Akhirnya Menikah

Akhirnya Menikah
calon suami


__ADS_3

"assalamu'alaikum" suara pelan di depan pintu masuk rumah disertai ketukan pintu


"ibuuuuuu!" keponakan nana bernama sisi berlari kencang ke belakang dengan menggandeng boneka kesayangannya


kakak sisi yang berumur 9 tahun segera membukakan pintu


"siapa" tanya aska yang masih berdiri dipintu dan belum menyuruhnya masuk


"calon suami nana" jawab fatih dengan jelas lalu senyum


ibu nana bersama cucunya sisi menemui fatih dan menyuruhnya masuk rumah, menjamu tamu dengan ramah dan sopan, fatih melepaskan jaketnya dan duduk dengan sopan dikursi kayu jati yang antik kemudian meminum minuman yang di sediakan ibu nana.


suasana tak begitu canggung karena ada sisi dan aska yang sedang bermain di ruang tamu. fatih tersenyum dan memulai pembicaraan


"selamat sore ibu"


" maaf siapa ya mas ? ada keperluan apa sampai datang kesini"


"saya fatih bu dan saya kesini berniat untuk melamar putri ibu nana"


"nana ?? apa benar" ibu nana menjawab dengan bingung pasalnya nana putrinya itu pacar saja tidak ada.

__ADS_1


"hmm benar ibu, saya juga sudah bertemu dengan nana untuk membicarakan ini beberapa hari kemarin."


ibu nana terkaget kaget mendengar berita ini. ia sangat bahagia akhirnya anaknya tidak di gunjingkan perawan tua lagi oleh para tetangga. karena teman teman nana di desa rata rata menikah muda bahkan sudah punya anak sekarang. entah digunjingkan karena perawan tua atau karena lebih sukses dari pada teman sebayanya, tapi memang fakta di desaku seperti ituπŸ˜…πŸ˜…


ini harus di bicarakan sama bapak !! ini berita besar. jerit ibu nana dalam hati


tanpa sepengetahuan nana fatih ternyata mendatangi rumah orangtuanya saat ini.


"waduh si nana ini bagaimana, benar benar


nakal, dia tidak bilang sama sekali sama ibu nak"


"saya belum bilang akan datang kesini bu"


bangga ibu nana dalam hati!


sekilas ibu nana melihat fatih yang memakai kemeja panjang dan terlihat rapi, tubuh fatih juga besar terlihat tangguh, tangan yang besar dan rahang keras sesuai kriteria anaknya.


'pantas saja anakku menerimanya, hahh ibu tahu apa yang ada di kepalamu nana.'


"baiklah nak fatih hehe santai saja disini ya silahkan di makan camilannya ,bapak nana belum pulang dari sawah paling sebentar lagi, ibu ke belakang dulu ya nak" pasrah fatih ia hanya mengangguk

__ADS_1


sifat nana yang julid adalah keturunan akut dari ibunya, jadi wajar pikiran ibu dan anak itu sangat kental.


tak berapa lama bapak nana pulang dari sawah ia berbelalak kaget melihat istrinya menunggunya di depan pintu samping dengan tidak sabar dan genit menggemaskan menurut nya.


" bapaaaak bapaakk" panggil ibu dengan tergesa gesa menemui suaminya


"ya ampun ibu, tenang ada apa" jawab bapak yang masih dimotor nya belum sempat turun


"Ada calon mantu di dalam! ayo cepet pak"


"calon mantu apa ? ibu ini selalu saja tidak bisa sabaran seperti itu" sahut bapak walapun lelah menguasai tubuhnya namun tetap menanggapi istri tercintanya sambil berjalan menuju rumah melewati pintu samping.


"Bapak ini, si nana pak mau dilamar. itu orangnya sudah di dalam rumah nungguin bapak. ganteng orangnya pak kelihatannya juga sudah mapan" jawab ibu dengan semangatt mengekori suaminya


"nanti kita harus interogasi bersama pak!" tambah nya lagi dengan semangat membara serta membawakan peralatan suaminya dengan bahagia


'hahh ibu ini selalu saja memikirkan omongan tetangga, padahal nana itu anak baik-baik bahkan walaupun belum menikah sekarang pun dia belum bisa dikatakan perawan tua, usianya saja masih 23 tahun, dasar tukang rumpi' pikir bapak dalam hati


Tak lama kemudian bapak menemui fatih diruang tamu setelah membersihkan dirinya


"assalamu'alaikum pak" sapa fatih menyalami bapak dengan sopan

__ADS_1


"hmm wa'alaikumsalam, sudah lama nak ?" tanya bapak sambil mendudukkan bokongnya dikursi


suara bapak dan fatih sama sama besar dan pelan , hanya saja bapak nana hanya berkumis tebal tidak berambut di dagunya.


__ADS_2