
"Aku punya fobia listrik pak!"Teriakku karena ingin menghindar dari suruhan pak felix.
"Saya saja pak!"Pinta bora dengan wajah genitnya.
Pak felix tidak menjawab hanya mengangguk tanda setuju.Aku bernafas lega setelah menolak suruhan pak felix.Bisa saja kuterima tapi sekelilingku benar-benar sinis melihatku hanya perkara ingin dekat dengan pak felix.
"Sejak kapan kamu ada fobia pu?kayaknya gak ada deh!"Tanya dera yang berbisik ditelingaku.
"Baru aja der!".
"Oke, sekarang kalian pilih partner untuk kuis hanya dua orang ya tiap grup".Suruh pak felix dengan nada lembutnya.
"Pu,dimana coba dapat pria kayak pak felix! wajah kayak lee min ho,kulit bersih pakaiannya modis banget!sampe kebawa mimpi aku tuh!"Puji dera yang sudah puluhan kali kudengar dari mulutnya sejak hadirnya pak felix.
"Ya udah deketin aja kalau gitu der!.Jawabku santai.
Dera tiba-tiba menggetok kepalaku dan tanpa sengaja aku berteriak yang membuat pak felix melihat kearah mejaku.
"Ada apa pu?"Tanya pak felix.
"Ini pak dera katanya mimpiin bapak tiap malam!".
Dera tiba-tiba melotot karena mendengar jawabku dan memandangku,"iih gak pak.Puan bohong!"
Pak felix tertawa,"dasar kalian anak-anak,ada-ada saja".
****
Dibutik Ancha
Ancha yang sedang membetulkan pakaian salah satu karyanya di patung tiba-tiba seorang wanita cantik namun kelihatan seperti sudah setengah baya mengetuk pintu butik,ancha menoleh kebelakang dan sedikit kaget ternyata yang datang adalah Sarah mantan istri felix.
"Hai cha,!"Sapa sarah dengan senyum sedikit tengilnya.
"Hai juga sar,mari duduk! tumben ada apa ?"Ancha menjawab dengan sedikit cuek.
Sarah tidak duduk dikursi yang dipersilahkan ancha dia hanya berkeliling mengitari pakaian-pakaian yang dijual,
"Ga usah cha! aku lagi lihat-lihat karyamu ini! Semakin sukses ya sejak aku berpisah dengan felix!".
Ancha mengernyitkan keningnya,
" Maksudmu omonganmu apa sar?".
Sarah tersenyum sinis,
"Aku rasa,kamu paham betul maksud omonganku,cha!".
__ADS_1
"Kamu sepertinya salah paham ya sarah,aku dan felix sedari dulu hanya bersahabat dan masalah butik ini gak ada hubungannya dengan felix!".
"Kalau benar juga toh gak apa-apa,atau kalian sudah bisa jadi suami isteri kan!Itu kan yang sebenarnya kamu mau!kamu senang kan kami bercerai!".Sarah berkata tepat dihadapan ancha.
Ancha menggenggam kertas ditangannya dengan kencang.Dia memang sangat mencintai felix namun tak terlintas dibenaknya ingin merebut lelaki tersebut ketika mereka masih menikah.
"Iya sar! aku akui saat itu aku tidak ingin disebut pelakor dan aku ikhlas felix memilihmu tapi kali ini dengan status felix seorang duda gak menutup kemungkinan aku akan merebut hati felix lagi!".
"Apa kamu bilang ? Aku peringatin ya jangan pernah mimpi!"Jawab sarah yang sudah mulai kesal dengan jawaban menohok dari ancha.
"Aha,satu lagi bukan cuma felix tapi hati Jessi dan Chiara yang masih sangat butuh kasih sayang mamanya!karena mama kandungnya gak memilih mereka!".
Sarah yang penuh dengan emosi mendengar kalimat ancha melayangkan satu tangannya untung ancha dengan sigap menahan tangan sarah dan menghempaskannya,
"Jangan pernah menyentuh saya dengan tangan kotormu! silakan keluar kalau tidak membeli!"Bentak ancha dengan halus.
Sarah langsung pergi meninggalkan butik ancha dengan wajah yang penuh dengan amarah. Ancha langsung terdiam sambil menghembuskan nafasnya dengan keras yang sedari tadi tertahan.
Ancha meraih handphonenya dan mengetik isi whatsapp ke felix,
"Sarah barusan datang kesini"
****
Dikelas Puan
"Jelas dong pak.Selama ada puan semua aman terkendali kan juara satunya kelas IPA!"Sahut dera dengan penuh bahagia karena memenangkan kuis dari pak felix.
Bagiku itu hanyalah kuis yang tidak terlalu sulit makanya aku tidak terlalu antusias ketika dipuji pak felix.Kulirik jam tanganku yang ternyata sudah saatnya pulang sekolah.
"Pak,berarti kita gak dapat hadiah dong?"Tanya bora ke pak felix.
Pak felix menarik simpul sudut bibirnya dan tersenyum,
"belajar lebih gigih lagi ya! buat yang menang kuis hadiahnya besok ya bapak kasih.Sampai jumpa besok ya anak-anak".
Bel berbunyi tanda saatnya pulang sekolah aku meninggalkan dera duluan karena ingin ke sorum motor buat service rutin motorku.Sesampainya diparkiran kunyalakan motor,
"Lah!kenapa nih motor?tumben gak nyala?"tanyaku sendiri yang daritadi menyalakan motor namun tak kunjung nyala.
Hampir 20 menit kunyalakan motor namun hasilnya nihil,matahari pun semakin terik dan tidak ada satu teman-teman karena sudah berpulangan.Kuambil handphoneku untuk menghubungi dera minta tolong agar mau menjemputnya.
"Belum pulang puan?"Pak felix yang mengagetkanku ternyata ada dibelakangku.
"Ih si bapak mah..buat kaget aja! iya ini motor bikin ulah gak mau nyala-nyala daritadi".
Pak felix tidak menjawab dan langsung bergegas menuju arah parkiran mobilnya.
__ADS_1
"Buset sombong amat! tau gitu ngapain ditanya!"gerutuku melihat tingkah pak felix.
TIN..TIN...
Suara klakson mobil berbunyi dan kaca jendela diturunkan..
"Ayo masuk pu!"ajak pak felix daei dalam mobil.
Aku mendelik untuk menolak ajakan pak felix karena khawatir kalau tiba-tiba dilihat teman sekolah,
"Gak usah pak.Aku bisa pesan ojek online kok".
"Apa perlu aku turun buat bukain pintu biar kamu naik?".
Aku terbelalak mendengar kalimat pak felix dan langsung buru-buru masuk kemobilnya takut nekatnya pak felix muncul.
Pak felix mengambil tisu dari dalam rak mobilnya dan memberikannya kepadaku,
"Tahan banget kepanasan daritadi,lap tuh keringatmu!".
"Eh..i..iya pak!"Jawabku singkat namun terlihat grogi karena perhatian pak felix.
"Tenang pu..tenang,kalem pu..,dia begitu karena kamu dianggap kayak anaknya!"Batinku berbicara.
"Kamu ternyata juara kelas ya pu! saya dengar kamu juga beasiswa ya!"Puji pak felix yang membuat hidungku kembang kempis mendengarnya.
"Iya pak,soalnya yayasan bapak kan uang sekolahnya mahal banget! mana sanggup aku kalau gak pakai beasiswa!"Aku menjawab dengan nada blak-blakan.
Pak felix tertawa,
"Nanti saya turunkan deh khusus buatmu ya".
"Bapak bisa aja,aku cukup pakai beasiswa aja pak".
Handphone pak felix berbunyi,
"Halo sayang,iya papa lagi dijalan ntar lagi papa sampai! tunggu ya". Ucap pak felix dan langsung mematikan ponselnya.
"Aku bilang apa pak,bagusan tadi gak usah tumpangin jadi gak enak sama pacarnya!".Ujarku yang jadi tak enak hati.
"Pacar apa sih? itu anak-anak ada acara ulangtahun ditempat mama jadi inu mau jemput mereka. Kebetulan satu arah gak apa-apakan kamu sekalian ikut jemput?"Tanya pak felix yang menoleh kearahku.
Hati dan pikiranku kacau saat ini bagaimana bisa nanti aku akan bersama-sama dimobil pak felix.Terus kalau mereka tanya siapa aku masa aku jawab aku siswanya pak felix kan gak lucu.Batinku benar-benar tidak bisa diam karena memikirkan hal ini.
"Aku gak enak pak.Nanti kalau anak-anak nanya aku jawab apa?"
"Ya tinggal jawab kamu siswanya pak felix ,kan selesai.Mereka juga ngerti kok.Oke".
__ADS_1