
Pak felix menghela nafasnya dengan berat dan memandangi sekali lagi kertas hasil ujian perempuan,
"Jadi sekarang ibunya berarti dirumah sakit pak?".
"Dengar-dengar dirumah pak,biaya darimana coba?untung si puan beasiswa kalau gak ya didepak sama yayasan!".
"Iya ya pak,sudah pernah jenguk kerumahnya kah?".
Pak rudi menggelengkan kepala dan tangan sebelah kanannya.
"Puan selalu kasih alasan pak ya kita jadinya gak berani untuk datang tanpa seijinnya! mana kemarin dia bilang mau kuliah di Bakrie lagi pak padahal belum tentu ada beasiswa kan?".
Pak felix tidak menanggapi lagi pembicaraan pak rudi dan menoleh ke arah jam dinding dikantor.
Bel berbunyi tanda pergantian jam pelajaran berganti
"Pak rudi,saya masuk dulu ya".Pamit pak felix sambil membawa berkas-berkas hasil ujian.
Pak rudi berdiri dan mempersilahkan pak celix untuk pergi,
"monggo pak,silahkan".
Sepanjang koridor menuju kelas puan,pak felix berpikir panjang tentang puan.
"Apa karena itu dia kerja begituan?".Gumam pak felix yang sudah sampai menuju depan kelas namun karena terlalu asyik berpikir tak sengaja pak felix menabraknya,
Dugh!
"Aduh"pekik ku saat ada yang menabrakku dari belakang hampir saja aku terjungkal kearah taman depan kelas untung saja tanganku kuat memegang kursi didepanku,kutoleh kebelakang ternyata adalah pak felix.
"Maaf maaf ya pu,bapak gak sengaja!".pinta pak felix yang sepertinya memang tidak sengaja menabrakku.
"Untung guru pak, iya gak apa-apa pak!".
"Y sudah ,ayok masuk semuanya!".
Pak felix datang dengan wajah yang sangat berseri membacakan beberapa nilai hasil yang tinggi,
"Yang paling tinggi nilainya adalah perempuan,untuk yang lainnya tetap giat belajar ya! Oh ya,bapak tadi dapat info bagi siapa pun yang berminat untuk melanjutkan perkuluahannya di Bakrie akan dapat diskon 80% selama nilai-nilainya bagus!".Kata pak felix.
"Hah? 80% ? serius!Aku harus tes disana pokoknya!"Batinku berkata sambil senyum-senyum sendiri.
"Oh ya bapak lupa lagi,sebagai tanda perkenalan karena bapak masih terbilang guru baru bapak ingin traktir 1 kelas weekend ini ke dufan,gimana?".
Sontak semua siswa berteriak histeris kegirangan sepeeti baru menang lotre Aku heran kenapa pak felix melakukan ini tapi teringat kalau pak felix pemilik yayasan apa yang gak bisa dilakukannya,semua bisa.
Adit wakil kelas ka.i mengangkat tangannya,
__ADS_1
"pak,kalau boleh tau kenapa ditraktir ke dufan lagi pak?".
Bora menertawakan adit,"ya urusan pak felix lah,pake nanya lagi tinggal nikmatin aja dit!".
"Ya anggap aja karena kalian sudah letih belajar apalagi sebentar lagi berhadapan dengan ujian nasional jadi ya otak harus direfreshing kan?"Ujar pak felix yang memandangiku sejenak dan membuatku jadi salah tingkah.
Aku langsung mengeluarkan buku latihan dari tas tanpa terlalu menghiraukan perkataan pak felix ke anak-anak,memang aku senang bisa menyegarkan otak apalagi audah lama tidak ke dufan tapi kenyataan aku harus fokus ke pengobatan ibu.
"Semua harus ikut tanpa terkecuali,kalau ada yang gak ikut ya gak akan saya luluskan dipelajaran saya!".Perintah pak felix yang membuatku kaget.
Aku protes dengan perintah pak felix,
"kalau ada hal penting dan gak bisa kita undur gimana pak?".
"Kalau alasannya tepat akan saya ijinkan!".Ucap pak felix.
Dera memegang lenganku,"pu kali ini harus ikut,takutnya nanti gak lulus lagi di pelajaran ini!".
"Ah gak taulah!".keluhku yang memalingkan wajah ke buku.
Ntah apa maksud perintah pak felix yang membuatku benar-benar terbebani,kalau aku ikut lagi-lagi batal ngantar ibu periksa tapi kalau aku gak ikut harus kasih alasan yang tepat otomatis dia bakal tau.
****
Jam pulang sekolah akhirnya tiba,
"Pu,ada acara mendadak tadi mama telpon! aku minta tolong ya temeni kak clein kalau montirnya udah datang buat ambil motornya!"Teriak dera dari balik kaca mobilnya.
"Bye pu,sampai jumpa besok!"pamit dera sambil melambaikan tangannya.
"Dera gimana sih! masa aku ketemu ama pria aneh itu lagi?mampus deh!".protesku.
Setelah sampai diparkiran motor kupandangi wajahnya yang sedang duduk sambil memsgangi ponselnya.Aku masih merutuki kebodohanku waktu itu yang tanpa pikir panjang memberikan ktp sebagai jaminan.
"Deranya ada urusan jadi aku yang disuruh kesini buat nungguin montir buat bawa tuh motor!".Kataku dengan nada jutek.
"Ada minum gak?Tanyanya tanpa menghiraukan perkataanku barusan.
Aku tiba-tiba mendadak bingung,
"Hah?".
Dia yang melihat tanganku sedang memegang botol minuman langsung mengambilnya dan meminumnya dengan cepat.
Kupandangi dirinya yang sedang minum dan setelah itu menuangkan sedikit air kerambut dan wajahnya, teringat omongan dera yang mengatakan dirinya tampan kali ini memang aku setuju dia terlihat tampan.
Pria berpostur tinggi dan putih tapi tidak ada yang menandingi pak felix dalam hatiku berbicara.
__ADS_1
"Eeh kenapa bandingkan dengan pak felix!jauh abislah!"Gumamku.
"Nih,ya udah kita sama-sama nunggu!"Jawabnya dengan lirikannya yang tajam kearahku.
Aku menganggukan kepalaku dan duduk disampingnya tanpa sepatah kata apapun.
"Oh ya,waktu itu lo kemana?kok masuk ke club itu?".Clein bertanya mencondongkan badannya kearah depanku.
Deg..
Aku melotot kearahnya karena pertanyaannya yang sangat kukhawatirkan,takut kalau dia bakal bocorin terus aku gak jadi diterima di Universitas Bakrie kalau lulus nanti.
Aku tarik nafasku dengan pelan agar sedikit tenang dan tidak kelihatan panik,
"Aku kemarin kebelet banget,sakit perut jadinya ya cari tempat dekat ya kesitu deh!".
Clein terdiam sejenak,memegang dagunya dan melihat ke arahku kembali,
"Yakin?? lo tau kan tempat apa itu?".
Aku menggeleng pura-pura tidak tahu tempat seperti apa itu,dengan wajah polos kujawab pelan,
"gak tau,lagian kan aku numpang ke toiletnya!".
"Lain kali kalau kebelet harus hati-hati juga! itu tempat gak benar!".Ucapnya dengan nada sedikit tegas.
"kalau orang lain tau apalagi yayasan kan bisa salah paham terus lo gak bisa masuk universitas ini lagi!" lanjutnya.
"Iya-iya,kan aku udah bilang maksudnya gue bilang itu cuma numpang doang!".
Kucoba mengalihkan pertanyaannya,
"Lo senior di Bakrie ya? semester berapa?jurusan apa?".
Dia mengeluarkaan Kartu Tanda Mahasiswanya,"Nih baca!".
"Semester 6 jurusan hukum!".Jawabku meliriknya.
"Iya,biar gue bisa menghukum yang berhubungan dengan prostitusi!"Hardiknya..
Mataku terbelalak mendengar pernyataannya,
"Hah? emangnya kenapa? kan masih banyak kasus yang jauh lebih menantang gitu,kayak korupsi!".
Dia tersenyum kearahku,
"yah pengen aja,apalagi buat cewek-cewek yang kerja disitu! masih banyak kerjaan lain yang bisa dikerjainkan?".
__ADS_1
Hatiku berkecamuk mendengarnya antara mau marah dan nangis namun aku berusaha menaahannya agar tak ketahuan,
"ya kan gak semua sama! bisa aja ada alasan tertentu kenapa mereka kerja begituan?".