Akhirnya Menikah

Akhirnya Menikah
1 Bulan Lagi


__ADS_3

Happy reading


Setelah selesai dengan adegannya di rumah kaca, Shena dan Varo keluar dari rumah kaca itu dengan Varo yang senantiasa menarik sudut bibirnya agar tersenyum.


"Jangan senyum terus, nanti gigi kamu kering lagi," ujar Shena menarik ekor gaun yang tak seberapa panjang itu.


"Aku lagi seneng sayang. Besok pagi berangkat bareng ya," ujar Varo dengan senyum. Shena tahu jika Shena sedang memikirkan susu asli miliknya.


"Iya."


Akhirnya mereka sampai di ruang keluarga, bersama dengan Mama Sindi yang sudah bangun dari duduknya seolah ingin mencari kedua anaknya.


"Habis darimana aja kok lama banget?" tanya Mama Sindi pada kedua anaknya. Yah Mama Sindi sudah menganggap Shena juga sebagai anaknya.


"Ngadem Ma," jawab Varo pada mereka.


Sedangkan Shena hanya mengangguk dengan canggung, ia tak bisa menjawab selain anggukan saja.


"Kamu kenapa, sayang? Kok aneh gitu pas masuk?" tanya Bunda Dena pada putrinya.


"Eh gak apa apa kok, Bund. Shena cuma capek aja. Pengen istirahat, kan sejak pulang tadi Shena belum sempat istirahat," jawab Shena dengan nada pelan. Ia tak mau menyinggung orang orang yang ada di ruangan ini karena ia mengutarakan isi pikirannya.


Walau bagaimanapun ia tetap menghormati mereka yang ada di sana. Ia tak bisa semena mena walau ia pemilik rumah istilahnya.


"Tunggu bentar ya sayang."


"Jadi gimana Mas Mbak?" tanya Mama Sindi pada Bunda Dena dan Ayah Andre.


Mereka mengangguk, dan memberitahu pada kedua anak mereka jika pernikahan mereka akan digelar 1 bulan lagi. Tentu dengan persiapan yang matang jika 1 bulan dari sekarang.


"Mah, Pah kenapa harus 1 bulan sih? Kan Minggu depan bisa langsung ijab," protes Varo dengan nada kesalnya. Sudah susah susah ia melamar sang kekasih secepat ini tapi kenapa pernikahannya malah selama itu?

__ADS_1


Varo merasa dikhianati jika seperti ini, jika ia bisa melamar Shena cepat maka Mama dan Papanya juga akan mempercepat pernikahan mereka.


"Ini sudah keputusan bersama sayang. Emang kamu mau pernikahan kamu gak sempurna? Mau gimanapun kamu anak laki Mama dan Papa satu satunya. Adik kamu juga sudah menikah dan punya anak sedangkan Shena juga putri satu satunya keluarga mereka. Emang kamu mau mempermalukan calon istri dan calon keluargamu hmm?" tanya Mama Sindi yang dianggukkan mereka.


"Tapi.."


"Gak ada tapi tapian, cuma 1 bulan. Ini sudah menjadi keputusan dua keluarga, Varo."


"Ya sudah kalau begitu, Varo ngikut aja. Asal gak ada pingit pingitan kayak Viola dulu," ujar Varo tanpa malu. Padahal disana ada Bunda dan Ayah serta kakak kakak Shena.


"Maaf nak Varo, tapi pingit itu sudah menjadi adat dari keluarga kami. Kedua kakak Shena dulu juga dipingit sebelum menikah," sela Papa Andra pada Varo.


Laki laki itu tampak tahu apa yang ada dipikiran calon menantunya, dia juga pernah muda dan tahu jika ia ingin selalu istrinya saat masih muda dulu. Begitupun dengan kakak kakak Shena yang pernah menyelinap ke kamar calon pengantin saat malam hari.


"Hargai adat yang ada ya, Mas."


Kini suara lembut Shena membuat Varo terdiam. Rasanya sulit membayangkan jika harus dipingit, tidak bisa bertemu Shena sehari saja sudah membuat ia uring uringan.


"Tapi sayang."


Putrinya sudah tertidur sejak 3 jam yang lalu, kamu ada suami dan baby sitter yang menjaga mereka.


"Kayak kamu enggak aja."


"Sstt diam dulu sayang. Kita selesaikan masalah ini," ujar Papa pada kedua anaknya.


Setelah itu mereka kembali membicarakan tentang pernikahan Varo dan Shena yang akan dilangsungkan satu bulan lagi. Setelah Shena memberi pengertian pada Varo akhirnya laki laki itu mau mau saja dipingit walau hanya satu Minggu. Kata Bunda biar aura pengantinnya itu keluar gitu.


"Karena ini sudah malam apa tidak sebaiknya kalian menginap saja disini. Kamar juga masih banyak," tawar Ayah Andre pada calon besannya.


"Apa tidak merepotkan untuk keluarga kalian?" tanya Papa pada Ayah.

__ADS_1


"Enggak kok, kan sebentar lagi kita juga akan menjadi keluarga."


"Iya, lagian kasihan Bella sama Cecil dari tadi udah tidur," ujar Bunda Dena pada mereka.


Akhirnya setelah merundingkan dengan keluarganya keluarga baru akhirnya menginap di rumah Shena. Yang memang memiliki banyak kamar.


Baru yang bisa menginap di rumah calon istrinya itu tentu senang karena ia bisa saja nanti masuk ke kamar Shena. Pikiran mesum Varo kini mulai bermunculan, hingga sebuah tarikan membuat Varo tersadar.


"Lamunin apa lu?" tanya Leon saat kedua keluarga sudah tidak ada di ruang tamu.


"Jangan sampai lu cari kesempatan karena lu bisa tinggal disini ya!!! Awas aja kalau lu cari kesempatan sama saya, habis kepala lu sama gue," ancam Leo yang memang tak memiliki belas kasih pada siapapun yang menyakiti keluarganya. Walau terkesan tak peduli tapi, Leo adalah kakak yang paling pengertian untuk adik adiknya begitupun dengan Leon.


Glek


"Ternyata kedua kakak Shena serem juga kalau mengintimidasi gini," batin Varo dalam hati.


"Tenang aja, gue gak akan rusak Shena sampai dia resmi jadi istri gue. Lagian buat apa gue lamar dia cepet cepet kalau cuma untuk menikmati tubuhnya. Tentu kalian sudah tahu gue dari dulu kan?" tanya Varo.


Ya Varo dan kedua Kakak Shena memang sudah kenal lama tapi tak seakrab itu. Mereka berdua adalah rekan kerja Varo. Leo dan Leon tentu tahu seberapa bersinarnya Varo di kalangan para pebisnis. Bahkan banyak musuh yang mengincar keluaran mereka.


Kedua kakak Shena hanya takut adik mereka kenapa napa karena bersama Varo.


"Gue tahu apa yang ada dipikiran kalian tapi tenang aja. Gue akan lindungi Shena dengan segenap jiwa dan raga gue sendiri. Karena gue udah terlanjur jatuh pada adik kalian itu," jawab Varo yang sepertinya tahu apa yang ada di pikiran kedua kakak Shena itu.


Leo dan Leon mengangguk mereka percaya Varo bisa melindungi Shena dari musuh musuh keluarga mereka.


"Gue pegang janji lu, gue gak mau sakit hati adik gue terulang untuk kedua kalinya."


"Tolong jaga kepercayaan kita sebagai kakak Shena."


Kedua kakak Shena itu menepuk pundak Varo dengan gentle. Kemudian mereka berjalan ke kamar masing masing.

__ADS_1


Varo yang sudah diberitahu dimana kamarnya itu langsung berjalan menuju yang mengarah ke kamarnya.


Bersambung


__ADS_2