Ada Cinta Untuk Perempuan

Ada Cinta Untuk Perempuan
BAB XXVI


__ADS_3

Aku sudah hampir pingsan dengan pertanyaan yang diberikan pak felix,


"Gak ngerti pak ah!"jawabku yang sengaja memang tidak ingin kuberitahu.


" loh kok gak ngerti,kan tinggal jawab! Iya kan anak-anak!"tanya pak felix dan kupandangi wajah teman-teman yang ikutan menjawab iya.


Aku mencoba untuk menjawab dengan asal,


"yang mana aja pak,asalkan setia!".


Semua teman-teman berteriak menyoraki jawabanku.


"Kalau dapat yang tua gimana?"tanya pak felix sepertinya yang berusaha menggodaku dengan wajahnya yang lagi-lagi aku terpana dibuatnya.


"Ogah ah pak,masa ama yang tua!mana mau aku!"jawabku yang sudah mulai gerah dengan pembahasan tidak penting ini.


Pak felix tersenyum,


"hanya bercanda.silahkan balik lagi ,puan!".


Ingin rasanya aku marah dengan pak felix yang membuatku sangat malu tapi karena kuingat dia sudah banyak menolongku,aku lantas hanya berdiam saja.


"Ciyeh..!"goda dera yang menyenggol lenganku.


"Mulai lagi ne anak! Udah ah fokus gih!"ujarku.


Tak dipungkiri memang aku nyaman dengan pak felix namun balik lagi mumgkin karena kebaikannya,lagian seandainya aku suka kan harusnya lagi-lagi aku sadar diri aku kurang pantas dengannya secara pak felix mapan dan punya segalanya,bagai langit dan bumilah.


****


Setelah selesai jam sekolah,aku dan dera menaiki mobilnya ketempat clein kuliah,Universitas Bakrie.


"Aku gak sabaran pu! "Kata dera yang terlihat tak sabaran ingin bertemu clein.


Aku tak menjawab hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalaku.Kuharap dera senang dengan apa yang aku lakukan,mempertemukan dirinya dengan pria aneh alias clein.


Tidak begitu jauh dari sekolah,universitas bakrie pun sudah terlihat.


Bangunannya yang benar-benar mewah membuatku sedikit minder bagaimana tidak semua yang kuliah disini rata-rata anak orang kaya tidak seperti aku yang hanya bermodalkan beasiswa namun kembali lagi itu tidak membuat tekadku mundur.


Kami berhenti didepan gerbang dan mulai masuk kedalam tepatnya kearah kantin kampus,


"Gila,gede amat!"kataku dengan penuh takjub melihat kantinnya yang super besar dan mewah belum lagi bangunannya dilapisi kaca putih jadi kita bisa saling bercermin.


"Ya elah pu,biasa aja kali! Duduk situ yok,haus ini!"ajak dera yang wajar saja tidak kaget secara dia anak salah satu pejabat ternama belum lagi mamanya seorang pengacara.


"Yok!"kataku yang menyetujui arahan dera.


Sampai dimeja kami memesan dua gelas es jeruk dan sepiring kentang goreng,


"Mana pu?"tanya dera melirik kiri kanannya dengan tidak sabaran.


Kupandang kearah belakang dera terlihat clein dan satu orang yang sepertinya temannya berjalan kearah kami berdua,


"Hai!"sapa clein.

__ADS_1


Baru saja kujawab namun langsung disambar oleh dera yang membuatku mengalah,


"Hai kak!"sapa balik dera dengan senyum.


Clein dan temannya membalas jawabannya,


"Deo!"sambil memberi salaman tangan dan aku menyambutnya dengan senyum namun terlihat deo sangat antusias melihat dera sayangnya dera sangat cuek karena terlalu fokus dengan clein.


"Enak ya kak kuliah disini?"tanya dera.


Clein mengangkat kedua alisnya,


"hmm ya biasa aja sih !".


"Kakak jurusan apa?"


"Aku jurusan hukum!".jawab clein singkat.


"Mau kuliah disini ya?tadi siapa namanya?kan belum dikasihtau?"tanya deo yang melihat dera dengan seksama.


"Dera kak,iya kita mau kuliah disini kak!".


ujar dera yang terus-menerus melirik clein sedangkan clein samasekali mengacuhkan dera yang jadinya membuatku gak enak hati.


"Kak,mana bukunya?"alihku agar dera tidak terlalu kaku.


Clein membuka tasnya dan mengambil satu buku tebal dan memberikannya kepadaku,


"Sejak kapan lo manggil gue kakak?"tanyanya.


Aku mulai ketar-ketir karena takut dera jadi salah paham,akhirnya aku membalasnya dengan sedikit tertawa dan menawarkan mereka minuman,


"Udah gak haus nih soalnya ngeliatin dera habis hausnya!"goda deo yang membuatku sebenarnya ingin muntah namun harus kutahan karena kelak dia akan jadi seniorku.


"Ih apaan sih kak! Ada-ada aja! Kak clein,udah punya pacar ya?".sablak dera yang membuat clein tiba-tiba melihatku dan membuatku jadi sedikit gugup karena terus dilihat olehnya.


Clein menggelengkan kepalanya,


"gak ada!".


Deo melanjutkan omongan clein,


"dia mah dikejar semua cewek tapi malah tetap bertahan buat gak pacaran!".


"Kenapa kak?masa gak ada yang kakak sukain sih?".


"Belum waktunya aja kayaknya!".jawabnya.


Dera lalu memandang clein,


"terus kak yang diinstagram kakak itu ada foto dua tiket,punya siapa dong?".


Deg..


Pertanyaan dera yang membuatku panik, bagaimana jika clein jawab kalau itu adalah tiketnya dan tiketku,mataku sengaja kukedip-kedipkan memberikan kode ke clein agar dirinya tidak memberitahukan yang sebenarnya.

__ADS_1


"Mata lo kenapa?"tanya clein yang benar-benar ingin sekali kutonjok karena aku yakin dia pasti sengaja melakukan itu.


"Hehe,gak apa-apa,lagi kelilipan doang kak!banyak angin soalnya disini".Jawabku.


"Oh,tiket itu? Tiket itu punya gue sama cewek!".


"Tuh kan,berarti kakak udah punya pacar dong?".


"Teman cewek kok! jadi ya minta temenin!".


Dera mengelus dadanya lega sambil tersenyum dan melihatku,kupandangi jam tanganku dan melihat isi chat diponselku yang ternyata dari pak felix,


*Jangan lupa ya langsung aja kerumah,


Soalnya aku lagi rapat diyayasan*


Aku pun mengetikkan balasan untuk pak felix,


*Baik pak*


Dera melihatku,


"siapa pu?".


"Aku gerak duluan ya der atau mau bareng soalnya kan aku harus siap-siap!".


"Ya udah duluan aja pu,nanti aku telpon pak supir aja buat jemput!"jawab dera yang sudah tahu kemana aku akan pergi.


"Kasian keburu lama ntar, atau kak ntar anterin dera ya dekat kok rumahnya!"kataku menyuruh clein yang langsung dibalas dengan naiknya alis clein,


"Aku ada kerjaan,lain kali aja ya! Lo sama deo aja ya!".


Deo yang langsung sumringah menyambut omongan clein," aku aja yang antar ya!".


Dera mengangguk dengan senyuman terpaksanya,


"iya kak!".


"Aku lupa bilang,kalau ada waktu datang ke acara pameran seni kampus kita ya!"aja clein yang memperlihatkan brosurnya kepadaku dan langsung kuserahkan ke dera,


"Wah,siap-siap kak! Kita bakalan datang! Iyakan pu?" Tatap dera dengan wajah memelas.


Aku hanya menjawab,


"lihat waktunya dulu ya! Ya udah,aku duluan ya der! Kalau udah sampai rumah chat aku ya! Aku duluan ya kak!"pamitku ke clein dan deo.


Dera melambaikan tangannya kearahku dan aku berlalu berjalan kearah luar kampus.


Aku memesan ojek online namun berulang kali ditolak dengan alasan kejauhan,


"Dih,mau kerja gak sih pake ditolak lagi!"gumamku dengan kesal.


Kupandangi angkot yang lewat manatau saja ada yang lewat arah rumah karena jangan sampai aku telat sampai rumah kalau tidak aku pasti bertemu dengan pria brengsek itu.


Tiba-tiba motor berhenti tepat didepanku,

__ADS_1


"Yok,gue anter!".Dia membuka helm yang ternyata adalah clein dengan motor yang berbeda lagi.


"Gak usah,gak enak aku ama dera!"jawabku menolaknya.


__ADS_2