Ada Cinta Untuk Perempuan

Ada Cinta Untuk Perempuan
BAB XXV


__ADS_3

"Maksudnya?apa lix?"tanya balik ancha yang langsung mengarahkan pandangannya ke felix.


"Oh,iya kebetulan dia lagi cari uang tambahan soalnya kan mau masuk kuliah ya aku tawarin kebetulan anak-anak juga butuh temen dirumah!"jawab felix.


"Kan ada bibi sih?atau cari pengasuh yang benar-benar kompeten?".


"Ya kali bibi mau dijadiin temen terus yang urus rumah siapa,tante?"Jessi menjawab dengan acuh tak acuh melihat kearah ancha.


Ancha hanya membalas dengan senyuman,


"ya udah deh,makan yok!"ajak ancha dan sengaja tidak akan membahas hal tersebut dihadapan anak-anak.


Setelah selesai sarapan,anak-anak sudah berpamitan untuk kesekolah dan tinggalah felix dan ancha didepan rumah,


"Lix,kamu baru kenal dia kan?kalau nanti dia berbuat aneh-aneh sama anak-anak gimana?".


Felix memandang wajah ancha dan memegang pundak ancha,


"Sahabatku yang super peduli sekali ,tenang aja! Dia anak baik kok!".


Ancha melihat tangan yang ditautkan kepundaknya dan balik melihat felix,


"Ya sudahlah terserah kamu aja,asalkan emang benar aja ya dia baik! Aku berangkat duluan ya!".


Felix mengangguk dan langsung membuka pintu mobil,


"hati-hati dijalan ya,makasih udah dibawain sarapan!".


Ancha mengiyakan dan langsung menjalankan mobilnya.


****


Disekolah


Aku berjalan ke arah kelas dan melihat dera sedang duduk termenung,


"Woi! Kesambet apaan nih!diam-diam bae!"ucapku ke dera.


"Aku galau pu!"jawab dera sambil memanyunkan bibirnya.


"Galau kenapa?".


"Nih lihat!".tunjuk dera yang memperlihatkan foto dua tiket sheila on 7 namun samasekali aku belum mengerti maksud dera.


"Itu kan tiket sheila on 7 kan? terus galaunya dimana?".


"Ini tuh statusnya clein loh! Coba deh lihat dia tadi malam ternyata nonton konser dan ada dua tiket!berarti kan dia udah ada pacar!".isak dera tersedu-sedu.


Wajahku seketika memerah karena baru sadar bahwa itu adalah tiket kami tadi malam.


"Mungkin temannya kali der,ga selamanya loh posting dua tiket tandanya ada pacar!"balasku mencoba menenangkannya.


"Ah masa??".


"Ya iyalah,aku foto bareng adit ketua kelas kita terus itu namanya pacaran? Gak kan?gak usah pikir aneh-aneh dulu deh! sekarang pikirin aja gimana biar bisa lulus ke universitas Bakrie jadi kan kamu bisa ketemu terus ama dia!"saranku ke dera yang terlihat sudah tenang.


"Aaah pu,makasih ya!"ujar dera yang memelukku.


Ntah harus bagaimana aku katakan jika dera tahu bahwa itu adalah aku,benar-benar hatiku tidak tenang dibuat.


"Itu untuk yang terakhir!"bisikku berjanji pada diri sendiri.


****


Di kampus clein


Clein yang sedang asyik mendengarkan lagu sheila on 7 menggunakan headset, tiba-tiba dihampiri kedua sahabatnya deo dan archie,


"Wais bos! Udah sampe aja dikelas duluan!"kata archie yang menepuk punggung clein membuatnya melepas headsetnya,

__ADS_1


"Lagi pengen aja!".


"Clein,gue lihat di instagram lo,tiket siapa tuh satu lagi?".tanya deo penasaran.


"Mau tau aja lo!"jawab clein singkat.


Archie melirik deo,


"Tumben jangan-jangan sohib kita satu ini udah berani buka hati ,bro!".


"Tapi sengaja dirahasiain!"lanjut archie sambil tertawa.


"Iya,gue suka ama seseorang !".balas clein menatap foto tiket diponselnya.


Deo dan archie langsung mendekat,"


" hah?siapa clein?lo cerita dong,lo kan jarang-jarang suka ama cewek!".


"Tapi dia masih sma,mau lulusan sih!".


Deo terbahak-bahak menepuk perut archie yang membuat archi sontak kaget,


"gila lo,perut gue nih! Kok anak-anak yang lo suka!".


"Ya emang kenapa? Ada salah? Gak kan?".


"Gak sih,cuma lucu aja!lo ga serius kali! Kok bisa?segitu banyaknya cewek dikampus ini yang lebih dewasa clein kenapa harus anak kecil?".


Clein tersenyum tipis,


"Gue juga gak tau apa alasannya,tapi intinya gue suka ama dia dari awal ketemu!dan satu lagi dewasa itu gak dilihat dari usianya!".


Deo dan archie saling menatap memandang clein yang wajahnya sangat berbinar.


****


Sekolah


Aku menutup mulut dera yang berteriak dengan kencang, "sst,pelanin suara der,kalau ada yang dengar gimana?".


"Iya iya maaf,aku kaget aja loh!sekarang jawab pertanyaanku tadi".


Aku menghela nafasku pelan,


"ya gajinya lumayan der, bisa bawa ibu untuk perawatan khusus dirumah sakit,ya apa salahnya kan? Karena saat ini aku butuh uang banyak!".


Dera menggigit bibir bawahnya, "iya juga sih kamu benar, lah si om gimana?".


"Yaa dia setuju! Pokoknya cuma kamu yang tau jadi dijaga ya der". Aku mengalihkan pertanyaan dera agar tidak terlalu bertanya soal pria brengsek itu.


"Iya aman,aku kan sahabat kamu! Masa aku berkhianat gitu!".


Aku sontak kaget mendengar kalimat dera, merasa serba salah karena mengiyakan ajakan clein hanya karena agar dia tidak membuat masalah.


"Bagaimanapun aku harus mendekatkan dera ke clein agarĀ  tidak terjadi kesalahpahaman lagi!".Dalam hatiku berbicara.


"Eeh,der!".


"Hmm,iya pu apa?".


"Kamu pasti senang dengar kabar ini!".


"Kabar apa lagi pu?".


"Kemarin aku ketemu pria aneh maksudnya clein,terus dia mau kasih kisi-kisi soal test hari ini! Kamu harus ikut ya biar ketemu dia".


"Hah serius pu!aku ikut pu!"ajak dera yang bersemangat sekali bertemu pujaan hatinya.


Kulihat tanganku yang terus terus ditarik dera,"iya iya,nanti kamu ikut! Tenang aja!".

__ADS_1


Dera tersenyum bahagia kearahku.


****


Akhirnya kami masuk kelas mata pelajaran pak felix.Pak felix masuk dengan wajah sumringah membuatku terus menatapnya.


"Kalau bisa tiap hari aja deh pak felix masuk kekelasku!"gumamku.


Tiba-tiba secarik kertas tak sengaja terlempar kemeja pak felix,


"Kertas siapa ini?"tanya pak felix ke anak-anak namun tak satupun yang mengaku dan akhirnya pak felix membuka kertas tersebut dan membacanya.


"Ternyata ini isinya puisi cinta,jadi kita bacakan atau tidak?".


Semua anak-anak berteriak bacakan.


"Oke,puan maju kedepan dan tolong bacakan untuk teman-teman kamu!"perintah pak felix.


Aku menunjukkan tangan kearahku,


"aku pak?".


Pak felix mengiyakan dan memanggilku lagi,


"kenapa harus aku lagi sih??"bisikku kebingungan.


Aku berjalan kearah depan dan menerima surat yang diberikan pak felix,


"Tolong baca ya puisinya!"kata pak felix dengan meninggalkan senyuman tipisnya.


Akhirnya aku mengangguk,


"


Entah harus dari mana harus kumulai cerita ini


Kabut sunyi perlahan mulai merayap di hati


Aku yang mencintaimu dalam diam


Menahan rindu yang kian tak teredam


Ingin rasanya aku bertemu denganmu


Tapi, menyapamu saja aku tak mampu


Lalu, apa dayaku?


Bahkan anginpun membisu


Ketika aku mengadu tentang apa saja yang bertalian dengan dirimu


Mungkin bagiku cukup Tuhan yang tahu


Tentang apa dan bagaimana perasaanku


Karena bahagiaku, masih bisa menyelipkan namamu dalam setiap doaku.


"Udah pak?".ujarku ke pak felix.


"Yang menulis ini benar-benar romantis ya, kamu suka yang romantis pu?"tanya pak felix yang berdiri dihadapanku.


Aku menelan ludah yang tertahan ditenggorokanku karena pertanyaan pak felix barusan,


"Ssu..suka pak!".jawabku gemetaran.


"Kamu suka yang seumuran,dibawah umur atau yang lebih tua dari kamu?".


Deg..

__ADS_1


Apa maksudnya pertanyaan pak felix ini.


__ADS_2