
"Oh ya cha,gimana dengan alex?"Tanya Felix yang sengaja memperkenalkan ancha dengan salah satu koleganya Alex.
Ancha memberikan senyuman terpaksanya kepada felix,
"Gimana apanya?
"Yah hubungan kalian?.
"Ya hubungan kami baik-baik aja lix".
"Kalian udah pacaran cha?"Tanya balik felix dengan wajah penuh penasaran.
Ancha menatap felix dan menjawab,
"Pacaran apa sih? aku udah berumur lix dan aku gak mikirin pacar-pacaran lagi! Udah ah jangan dibahas. Kamu tuh yang harusnya udah bisa cari pendamping apalagi jessi dan chiara butuh sosok mama".
"No cha! Aku bisa jadi mama dan papa untuk mereka apalagi aku masih sayang dengannya!"desis felix dengan lembut.
Fakta memang felix masih mencintai istrinya ditambah mereka sudah 7 tahun hidup bersama.
Wajah ancha berubah kemerahan mendengar pernyataan dari lelaki yang sangat dia cintai,
"Masih sayang lix?kamu tuh mikir gak sih sarah udah milih pria lain dibanding kamu suaminya terus dia gak peduli dengan anak-anak!mau sampai kapan lix?".
"Aku tau cha,semua ada waktunya aku fokus dulu dengan Jessi dan Chiara baru mikir kesitu".
Begitulah felix kalau sudah mencintai wanita akan sulit baginya untuk membuka hati apalagi dia dan sarah sudah 7 tahun menikah.
Sarah melakukan kesalahan yang sangat fatal dia selingkuh dengan seorang pria yang tak lain adalah sahabat felix sendiri,Hendrico.
Jessi duluanlah yang melihat mamanya bermesraan dengan pria tersebut dirumah.Sarah pun melayangkan surat perceraian dan menyerahkan hak asuh terhadap felix.
Tiba-tiba handphone felix berbunyi tertulis nama mama,
"Halo ma"Jawab felix
"Halo lix,kamu gak lupa kan yang untuk besok?"Tanya mama felix.
Felix mengernyitkan keningnya menunjukkan sepertinya dia lupa,
"Besok?besok memang ada apa ma?".
Ancha yang berada disebelah felix langsung menjawab dengan sigap,
"Besok kan tante ulangtahun,kamu gimana sih lix kok lupa!".
Terdengar dari kejauhan mama felix menjawab,
"Kamu lagi sama ancha?udah pulang dari paris ? Tuh kan ancha aja ingat ulangtahun mama,masa anak sendiri lupa!".
__ADS_1
"Maaf ma,karena banyak kerjaan jadinya ya lupa.Iya besok Jessi dan Chiara datang ma".
"Kerjaan apa sih! kamu sih pakai repot banget jadi guru! kan yang punya yayasan kamu,jangan lupa kamu ajak ancha ya".
Ancha tersenyum malu mendengar pernyataan mama felix yang memang sangat mendukung hubungan mereka berdua.
Mama felix seorang pemilik restoran dan salah satu pemegang saham di yayasan bakrie dan hanya felix anak semata wayangnya sedangkan papanya sudah lama meninggal.
"Ya felix kan harus lihat kinerja para guru disana ma,jangan cuma terima gaji bersih aja tapi kasih pendidikan anak malah kurang.Lihat nanti ya ma soalnya besok mau ada kuis disekolah takutnya lama pulang!".
"Pokoknya kamu dan ancha juga harus datang. Udah dulu ya mama mau hubungi vendornya dulu!"Mama felix langsung menutup teleponnya dengan felix.
Ancha melirik kearah jam tangannya,
"lix aku harus balik lagi kebutik.Besok sempatkan ya kesana kasian loh tante masa gak ada kamu dihari spesialnya".
"oke cha,besok aku hubungi kamu kalau aku bisa ya.Kamu mau balik sekarang?".
"Iya lix,udah janji sama client dibutik!".
"Yok aku antar kedepan!". Felix mengantar ancha keluar kearah parkiran mobilnya.
****
Rumah Perempuan
Suara piring jatuh kelantai mengagetkan puan yang sedang mengerjakan tugas sekolahnya dikamar.Puan pun langsung keluar menuju arah piring jatuh tersebut dan yang dia dapatkan adalah ayahnya sedang berada dimeja makan dan menjatuhkan piring.
"tinggal makan aja susah! kalau mau ikannya ganti-ganti kerja!jangan cuma protes taunya!"Jawab puan yang penuh dengan emosi.
Ayah puan bangkit dari tempat makannya dan menuju dekat dengan puan sambil memegang dagunya dengan kencang,
"sudah mulai berani kamu ya melawan orangtua!jadi gunamu kerja apa?jangan macam-macam kamu ya"!.
Ayah puan melepas dagu puan dan langsung keluar rumah.Puan hanya terdiam lemas karena dia sangat takut ayahnya malah akan melakukan hal yang senonoh lagi.Puan menghela napas berkali -kali agar kembali tenang sembari membereskan pecahan piring.
Setelah selesai membereskan semuanya puan kembali kekamar dan langsung memasang headset ditelinganya terdengar lagu seandainya aku punya sayap,
Seandainya aku punya sayap terbang-terbanglah aku
kucari dunia yang lain untuk apa aku disini
Seandainya dapat kau rasakan kejam-kejamnya dunia
tiada lagi keadilan untuk apa aku disini.
Puan menghela napasnya,
"Benar-benar gak adil!kapan semua ini berakhir!".
__ADS_1
Ayah perempuan adalah seorang pebisnis karpet usaha mereka sangat lumayan namun semua bangkrut semenjak ibunya sakit itulah yang membuat ayahnya menjadi berubah.
Puan melihat kearah jam dinding kamarnya yang menunjukkan pukul 6 sore tandanya dia harus bersiap-siap untuk kerja.
****
Saat puan sampai ditempat kerjanya tak sengaja motornya yang hendak diparkirkan jatuh menyenggol sebuah motor besar mengakibatkan bekas gesekan tertinggal.
"Mampus aku!"Kataku ke diriku sendiri dengan wajah cemas.
Aku mengambil langkah seribu untuk segera memindahkan motor dan pura-pura tidak tau saja soal kecelakaan kecil itu.
Saat aku sedang bersiap untuk pindah tiba-tiba dibelakangku ada seorang lelaki muda menarik kerah bajuku,
"Mau kabur??Tanya lelaki itu kepadaku dengan nada menyindir.
Aku menoleh kebelakang dan melihat lelaki itu lelaki yang masih fresh,putih tampan lagi,
"Gak kok,ini mau betulkan posisi aja loh!".
"Mau ngeles lagi! motorku baru beli nih jadi jelek karena lo!".Bentaknya.
"Ya maaf,lagian siapa suruh parkir disini!inikan parkiran langganan gue!"
Dia tertawa selebar-lebarnya membuat sekeliling memperhatikan kami berdua,begitu malu aku dibuatnya.
"Ini parkiran punya lo?berarti lo kerja disini??"
Lelaki ini benar-benar membuat aku naik pitam untung dia tampan aku masih bisa menahan emosi,
"Ya gak lah.Aku sering kemini market depan tiap penuh ya kesini markirnya!".
"Itu urusan lo! gue minta ganti!gue mau motor ini bersih kayak diawal gak ada lecetnya!"Katanya dengan penuh ketegasan.
Kupandangi lagi motor besar itu ternyata ini salah satu motor keluaran terbaru yang harganya super mahal,
"mampus! darimana aku dapat uang buat ganti!"desis isi hatiku yang sudah mulai kebingungan.
"Lah pake ngelamun!Woi dengar gak?"dia melambaikan tangannya dwajahku yang sedang melamun.
"Iya-iya tapi gak sekarang! aku masih sekolah gak punya uang sebanyak itu!"Jawabku jujur.
"Lo pikir gue bisa ditipu?".
Benar-benar lelaki sialan kalau bukan karena jam kerjaku yang sudah masuk dan tidak boleh ada kata terlambat bagi mamiĀ sudah kuajak ribut!.
"gue gak nipu! nih ktp gue lo pegang! gue sekolah dibakrie 3 IPA 1.Gue janji gue bakal ganti tapi sekarang gue harus buru-buru.Oke.Bye!"jawabku yang langsung pergi begitu saja tanpa menoleh,
sedangkan dia bingung sendiri sambil memegangi ktp yang kuberikan tadi,
__ADS_1
"Heh!kok lo kabur!"Teriaknya kearahku sembari melihat ktp yang diberikan puan,"nama yang aneh!".