Ada Cinta Untuk Perempuan

Ada Cinta Untuk Perempuan
BAB XXXIII


__ADS_3

"Ya berarti pengagum rahasia loh pu! Tapi bapak-bapak soapnya pakai nak!".ejek dera terbahak-bahak.


"Kamu aja yang minum,ogah! Manatau dikasih racun!".kusodorkan ke arah dera.


"Enak aja,terus ntar kalau dibuat racun yang mati aku dong!".


Ponselku bergetar yang ternyata pesan dari pak felix,


"Itu kopi biar kamu gak ngantuk ya".


Aku tersenyum senang yang ternyata kopi itu pemberian pak felix langsung kusambar dari tangan  dera yang hampir saja meminumnya.


"Loh kok diambil lagi sih pu,!".


"Gak jadi tiba-tiba aku pengen ngopi, kan dari pagi aku ngantuk banget!"ujarku dengan alasan dan langsung menyedot dari sedotannya.


Aku tak percaya pak felix jadi begitu perhatian padaku ntah karena aku pengasuh anak-anaknya atau hal lain sampai tetap dipanggil nak,tak masalah bagiku.


"Ih aneh, keracunan gak?"tanya dera.


Aku mengangguk,"iya aku udah keracunan der!".


Dera langsung panik dan memukul tenggorokanku,


"Ih apaan sih der!".


"Tapi katanya keracunan pu?".


Aku langsung bergegas menuju kelas,"keracunan cinta!"


Jawabku sambil menyengir dan dera mengejarku dengan marah.


****


Sesampainya dikelas aku masih terbayang kopi pemberian pak felix sedikit tak menyangka saja tiba-tiba seorang wanita berhijab melintas didepan kelas kulihat dari jendela,


"Loh itu bukannya temannya pak felix ya?".


Dera yang mendengar langsung menolehku,


"Hah?siapa?".


Aku menunjuk ke arah jendela,


"Teman atau teman?".


Aku hanya mengangkat kedua pundakku walaupun aku penasaran juga.


Ancha berjalan menuju kantor felix dan mendatanginya,


"Aduh sibuk ya yang punya yayasan!".sapa ancha.


Felix terkejut melihat kehadiran ancha didepannya,


"Cha,loh kok gak bilang  sih ? Kan bisa diluar ketemuannya!".ujar felix.


Ancha duduk dan tersenyum,"pengen aja loh sesekali itu lihat kamu lagi sibuk kerja!".


"Kamu mau minum apa?".tanya felix.


"Air putih aja ,,gak usah repot-repot!".

__ADS_1


Setelah menyuguhkan air putih dihadapan ancha,felix kembali duduk,


"Kita udah sahabatan lama cha jadi aku tahu kamu itu kalau kesini pasti ada sesuatu!".


Ancha tersenyum lebar melihat omongan felix,


"yah ketahuan juga! Tadi aku main kerumah terus ngobrol sama mbak siti katanya weekend ini mau kepantai ya?".


"Oh iya,si puan ngajakin anak-anak terus ya aku juga ikutan kalau gak anak-anak bakal ngambek lagi!".


Ancha mengernyitkan  dahinya,


"agak rancuh nih!sejak kapan kamu mau jalan-jalan?seingat aku waktu sama sarah aja tunggu kalian perang dulu baru kamu iyain?".


Felix terdiam sejenak merenungkan omongan ancha yang memang ada benarnya.Felix paling tidak terlalu suka jalan-jalan bahkan jika diajak anak-anak dia selalu mengelak paling jika ke mall barulah dia mau.


"Ya lagi pengen aja,udah penat banget cha! Lagian kapan lagi ada waktu buat anak-anak!".


"Jangan bilang kamu tertarik daun muda lagi?".


Mata felix melotot,


"aih gak lah cha! Dia masih sekolah loh masa iya aku tertarik! Dia kan pengasuhnya anak-anak!".


"Loh siapa tahu,secara cinta itu kan buta?".


Felix menggelengkan kepalanya,"terkecuali dia,jauh banget umurnya yang ada ntar aku diaduin lagi ke komnasham!".


Ancha terbahak lega mendengar alasan pria yang disukainya yang ternyata tidak menyukai puan.


"Ya untung deh kamunya gak suka!".


Felix tiba-tiba melihat ancha ,


"Ya berarti kamu profesional terus kamu tahu umur!"jawab ancha tertawa.


"Astaga kirain apaan cha!".


Dibalik pembicaraan mereka dikantor yang sepi ada puan yang menguping dibalik pintu kantor,


Puan berbalik kearah kelas dan berjalan pelan,"ngapain aku kesini lagi sih! Kok jadi sedih gini sih? Kan emang bener mana mungkin pak felix tertarik puan! Kamu tuh masih anak ingusan!".gumamku.


****


"Awas kalau ternyata kamu termakan omongan ya lix!".


"Iya loh cha, terus kamu kesini cuma mau nanya itu aja?".tanya felix.


"Aku boleh ikutan dong kalau gitu?kebetulan weekend aku kosong!".


Felix mengangguk walaupun sedikit berat ntah kenapa alasannya tapi mana mungkin dia menolak permintaan ancha untuk ikut.


"Ya udah aku balik dulu ya,kamu jangan terlalu capek! Assalamualaikum!".


Felix mengantarkan ancha kedepan pintu ruamgan,"aku anter sampai parkiran ya!".


"Ga usah, aku bisa sendiri kok! Duluan ya!".


"Hatu-hati cha!".


Ancha berjalan menyusuri kelas menuju parkiran mobil,terlihat hatinya lega mendengar perkataan felix kalau dia tidak menyukai puan.

__ADS_1


Pandangan ancha menuju ke arah puan yang sedang duduk didepan kelas bersama dera,Ancha menghampirinya,


"Hai puan!"sapa ancha.


aku dengan wajah tersenyum paksa menjawab,"eh mbak ancha! Hai juga apa kabar?".


"Alhamdulilah baik,kamu gimana?sekolahnya aman kan?".


Aku mengangguk,"iya mbak aman kok!".


"Kapan-kapan kebutik aku ya biar kita pilihkan baju buat kamu,free kok buatan aku langsung!".


"Eeh..iya mbak gak usah repot-repot!".


"Gak kok,kamu udah baik banget soalnya mau jagain anak-anak! Oh ya weekend katanya kepantai?".tanya ancha.


Aku sedikit kaget karena mbak ancha tahu soal rencana itu," iya mbak,weekend ini!"


" ya udah,nanti aku siapin keperluannya ya!apa yamg kurang kasihtau aku ya!".


"Maksudnya mbak?mbak ikutan juga?".


Mbak ancha mengangguk tersenyum,"iya,felix ngajakin soalnya tadi kalau aku gak ikut malah dia ngambek!".jawab ancha berbohong.


Ntah kenapa aku lemas mendengarkannya,


"Iya mbak bagus deh jadinya rame deh! Hmm aku masuk dulu ya mbak gurunya udah mau datang!"jawabku yang sengaja ingin menghindar.


"Iya iya,belajar yang rajin ya! Aku pamit dulu ya! Assalamualaikum.


Aku menjawabnya dan melihatnya pergi.


Dera yang daritadi bengong melihat pembicaraan kami berdua akhirnya buka suara,


"Pacarnya pak felix?".


"Bukan ,sahabatnya cuma ya kayaknya dia suka ama pak felix deh!".


"Pak felixnya suka juga?".


"Gak tahu sih,cuma kalau dari kata-katanya tadi kayaknya suka juga deh!".


Dera menatapku," terus kamu sedih pu? Kok wajahnya jadi berubah gitu?".


"Apaan sih,kan aku udah bilang puluhan kali gak ada loh!, dia itu jauh banget umurnya!".


"Lah emang cinta memandang usia gitu? Pu,ngelihat dari sorot mata kamu kamu tuh suka ama pak felix!".


Aku mencoba untuk meyakinkan dera ,"mulai deh sotoynya!gak ada der,aku gak tertarik samasekali!".


"Kamu tuh anggap aku sahabat gak sih?".


Aku menepuk pipi dera dengan kedua tanganku sampai bibirnya monying kedepan,


"udahan ya der,aku gak suka samasekali! Masuk kelas yok!".


Kutinggalkan dera yang berteriak memanggilku karena pipinya jadi merah.


****


Diruangan kantor felix masih berdiam diri mengingat percakapannya dengan ancha tadi,

__ADS_1


"Kenapa ya? Kalau pas dengan itu anak serasa damai aja terus setiap dia minta sesuatu aku gak bisa aja untuk menolak!aku gak bisa lihat dia lemas atau cuek!, aah mana mungkinlah aku suka!, ngawur kamu lix! Dia anak-anak masih!".gumam felix yang berperang dengan dirinya sendiri.


__ADS_2