Ada Cinta Untuk Perempuan

Ada Cinta Untuk Perempuan
BAB XX


__ADS_3

"Dasar dera,ada-ada saja!" Gumamku membaca isi whatsappnya.


Hatiku sendiri sedang tak karuan bagaimana bisa pak felix menghadapiku tanpa sepatah pertanyaan soal tadi malam.


"Mikirin apa pu?"tanya pak felix yang sepertinya bisa membaca raut wajahku.


Aku menggelengkan kepalaku,


"gak ada pak!".


"Sudah tahu mau pilih jurusan apa nanti?".


"Hubungan internasional,pak!".


"Oh ya? Kenapa jurusan itu? Kan masih ada yang jauh lebih bagus lagi kayak dokter gitu?".


Aku memanyunkan mulutku,"cuma itu yang ada bessiswanya pak!".


"Jadi kalau misalnya jurusan kedokteran ada beasiswanya?gimana?".


Aku menjawab dengan nada yakin,"itu hal yang gak mungkin pak!kalau sempat ada kayak gitu bakalan seluruh siswa ambil jurusan kedokteran terus kampus tumpur dong jadinya!".


"Kan aku tanya kalau seandainya ada kamu emang mau pu?".


"Mau bangetlah pak,cita-cita dari kecil!".


Puan kembali melanjutkan omongannya,"oh ya pak,apa kabar jessi dan chiara?".


"Baik kok,mereka salam sama kamu!kapan-kapan main saja kerumah,pintu rumah terbuka kok!".


"Iya pak,ehmm kalau wanita yang kemarin datang kepesta ulangtahun mama pak felix itu,siapa?"tanya puan dengan penasaran.


Pak felix berdehem," Oh,namanya ancha sahabatku dari kecil pu!".


"Bapak kenapa gak sama dia aja?" Uupss puan keceplosan sambil menepuk mulutnya.


Pak felix tertawa kecil,


"gak apa-apa, banyak kok yang jodohin kita tapi kan aku nganggapnya sahabat aja,gimana dong?".


"Tapi kan gak menutup kemungkinan dia bisa jadi istri bapak kelak? Takdir gak ada yang tahu loh pak!".


"Ya benar,berarti bisa juga kamu dong jodohki? Kan takdir gak ada yang tahu?".ujar pak felix menatapku sambil tertawa kembali.


Pak felix memang semakin kesini sedikit semakin frontal membuatku bisa cepat-cepat masuk rumahsakit.


"Tenang tenang,aku bercanda pu! Kamu kan usianya masih anak-anak jadi gak mungkin!".Lanjut pak felix yang sedikit membuatku tak tenang dengan kata-katanya barusan.


Seketika aku teringat bahwa hari ini harusnya adalah jadwal cek up ibu,


"Astaga,aku lupa!".jawabku


"Lupa apa pu?".tanya pak felix heran.


"Hari ini harusnya cek up ibuku pak,aku luap banget!"jujurku menjawab.


Pak felix langsung memutarbalikkan mobilnya yang membuatku sedikit kaget,

__ADS_1


"Lah lah kenapa pak?".


"Kita langsung kerumahlah,kan biar antar ibumu ke rumah sakit?"ujar pak felix yang langsung menelepon,


"Dit,bapak ada keperluan mendadak kalian duluan saja bermain nanti kalau sempat bapak meluncur kesana! Kirim nomor rekening ya biar bapak transfer traktirannya!".perintah pak felix yang sepertinya menghubungi ketua kelas kami,adit.


Sesampainya didepan rumah aku berpamitan dengan pak felix,


"Pak,maaf ya aku nyusahin terus.Terimakasih ya sudah anterin,aku pamit duluan ya!".


Bukannya mengiyakan malah pak felix turun dari mobil danĀ  dengan nada tegasnya,


"Aku tunggu disini ya biar sekalian anterin aja!".


"Gak usah pak,aku bisa naik taxi kok.Gak enak ama teman-teman pak nanti".


Pak felix memegang pundakku dan membalikkannya kearah rumah," sekarang jemput ibumu dan kita berangkat,yok!".


Aku berjalan dengan sedikit linglung karena benar-benar tak enak hati merepotkan pak felix terus-menerus.


****


Dirumah felix


Sarah datang kerumah felix untuk pertama kalinya untuk bertemu dengan anak-anaknya.


"Bi,"panggil sarah ke pembantu rumah felix didepan gerbang rumahnya.


"Loh ibu,ada apa bu?".


"Ada ditaman bu, mm tapi saya takut bu ".


"Takut kenapa?".


"Nanti tuan marah sama saya kalau tahu ibu ketemu anak-anak!"jawab bibi.


Sarah memegang pundak bibi,"kamu tenang aja ya,nanti itu urusan saya dengan pak felix,anterin saya ya bi!".


Bibi pun mengantar sarah dengan perasaan bimbang.


Setelah ditaman,sarah melihat kedua anak perempuannya sedang asyik bermain.


"Jessi,chiara!"panggi sarah sambail berjalan kearah mereka.


Jessi yang melihat duluan langsung berlari kearah sarah dan memeluknya erat,


"mama!".


Tapi tidak bagi chiara yang masih memegang keras bahwa mamanya adalah sorang wanita jahat yang meninggalkan papa dan meteka demi laki-lakinya.


Sarah mencium jessi berkali-kali, "mama kanget banget sayang!".


"Jessi juga kangen banget ma!".


Sarah melirik ke chiara,


"chia,kamu gak mau meluk mama?".

__ADS_1


Chia mendekati keduanya, "untuk apa?chia gak butuh mama!".


Sarah yang begitu kaget mendengar pernyataan chia langsung mendekatinya,


"chia,kok ngomong gitu sama mama?mama kangen banget sama chia,mama juga bawa kado kesukaan kalian,sayang!".


"Jessi bisa dibodoh-bodohi tapi chia gak bisa!".


Tiba-tiba datang oma dari belakang yang emosi ketika melihat kedatangan mantan menantunya,


"Heh,masih berani kamu kesini?Ha?".


Sarah bangkit berdiri dari hadapan jessi dan chia,


"Mama,maaf aku..".


"Berani kamu panggil saya mama?? Tidak tahu malu kamu! Kamu gak boleh menemui mereka ! Ingat kamu yang meninggalkan mereka!".


"Saya tahu saya yang meninggalkan mereka tapi saya punya alasan yang kuat!".Ucap sarah yang berbalik emosi.


"Simpan alasanmu itu! Kamu sudah sampah dikeluarga kami!silakan keluar dari rumah ini dan jangan seenaknya lagi bertemu dengan cucu-cucuku!".


"Ma..".


"Dan satu lagi,kamu pikir kamu saja yang bisa bahagia? Felix dan ancha juga akan menikah!"


Sarah kaget mendengar apa yang dikatakan oleh mantan mertuanya dan perlahan-perlahan mendekatinya,


"saya tahu dari dulu mama tidak suka dengan saya,tapi yang perlu mama ingat yang membuat saya lebih memilih laki-laki lain itu karena anak anda terlalu sibuk kerja dan selalu jadi boneka anda!".


Mendengar hal itu mama felix siap - siap ingin melayangkan tangannya kearah pipi sarah untunglah sarah langsung sigap memegan tangan mama felix,


"Saya bukan menantu anda lagi jadi jangan seenaknya ! Dan untuk bertemu dengan jessi,chiara itu adalah hak saya karena mereka adalah anak kandung saya".


Sarah yang mau bergegas untuk pulang langsung mendekati jessi dan chia,


"Sayang,mama pamit duluan ya.Nanti mama datang lagi".Sarah langsung berlalu meninggalkan mereka.


Jessi yang menatap sini wajah omanya, "oma jahat! Oma gak usah kesini lagi! Dan jessi gak akan pernah setuju papa sama tante ancha!".


Jessi langsung berlari menuju kamar dan diikuti oleh chiara.


Mama felix hanya menatap diam menanggapi perkataan jessi sambil mengelus dadanya.


****


Dirumah Sakit


"Bapak,kalau mau pulang duluan silahkan ya pak,manatau cek upnya lama kan ga enak akunya pak!"pinta puan sambil memegangi ibunya yang akan masuk keruang dokter.


Pak felix tersenyum, iya pu,lanjut aja sana aku disini aja dulu!".


"Tapi pak kan teman-teman..".


Pak felix langsung memotong ucapan puan dengan cepat, "pu,kita makhluk sosial kamu tahu kan artinya?".


"Tahu pak,".

__ADS_1


__ADS_2