenyum ntah itu senyuman tulus atau menyindir.Aku sudah tidak peduli dengan gengsiku disuruh bersujud pun aku terima asalkan aku tidak diipermalukan.


"kamu ini ngomng apa sih ?saya kesini karena lagi butuh teman ngobrol kayak waktu itu".


Lagi-lagi aku menjawab dengan nada suara pelan,


"


Pak felix tertawa lebar,


"puan maksud saya oni nih lihat handphone saya gak ada rekaman apapun kan?saya kesini karena lagi suntuk".


"Serius pak?".


"Serius!"pak felix mengeluarkan kedua jarinya menunjukkan tanda suer didepanku.


Aku berpikir tak masalahlah percaya dengan pak felix lagian dia sepertinya tidak mungkin berbohong.


"Ada masalah apalagi pak?rumah tangga lagi?".Tanyaku yang sudah mulai santai.


"Salah gak walaupun kita sudah dikhianati tapi masih tetap mencintai?"tanya pak felix yang menatapku dengan tajam.


Benar-benar jantungku hari ini copot dibuat pak felix sudah masalah kedatangannya tadi sekarang tatapan matanya yang tajam sampai membuatku grogi.Aku heran kenapa harus cerita denganku sementara dia sudah tau aku siswanya masa dia tidak merasa malu atau gengsi.


"Gak salah sih namanya hati mana bisa dibohongi ya kalau masih cinta ya bakalan tetap cinta sekalipun disakiti!".

__ADS_1


"Tapi aku gak pernah mengecewakan dia malah aku setia banget ! kenapa dia malah tega melakukan itu denganku dan anak-anak!".


Kupandang wajah pak felix terlihat sedih sekali,


" Aku pernah baca salah satu quote katanya  "Manusia adalah makhluk ringkih yang terbuat dari sakit hati dan janji yang teringkari" jadi otomatis kita harus lalui hal yang kayak gitu! tapi semua butuh waktu untuk menutup luka itu".


"Jadi aku gak salah kan masih mencintainya?atau bahkan masih berharap dia balik jadi istriku lagi?".Tanya pak felix yang kelihatan benar-benar sangat mengharapkannya.


"Gak ada yang salah sih pak selagi istri bapak belum ada ikatan yang sah dengan laki-lakinya itu!".


"Semoga ya! terimakasih ya udah nemenin dan kasih saran! ternyata gak selamanya yang tua itu yang dewasa ternyata anak-anak juga bisa dewasa!"Kata pak felix sambil mengibaskan rambutku.


"Anak-anak? aku sudah dewasa kali pak!"jawabku dengan tegas.


Aku paling kesal jika selalu dibilang anak-anak hanya karena masih abu-abu .Bagiku aku sudah dewasa ditambah dengan masalah-masalah kehidupan yang sekitarku tidak tau samasekali.


"Kamu sendiri gimana pu?".Pak felix balik bertanya kepadaku.


Aku terdiam mendengar pertanyaan balik dari pak felix,lagi-lagi dia bertanya masalah kehidupanku,


"aku kenapa pak?".


"Kenapa disini?kenapa gak yang lain? kamu belum kasihtau kan waktu itu?Senyum pak felix kearahku.


Matanya yang menggoda,bibirnya yang masih merah alis matanya yang tebal hidungnya yang mancung kulitnya yang putih dan yang tak kalah adalah wangi parfum pak felix yang membuat semuanya jadi paket komplit.


Aku heran kenapa istrinya tega meninggalkan ciptaan Tuhan yang seindah ini.Aku tidak fokus jadinya setiap dipandang pak felix.


"Semua ada waktunya pak.Aku gak bisa cerita sekarang! Oh ya pak umur bapak berapa sih?"tanyaku basa-basi.


"37, tua kan?"Tanya pak felix sambil tertawa.


Aku mengangguk pelan,


"iya sih pak tapi untung ganteng!".


Ntah mengapa jawabanku malah seperti itu membuatku sedikit malu namun tak apalah toh memang kenyataannya dia ganteng sampai satu sekolah pun tertarik dsngan pak felix.


"Aku antar pulang ya pu".Tanya pak felix yang melihat jam tangannya.


Untuk waktu sebentar,kami berdua sempat  terdiam saat pandangan mata kami berjumpa tapi untungnya langsung aku tersadar,,


"Gak usah pak.Aku bawa motor kok lagian aku masih ada urusan sama atasan".

__ADS_1


"Kamu yakin?ini sudah jam berapa?besokkan harus sekolah ".


Aku menghela napas panjang,"Aku udah biasa pak.Tenang saja".


__ADS_2