
"Gak enak gimana ? Gue kan cuma mau numpangin doang!".jawab clein.
Apa yang dikatakan clein ada benarnya juga lagian dera juga pasti masih dikantin,aku juga harus kejar waktu biar gak ketemu dengan pria brengsek itu.
"Ya udah,yok cepetan ya!"tegasku yang langsung menaiki motor clein.
Ntah mengapa cuaca tiba-tiba sangat bersahabat jadi tidaj harus merasakan berpanas ria diatas motor,clein membuka penutup kaca helmnya,
"Kenapa bawa kawan lu sih tadi?".
"Ya kan gak apa-apa,lagian dia suka ama lu tau!"jawabku ceplos.
"Terus kalau suka?gue harus suka juga?kan gak!".
"Ya namanya usaha,soalnya dia fans banget sama lu ! ya sebagai sahabat yang baik kan gak salah gue temuin!".
Clein tidak menjawab hanya menggeleng lalu kembali menutup kaca helmnya.
****
Terlihat lorong rumah sudah begitu dekat,
"Stop disini aja ,gue berhenti disini!"teriakku ke clein.
"Buset,gue gak budeg kali!"jawab clein yang tiba-tiba mengeremkan motornya.
"Hehehe,maaf! Gue disini aja ,rumah gue juva udah dekat kok!".
Clein melihat kiri kanan yang sepertinya mencari keberadaan rumahku,
"kenapa gak gue antar aja sih kerumah ?".
Aku gugup saat clein mengatakan ingin mengantarkanku sampai rumah,
"Gak gak usah,bokap gue killer!".
"Lah,gue kan cuma antar sampai depan rumah gak pake masuk kerumah!".
"Udah gak usah! Eh,thanks ya bukunya kalau udah selesai gue balikin ntar! Udah sana pulang gih!".ujarku yang menepuk pundaknya agar cepat pergi dari tempat sekarang.
Aku berlari kearah lorong rumah tanpa memperhatikan clein yang dibelakangku mungkin masih melihat.
"Benar-benar cewek aneh tapi gue makin penasaran!"kata clein.
****
Felix sedang sibuk dengan bahan rapat yayasan namun sejenak ponselnya berdering,
"Iya ,ada apa lagi sar?".
"Lix,seperti yang aku bicarakan sama kamu kemarin aku mau ajak anak-anak main keluar!" Pinta sarah.
Clein meletakkan berkas yang dipegangnya keatas meja,
"baik,tapi tolong jangan pulang kemalaman!".
"Aku tau lix,oke terimakasih ya.Bye!"ujar sarah yang menutup teleponnya.
"Bagaimanapun dia tetap mamanya anak-anak!"gumam felix.
****
__ADS_1
Rumah Puan
Didepan rumah telah datang sebuah mobil hitam dan seorang perempuan berpakaian perawat keluar dari mobil tersebut seraya tersenyum kearahku,
"Mbak puan ya?"tanyanya.
"Eh iya sus,saya bawa pakaian dan ibunyaa ya !".
"Saya ikut saja kedalam biar saya bawa ibunya,jadi mbak gak keberatan!".
Akhirnya aku menyetujuinya karena benar juga kalau dipikir-pikir,mana bisa aku sekaligus bawa ibu dan pakaiannya.
Setelah selesai semuanya,aku memberi salam dan kucium ibuku yang masih kondisi tetap diam namun terus memandangiku,
"Ibu,mulai hari ini ibu akan dirawat sama mbak perawatnya.Ibu bakal sehat lagi,setiap minggu puan akan jenguk ibu ya,ibu harus kerjasama dengan puan ya.Doain juga biar puan lulus ujian tesnya ya!"kupeluk ibu erat dengan melepaskan kepergiannya sambil menitikkan airmata karena untuk pertama kalimya aku akan berpisah dengan ibu.
Sesegera mungkin kuambil semua bajuku dan aku berangkat menuju rumah pak felix yang pastinya menggunakan motor kesayanganku,
"Rumahku,aku gak akan lama kok.Aku sama ibu akan kembali tapi setelah pria brengsek itu gak ada disini lagi.!"kataku dalam hati.
****
Sekitar 1 jam perjalananku akhirnya sampai dirumah pak felix,untunglah penjaga rumahnya mengenaliku lalu aku disambut oleh seorang pengurus dirumahnya.
"Eh sudah datang non-nya,monggo masuk non!"sambutnya.
Aku terkekeh karena dipanggil dengan kata non,
"mbak,panggil aku puan aja jangan non,ga suka!".
Mbaknya tertawa membalas perkataanku,
"bisa aja,nanti saya kena marah loh!".
"Ya udah puan,yuk mbak tunjukkin kamarnya soalnya tadi tuan felix sudah kasih pesan buat siapin kamar sama keperluan non eeh puan maksudnya!".
"Iya ,eh tapi mbak siapa namanya?"tanyaku.
"Panggil aja mbak siti,yok puan!".
Aku mengikuti mbak siti menuju kamar yang telah disiapkannya.
Mataku dimanjakan dengan mewahnya kamar yang disiapkan untukku,
"Mbak,ini gak salah?".
"Ya gaklah,ini kamarnya puan!nah ini baju-baju yang sudah dipesan tuan felix!".
Kupandangi dengan satu-satu pakaian yang disediakan dan aku yakin sekali ini pakaian brand ternama,kulihat lagi kamar mandi yang akan kugunakan sangat besar.
"Yah melamun, mbak kebawa dulu ya nyiapin makan malamnya! Puan istirahat aja dulu ya!".ujar mbak siti yang sangat ramah sekali.
"Oh iya mbak,tapi jessi sama chia kok gak kelihatan?".
"Lagi diajak jalan sama mamanya!pamit dulu ya!".
Aku mengiyakan perkataan mbak siti.
"Mamanya? Oh pantesan sepi!".gumamku.
Kubaringkan sejenak tubuhku yang seharian ini lelah sekali.Aku benar-benar seperti orang kaya baru,sungguh terasa beda dengan kamarku.
__ADS_1
"Pokoknya,aku harus bisa kayak pak felix jadi bisa beli rumah mewah untuk ibu!"janjiku dalam hati yang setelahnya aku tertidur pulas.
****
Tok..tok..tok..
Kudengar samar-samar seperti ada yang mengetok pintu dan memanggil namaku namun mataku sangat berat untuk terbuka,
"Wah,kelihatan capeknya ya?".Tanya pak felix yang masuk kekamarku.
Sontak aku bangun dari tempat tidur dan merapikan rambutku yang acak-acakan.
"Lap tuh ilernya!".
"Hah?iler?apaan sih pak!"kataku yang panik namun ternyata pak felix tertawa melihat reaksiku.
"Aku bercanda,capek ya?".
Kulihat jam ditanganku,
"astaga udah jam 7 malam ternyata!".
"Ya udah ,mandi dulu sana baru kita makan malam! Aku turun duluan ya!"kata pak felix.
Kuintip pak felix yang akhirnya pergi dari pintu,
"aah manis banget sih tuh pak felix!".gumamku sambil menari menuju kamar mandi.
Hampir 15 menit aku mandi dan berganti pakaian lalu turun keruang makan,
"Maaf pak,kenapa gak makan duluan aja!kan gak enak nungguin aku!".
"Gak kok,duduk gih!"sahut pak felix.
Aku menarik kursi dan melihat menu makan malam dirumah pak felix,
"Banyak amat pak,emang ini ntar habis?".
"Ya kadang habis kadang juga gak,pu!".
Aku menggelengkan kepalaku,
"hemat dong pak,masih banyak diluar sana yang gak makan!".
"Ya udah makan dulu yok!"ajak pak felix yang memberikan piringnya kepadaku.
Tiba-tiba dari luar terdengar suara kedatangan chiara dan jessi yang langsung menyapaku,
"Hai eonni!"sapa chia yang juga diikuti jessi.
Kupeluk mereka berdua dan balik membalas sapaannya,
"hai jess,hai chia! Yah,udah pada kenyang dong ya?"kataku.
"Chia masih lapar kok,soalnya belum makan!".
Ketika aku sedang menarik kursi untuk mereka dari belakang terlihat mantan istri pak felix yang sepertinya kaget melihat keberadaanku dirumah.
"Loh apa-apaan ini! Kenapa dia disini lix?".tanyanya ke arah pak felix dengan mata yang sinis.
"Dia yang jadi pengasuh chia dan jessi!".jawab pak felix.
__ADS_1
Mantan istri pak felix tertawa sinis,
"masih banyak kan yang lebih bersertifikat,yang pengalaman?aku bisa kok cariin!".