
"Kan udah ketemu dirumah ngapain lagi manggil kekantor ya?"aku ngedumel dalam hati walaupun tetap ada bahagianya namun takut akan ada yang curiga.
Sesampainya dikantor aku melihat dengan teliti keadaan sekeliling kantor untung masih sepi langsung aku mengarah ke pak felix,
"Bapak manggil ya?".
Pak felix tersenyum,"iya,cuma mau ingetin nanti langsung aja ke sekolah jessi pulangnya aku jemput!".
"Aku pulang sendiri aja pak! lagian kan bisa kirim wa sih pak!".Balasku.
Pak felix menggelengkan kepalanya,"gak apa-apa,motor kamu nanti biar asistenku yang jemput!".
Aku bingung kenapa pak felix memutuskan untuk menjemput kami,
"Tapi pak..
Ketika ingin kulanjutkan Bu mega salah satu guru bp kami yang terkenal seksi,bohay dan genit masuk kedalam kantor dan melihat kami berdua,
"Tapi apa puan,dilanjut dong!"tanya bu mega yang berjalan ke arahku,
Langsung kugelengkan kepalaku,
"gak ada bu tadi nanya tugas kesini, pak puan balik kekelas lagi ya".
Pak felix tersenyum simpul menjawab,
"oh ya pu,terimakasih ya!".
Aku berjalan dengan pelan sedikit bingung maksud pak felix tentang terimakasihnya,sengaja kupelankan kembali jalanku sedikit ingin tahu apa yang diperbincangkan bu mega,
"Pak felix,sudah sarapan belum?kalau belum saya tahu restoran soto paling enak dan terkenal pak,kita bisa kesana!"goda bu dewi sambil senyum-senyum sendiri.
"Sudah kebetulan bu,saya lagi suka sayur asem sama ikan teri sambel bu!"jawab felix yang terlihat melirik kepergian puan.
Aku berjalan dengan wajah kemerahan karena kegeeran dengan pujian pak felix,ntah apa maksud pak felix namun aku senang dengan kalimatnya.
Setelah hampir dua jam kami belajar tiba akhirnya lonceng istirahat,
"Pu,bawa bekal?lah tumben!"tanya dera yang agak asing melihat kotak bekal makanan yang kubawa.
"Biar irit der,yok kekantin!".ajakku ke dera.
Dan kami berdua berjalan kearah kantin,sampai disana terlihat dimeja depan telah berkumpul satu geng bora yang sedang memesan makanan.
"Sini aja,pu!"kata dera menunjuk meja dibelakang bora.
Bora yang sedang membawa 2 botol minuman dari kulkas kantin melihatku sedang membuka bekal makanan,
"Ih,menunya sama tuh ama pak felix!tadi gue lihat dia buka bekalnya dikantor".Teriak bora yang membuat satu gengnya terdiam dan melihatku sedikit dengan wajah curiga.
"Jadi maksud lo,menu sayur asam sama ikan teri cuma pak felix doang yang punya disekolah ini?"ceplosku menjawab.
Bora melengos pergi ke mejanya setelah aku mengatakan hal tersebut.
"Asoi,berarti kamu yang masak dong bekalnya pak felix?".bisik dera pelan ketelingaku.
Kuhadapkan wajahku kedepan dera,
__ADS_1
"Ini tuh masakannya mbak siti penjaga dirumahnya. Udah ah makan yok!".
Sambil makan dera masih membuka topik tentang pak felix,
"pu,jawab dong yang tadi aku masih penasaran loh!".
"Apaan lagi sih der?".
"Itu yang mantan istrinya?kok bisa gitu pu?".
Akhirnya dengan berani kujawab daripada dera terus menerus pasti akan menerorku,
"Pastinya aku kurang tahu der,cuma ya gitu alasannya istrinya selingkuh!".
Dera dengan wajahnya yang kaget langsung tersedak ketika minum,
"gila,setampan itu mana baik lagi masa diselingkuhi pu? Parah banget istrinya ya!".
Aku tidak menjawab hanya fokus dengan makanan masakanku.Terkadang aku juga sepemikiran dengan dera,pak felix setampan dan sebaik itu kenapa malah diselingkuhi istrinya harusnya malah terbalik.
"Jadi anak-anaknya diasuh sama bapak itu?seharusnya kan ke mamanya pu?".
Kujewer telinga dera,
"Aww !,ihh kok dijewer sih pu?".kata dera kesakitan.
"Ya abisnya nanya mulu ih,emang aku asprinya yang tahu semua permasalahan mereka?udah ah makan aja yok!"jawabku yang memang tidak mau terlalu memberi tahu dera bukan karena jahat hanya saja menjaga privacy pak felix.
Dera dengn bibir manyunnya lanjut memakan siomay yang ada didepannya,
"Huh,iya-iya!".
Selepas pulang sekolah aku langsung berlari cepat kegerbang sekolah untuk melihat mobil jemputan yang disuruh pak felix agar tidak kelihatan oleh teman-teman sekolah.
Kulihat dari sebuah mobil hitam mendekat,
Non Puan ya?"tanya sopir mobil hitam yang membuka kaca jendelannya.
Kuanggukan kepalaku,
"iya pak,suruhan pak felix kan?".
Setelah diiyakan langsung aku masuk kedalam mobil menuju sekolah jessi dan chia,beruntung dikamar mandi langsung kugantikan pakaianku karena gak lucu kalau wali jessi masih anak sekolah pakai baju sekolah pula.
Pak sopir memakirkan mobilnya dan kulihat megahnya sekolah jessi dan chia,
"Internasional?wajar aja besar!"gumamku.
"Non,sudah sampai yang diujung pojok itu kelasnya non jessi ya!"tunjuk pak sopir.
"Baik pak,terimaksih pak!"ujarku turun dari mobil.
Kulihat jessi melambaikan tangannya memanggilku,
"Eonni,sini!".teriak jessi.
Aku berjalan kearahnya, "hai sayang,dimana gurunya?"
__ADS_1
Jessi menunjuk keruang guru ,
"Itu eonni,nama teachernya miss.laura ya".
Aku meninggalkan jessi didepan kelas dan berlalu menemui gurunya,tak begitu sulit menemukannya karena masing-masing meja memiliki papan nama,
"Selamat siang miss,perkenalkan saya puan!"
Dengan tersenyum miss laura menyapa balik,
"siang bu eeh masih muda ya saya panggil apa ya?".
"Panggil nama aja miss!"balasku tersenyum yang seandainya beliau tahu aku pun masih sekolah.
"Ada keperluan apa ya puan?".
Aku bergumam bingung dalam hati,
"masa aku bilang aku pengasuhnya?mana mau nanti dia ngomong!".
"Saya tantenya,hmm kebetulan pak felix ada rapat yang gak bisa ditinggalin!"ujarku berbohong.
Miss laura menghela napasnya,
"selalu begitu ya pak felix. Pak felix punya adik ya?saya kira anak tunggal soalnya baru ini lihat".
"Iya,saya memang jarang terlihat!".
Miss laura mempersilahkan saya untuk duduk dan langsung membahas soal jessi,
"Begini puan,saya suka kasihan dengan jessi sejak orangtuanya berpisah nilai jessi sedikit menurun,semangat belajarnya pun kurang dan dia kurang fokus setiap hari. Saya rasa ini dampak dari kurangnya peran seorang mama!".
Perkataan miss laura membuatku merasa iba dengan nasib chia dan jessi karena untuk seumuran mereka yang seharusnya harus banyak belaian dan perhatian mama dan papanya.
"Kalau chia saya dapat info dari teachernya tetap stabil,namanya anak kan berbeda-beda ya!"lanjut miss laura.
"Jadi kira-kira menurut miss,bagaimana ya caranya agar jessi balik lagi seperti dulu?"tanyaku.
Miss laura kembali menghela napasnya sedikit berat kali ini terdengar,
"Ada dua cara menurut saya, pertama ya mama mereka harus penuh ikut campur dikegiatan jessi bahkan pak felix juga maksud saya harus sama-sama!".
Menurutku itu adalah hal sulit untuk seorang pak felix,dia masih sangat mencintai istrinya tapi masih kelihatan sakit hati.
"Yang kedua miss?".tanyaku lagi.
Miss laura memandangku,
"kalau memang sekarang puan lagi banyak waktunya dengan jessi ada baiknya setidaknya bisa menggantikan peran mamanya namun tetap ada pak felix,jadi tetap terasa".
Aku masih kelihatan bingung kurang mengerti maksud miss laura dan terlihat jelas diwajahku untunglah miss laura sepertinya paham,
"Begini,coba ambil waktu liburan bersama anak-anak dan pak felix juga harus ikut manatau bisa membuat hati jessi semakin lama jadi terobati".
Aku menunjuk diriku tiba-tiba,
"hah?saya liburan dengan pak felix?maksudnya anak-anak?".
__ADS_1
"Iya,kan gak masalah toh tantenya kan?".