
Gak perlu sar,dia juga udah kompeten kok!".jawab pak felix dengan nada santai.
Sarah memandangku dengan raut serius,
"Saya mau bicara sama kamu,hanya berdua!".
Felix menepuk meja membuat kami kaget,
"sarah ini rumah saya jadi segala apapun adalah hak saya,sebelum kamu mengkhawatirkan anak-anak saya sudah duluan menilai puan! Dia pas dan dekat dengan anak-anak!".
Wajah sara memerah melihat emosi pak felix lalu kembali melihatku,
"kalau kamu niat deketin papanya anak-anak gak juga pakai acara tinggal disini!".
Aku meremas jari tanganku ingin rasanya kujambak rambut wanita gila satu ini namun masih kutahan karena aku tidak ingin terpancing emosi olehnya,
"Kayaknya mbak salah orang deh! Saya ini siswanya pak felix dan saya memang real bekerja disini!saya juga gak minat sama pak felix apalagi usia kami jauh banget!jadi jangan mikir yang gak gak mbak! Gak enak hal sepele dilihat anak-anak lagi!".
Chia mengambil piring sambil menyuruh mamanya untuk pulang,
"sudah malam ma, sudah bisa pulang!".
Sarah kurang merespon omongan chia, dia menatap lekat mata pak felix,
"Aku kira kamu bisa berubah ternyata makin parah lix!".
Setelah mengatakan hal tersebut sarah melangkahkan kakinya keluar dari rumah. Suasana menjadi hening untung saja jessi memulai pembicaraannya duluan,
"Pa,jessi lupa bilang kalau ibu dwi minta papa datang kesekolah!".
"Hm,"gumam pak felix,terus menyesap air putih dihadapannya mungkin saja daritadi pak felix sudah menahan hausnya melihat kelakuan istrinya.
"Kenapa papa dipanggil jess?".lanjut pak felix.
Jessi menggelengkan kepalanya,
"gak tahu pa,bisa kan pa?".
"Jam berapa?".
"Jam dua pa, bisa kan pa?"tanya jessi kedua kalinya.
Tatapan pak gelix tertuju padaku,
"sama puan dulu ya,soalnya papa ada meeting yayasan lagi!".
Kulihat wajah jessi yang sepertinya tidak terlalu senang mendengar pak felix tidak bisa datang jika kutebak sepertinya jessi tipe yang menyimpan segalanya didalam hati karena terlihat dia hanya diam saja dan mengangguk.
"Besok eonni aja yang datang ya sekalian pengen tahu nih sekolah jessi,chia dimana!".ujarku yang mencoba mencairkan suasana.
Jessi hanya mengangguk kearahku.
Tiba-tiba chia celetuk,
__ADS_1
"mbak sit, kok ini lagi sih ikannya!".
Mbak siti yang mendengarkan suara chia langsung keluar dari dapur menuju tempat kami makan,
"kemarin kan beda atuh neng chia,ini kan ayam goreng mentega!".
"Gitu ya?tapi menunya ini melulu mbak,chia bosan loh!".
Pak felix menengahi pembicaraan chia,
"chia sayang,gak boleh begitu kan mbak siti udah capek masaknya buat kita!".
"Iya pa,chia tau kok cuma kan chia pengen makan yang beda lagi masa dalam satu minggu ada ini terus!".keluh chia.
Kugenggam tangan chia yang ada diatas meja,
"besok eonni masak ya yang baru tapi janji gak boleh ngeluh gitu lagi!".
Chia membalasku dengan tersenyum riang,
"hore ,siap eonni!".
"Yok kita makan, mbak siti juga makan yuk!".ajakku ke mbak siti yang berdiri disampingku.
Mbak siti menolak dengan lembut,
"gak pu,mbak siti dibelakang saja !".
Kumainkan mataku kearah pak felix yang membuat pak felix sedikit bingung, aku menyuruhnya untuk memaksa mbak siti untuk makan bersama dimeja ini,untunglah pak felix mengerti juga akhirnya.
Awalnya mbak siti kembali menolak namun melihat pak felix memaksa akhirnya mbak siti mengiyakannya,
"Nah gitu dong,kan enak makan sama-sama!"ucapku yang langsung mengambil piring untuk mbak siti.
Tak sengaja mataku dan mata pak felix beradu membuatku jadi sedikit gugup dan langsung cepat-cepat kualihkan kepiringku.
"Dia baik luar dalam!"gumam felix didalam hatinya.
"Pak felix kenapa lagi pake acara liatin!"bisikku dalam hati.
****
Setelah selesai makan jessi dan chia menarik tanganku untuk datang kekamarnya dan aku pun mengikuti kemauan mereka.
"Eonni kan mulai hari ini kerja disini,jadi tiap malam bacain kita buku cerita ya!"ucap chia seraya memberikan buku cerita yang super tebal.
Aku tersenyum mengangguk,"ya sudah sekarang gosok gigi dulu ya baru eonni bacain ceritanya!".
Mereka berdua berlarian kearah kamar mandi,kulihat isi kamar chia dan jessi yang super besar dan begitu lengkap,begitu banyak boneka,poster lalu kulihat foto mereka bersama pak felix dan sarah mantan istrinya.Jika dilihat dari fotonya,mereka sangat serasi namun takdir berkata lain,
"Wanita tidak punya hati sebaik begini pak felix ditinggalin!"gumamku.
Setelah anak-anak selesai,kuajak mereka langsung ketempat tidur,
__ADS_1
"Sudah susun rosterkan?".tanyaku.
"Sudah dong,bacain yang ini aja ya eonni!"pinta chia menunjukkan judulnya kepadaku untunglah bahasa inggrisku lumayan jadi tidak malu-maluin karena buku ceritanya bahasa inggris.Kalau dijamanku mana ada yang begini,semuanya bahasa indonesia.
Hidup Indonesia!.
Hampir 20 menit kubacakan cerita untuk mereka yang akhirnya membuat mereka tertidur pulas langsung kutarik masing-masing selimut mereka dan sebentar kupandangi.Aku tak tahu siapa sebenarnya yang beruntung kisah yang mereka alamai atau kisahku namun mereka sama denganku,anak-anak yang kuat.Kumatikan lampu dan bergegas keluar dari kamarnya.
Ketika aku hendak masuk kekamar kulihat kebawah pak felix sedang termenung disofa sendiri,
"Kebawah gak ya?kalau kebawah ntar dikira aku gatal lagi?gimana ya?".aku berbisik kacau dalam hati.
"Gak apa-apalah kan anggap teman!"lanjutku menjawab sendiri.
Aku berjalan menuju kebawah arah dapur dan membuat wedang jahe dua gelas dan membawanya ketempat pak felix,
"Diminum pak!"Cengirku sambil menaruh cangkirnya kesamping pak felix.
"Apa ini pu?"Sahut pak felix sambil memegang cangkir.
"Dicium dulu aromanya pak masa nanya mulu!".
Pak felix mencium aroma dari cangkir yang dipegangnya,
"ada aroma jahe gitu?".
Aku tertawa kecil,"iya pak itu wedang jahe!".
"Kenapa gak kopi gitu?kan biasanya orang kalau gak nyuguhin kopi,teh atau sirup!".
"Biar anginnya bapak keluar terus buang angin deh!"ledekku sambil tertawa.
Kukira pak felix akan sedikit kesal akan jawabanku namun ternyata dia tertawa lebar,
"bisa saja kamu! Tapi enak kok terimakasih ya jadi gak enak ini!".
"Loh kenapa gak enak pak?".
"Ya jadinya ngerepotin pu!".
"Biasa aja pak,gak ngerepotin kok! Lagian bapak kelihatan sibuk banget akhir-akhir ini jadi harus yang hangat-hangat diminum!"tegasku menjawab.
Pak felix melihatku dengan sangat dalam,
"kamu beneran gak mau menikah pu?".
Deg..
Aku tersedak karena ketika pak felix mengatakan itu aku sedang minum,
"Gak apa-apa pu?".
"Gak pak,cuma tersedak sedikit kok!kenapa nanya itu lagi sih pak?".
__ADS_1
Pak felix memberikan tisu yang ada disampingnya kepadaku,
"nih! Ya kan sayang aja kamu pintar,cantik masa gak mau nikah! Apalagi hanya karena alasan itu!".